NEWS :
Loading...

Terbaru

Juni 28, 2016

Mayat Tanpa Busana Ditemukan di Sungai Ranowangko

Tidak ada komentar
Ranowangko, - Masyarakat Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Selasa (28/06/2016) dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa busana di Sungai Ranowangko.

Dari informasi yang diperoleh wartawan, mayat yang sudah mulai membusuk tersebut, ditemukan oleh masyarakat yang sedang melakukan pencarian ikan di sungai.

Mengetahui adanya penemuan mayat, masyarakat Desa Ranowangko pun berbondong-bondong menuju lokasi untuk melihat kondisi mayat yang ditemukan.
Menurut penuturan salah satu warga ketika dimintai tanggapan terkait penemuan mayat tersebut mengatakan mayat tersebut sengaja dibuang ke sungai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menutupi perbuatan biadabnya.

"Kejadian ini sangat biadab. Apalagi melihat kondisi mayat yang tidak lagi menggunakan busana. Diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan," tutur warga yang enggan namanya dipublikasikan. (john)


Juni 23, 2016

Rukun Kayuuwi di Manado gelar ibadah KPI

Tidak ada komentar
Titiwungen, - Keluarga besar Kayuuwi di Manado melalui pengurus Rukun akan menggelar ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI), Jumat (24/06pukul 18.00 WITA di gereja GMIM Abraham Sario wilayah Titiwungen (Pikat), dengan pembicara Pdt Ny Francis Tiwa, MTh. 

Alwin Rondonuwu
Ketua Rukun Kayuuwi di Manado Alwin Rondonuwu mengatakan, ibadah KPI ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Pekabaran Injil GMIM, yang dirangkaikan dengan syukuran terbentuknya pengurus rukun baru, juga dirangkaikan dengