Sintje Pilih Pakai Kayu Api

TONDANO-Since (58)  ibu rumah tangga yang tinggal di Remboken, Kabupaten Minahasa sampai sekarang masih dengan menggunakan kayu Api untuk memasak. Ini sudah dilakukannya selama 45 tahun.

Saat ditemui wartawan Tribun Manado di kediamannya Kamis (15/4), Since sementara mengumpulkan beberapa kayu.
Ditanya waratawan mengapa masih menggunakan kayu api padahal pemerintah sudah menyediakan tabung gas Elpiji ukuran 3 kg, ia menjawab  dari berapa tahun lalu dirinya sering melihat di berita banyak tabung gas yang sering meledak dan sudah banyak warga yang jadi korban..

"Selain itu ternyata masih banyak warga di Remboken yang menggunakan kayu api dan minyak tanah, Ada yang karna tidak kebagian tabung gas Elpiji," ujar Since.

Hal senada dikatakan, Rosye, ibu rumah tangga asal Rembokenjuga,ia menyesalkan, dirinya tidak masuk dalam data penerima tabung gas.

"Saya termasuk orang yang berhak menerima tabung gas makanya saya sampai sekarang menggunakan minyak tanah walaupun mahal"

Karena itu kata dia, pihak Pertamina selaku yang bertanggungjawab harus buka mata untuk mengatsi persoalan ini.

"Minimal, pihak Pertamina melakukan pendataan ulang agar masyarakat semuanya mendapat bantuan dari pemerintah ini," terangnya.

Ia mengatakan, bukan hanya dirinya yang luput dari pantauan petugas yang melakukan pendataan, namun masih ada puluhan tetanggannya juga bernasib sama.

Kiki Meninggal Terseret Mobil di Jalan Amurang


AMURANG - Kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Amurang menelan korban. Adalah Kiki Sumampow (21), warga Kelurahan Ranoipo, Kecamatan Amurang meninggal dunia setelah peristiwa tabrakan antara sepeda motor dan dua mobil, Senin (18/4).
Informasi yang diperoleh Tribun Manado, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega DB 9903 AL terlibat kecelakaan dengan kendaraan Toyota Avanza DB 1740 KB yang dikemudikan JP (38), warga Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Korban yang merupakan warga Kelurahan Ranoiapo, KecamatanAmurang ini bergerak dari arah Amurang menuju Tumpaan pada lajur kiri. Saat melambung dari arah berlawanan datang kendaraan Avanza yang dikemudikan JP.
Tabrakan pun tak terhindarkan yang mengakibatkan korban terpental dari sepeda motor. Demikian diungkapkan KanitLakalantas Polres Minsel, Ipda Wensy Saerang, Senin (18/4).
"Saat terjadi tabrakan, korban terpental. Mobil yang lain di belakang korban menabrak dan menyeret korban sepanjang tujuh meter. Sampai saat ini kita belum mendapatkan identitas mobil tersebut," katanya.
Pada saat tabrakan, korban tidak meninggal di tempat dan sempat mendapat perawatan insentif di Rumah Sakit KolooranAmurang. Namun akibat luka yang cukup parah korban akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou.
Sayangnya meski dirujuk, nyawa korban tidak tertolong lagi. "Korban meninggal pukul 18.00 Wita. Korban menderita luka pada bagian wajah dan kepala serta patah pada bagian kaki kanan," ujarnya.
Dia menambahkan bagi para pengendara agar lebih berhati-hati dalam mengemudi. Sebisa mungkin untuk memastikan tidak ada kendaraan dari arah kendaraan untuk melambung. Sehingga keselamatan pengendara akan terjamin dan tidak mengakibatkan kerugian. *

Warga Pilih Sumbang Uang Untuk Bebaskan Tahahan Abu Sayaf


MANADO - Program Telkomsel untuk mendonasi perjuangan Pembalap Formula Satu Rio Harianto tidak mendapat dukungan dari beberapa warga di Kota Manado. Mereka menilai mendonasikan pulsa Rp.5000 kepada yang bersangkutan adalah tidandakan yang belum tepat.
"Rasanya aneh kok mau bantu dia yang hanya berdasar pada hobi. Justru yang perlu dibantu dan di khawatirkan adalah tiga orang warga Sulut yang ditawan oleh teroris Abu Sayaf,"ungkap Marvel Warga Teling, Senin (18/04).
Menurut dirinya Pemerintah harus berupaya untuk menyelamatkan tahanan tersebut ketimbang memikirkan pembalap yang belum terlalu butuh pertolongan. Apalagi sampai saat ini belum ada kabar pasti apakah korban masih hidup.
"Kalau saya diberikan kesempatan untuk menyelamatkan tawanan itu, jangankan Rp 5000 yang diminta. Saya kasih Rp 500 ribu asalkan dibebaskan,"jelas Marvel.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Jevri warga Teling Mahakeret. Menurut dia Pemerintah harus memperhatikan keselamatan Warga Negara Indonesia, sebab untuk membantu Rio kapan saja bisa.
"Mau berapa banyak lagi yang ditahan, kalau saya lebih mengutamakan hak tersebut. Kemudian bantuan donasi Rp 5000 bagi saya itu tidak terlalu penting,"jelas Jevri.
Jevri juga siap jika diberikan kesempatan untuk menyumbangkan atau berdonasi bagi pembebasan tahanan Abu Sayaf. Sebab bagi dia keselamatan warga Negara Indonesia lebih penting dari pada hobi yang bisa dilakukan kapan saja.
"Saya berharap warga Sulut turut berempati dengan kondisi ini. Kalau mau nyumbang untuk balapan saya menyesal, tapi untuk membebaskan mereka saya berikan dengan tulus hati,"tukas Jevri. 

Kantor Golkar Minsel Dipenuhi Alang-alang


AMURANG - Kantor DPCGolkar Kabupaten Minahasa Sleatan (Minsel) keadaannya sungguh memprihatinkan.
Catnya yang berwarna kuning pucat membuat rumah ini tidak mencolok. Sebagian cat mulai terkelupas yang membuatnya tampak suram. Debu yang bertebaran di teras menandakan sudah tidak ada lagi penghuni rumah yang beraktifitas.
Kantor Golkar yang sepintas terlihat seperti rumah ini hanya memiliki satu lantai dan berlokasi di Uwuran, KecamatanAmurang. Baik pintu maupun jendela terkunci rapat.
Tidak ada tanda-tanda kehadiran anggota partai semenjak pagi hingga sore hari. Grafiti atau coretan pada dinding membuatkantor ini tampak kumuh. Alang-alang yang meninggi menghiasi bagian halaman kantor.
Menurut penuturan seorang warga, aktifitas partai Kantor Golkarhanya menjelang pilkada saja. "Kalo sekarang memang sudah tidak ada orang yang datang. Hanya menjelang pilkada saja banyak yang datang dikantor.
Puncaknya sekitar bulan September tahun lalu hampir setiap hari selalu ada orang yang datang," kata Anton.
Hal yang sama dijumpai di Kantor Partai PDIP yang terletak di Kelurahan Pondang. Meski penampakannya tak sesuram KantorGolkar, namun tidak ada aktifitas yang terlihat. Kantor PDIP sendiri terdiri dari dua lantai dengan lantai pertama tanpa sekat dan lantai dua yang terbuat dari rumah panggung.
"Mereka tidak datang tiap hari. Mungkin hanya sebulan sekali baru terlihat ada orang. Minggu lalu saja hanya sehari mereka datang. Mungkin ada pertemuan partai," kata Christo warga Pondang. 

Ivansa Minta ASN Petingkan Pelayanan Masyarakat



TONDANO- Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang minta Aparatur Sipil Negara (ASN) Minahasa untuk mementingkan pelayanan kepada masyarakat, saat memimpin apel Koorpri di lapangan Kantor Bupati Minahasa, Senin (18/4).
Apel Koorpri tersebut nampak turut diikuti oleh Asisten I Denny Mangala, beberapa Kepala SKDP, dan jajaran ASN PemkabMinahasa.
“Sebagai abdi negara dan masyarakat kita dituntut untuk tetap kompak dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan saat melayani masyarakat, nikmati saja tanggungjawab yang sudah diberikan, ” jelas Ivansa sapaan akrabnya.
Ia jug mengingatkan kepada anggota Korpri yang ada di Kabupaten Minahasa agar mampu menunjukkan jati diri dan menujukkan komitmen dalam melayani masyarakat agar tujuan dan cita-cita pembangunan di Minahasa dapat tercapai maksimal.
“Ini adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk bertekad dan berkomitmen, dan menjadikan momen ini untuk memperkuat jiwa koorps sebagai bagian dari diri aparatur negara dan pelayan masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskannya bahwa Koorpri merupakan organisasi kedinasan profesional dan merupakan serikat dari semua ASN yang dituntut untuk memiliki kompetensi dan kinerja yang profesional juga.
“Menjawab tuntutan tersebut anggota Koorpri harus menjalankan tugas dan tanggungjawab berdasarkan aturan yang ada, juga diharapkan mampu menjadi fasilitator terhadap produk pemerintahan melalui program kerja di masing-masing SKPD,” jelasnya.
Ia menambahkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ASN dalam melaksanakan tugas setiap hari seperti program kerja dan program pembangunan.”Apa yang dilakukan pemerintahMinahasa saat ini sangat ditentukan oleh kiprah ASN dalam SKPD dalam menjabarkan tugas,” jelas dia. 

Petugas BNNK Manado Temukan Konten di HP Siswa


MANADO.CO.ID - Ratusansiswa di ebuah sekolah tingkat SMA kaget luar biasa, pasalnya BNNK Manado menggelar operasi Bersinar (bersih narkoba) tersebut, Senin (18/04). Dalam operasi ini Kepala Badan Narkotika AKBP Eliasar Sopacoly memeriksa isi tas siswa didepan guru dan wali kelas.
Meski tidak menemukan ada siswa yang membawa barang - barang tersebut namun petugas medis BNNK melakukan proses pemeriksaan urin kepada 14 siswa dan 70 guru dari 27 kelas.
Dengan langkah pasti Kepala BNNK Manado ini keluar masuk kelas sambari memeriksa dan mensosialisasikan bahaya narkoba bagi siswa, sementara proses pemeriksaan urin kepada siswayang berpotensi.
"Dokter mencek fisik siswa bahwa ada yang menggunakan obat keras, kami mengambil sampling dan melihat apakah benar itu narkoba atau resep dokter,"jelas Sopacoly.
Menurut dia memang sementara tindakan mereka hanya sebatas sampling semata, karena mereka kekurangan anggaran untuk pembelian alat tes, yang ditafsir sekitar 100 ribu per satu alat. Oleh karena itu pelaksanaannya hanya ke beberapa siswa yang dicurigai sebagai pemakai.
"Kita akan lihat pengaruhnya seperti apa, kedepan kami akan terus melakukan proses yang sama di beberapa sekolah ternama,"jelas Sopacoly.

Ahok Bungkam BPK


Hatree.me - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta semua pihak untuk tidak lagi menanyakan soal hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Sudahlah, aku pikir enggak usah polemik ini diteruskan," ujar Ahok di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Gatot Subroto, Minggu (17/4/2016).

Dia menganalogikan dirinya sendiri seperti cahaya fajar.
Ahok Bungkam BPK dengan sangat bijak, Pesan Ahok ini sungguh telak
Ahok.

Kata Ahok, cahaya fajar di pagi hari akan semakin terang ketika hari semakin siang.

Jika Ahok benar, cahaya fajar itu bagaikan dirinya.

"Kalau saya benar, saya tetap akan terang terus. Kamu enggak akan bisa tahan. Enggak ada kegelapan yang bisa menahan cahaya fajar," ujar Ahok.

"Jadi bagi saya, enggak usah diteruskan polemik ini. Film ini masih panjang. Jagoan yang menang itu masih di ujung film bos! Tunggu aja!" tambah Ahok. (TribunNews)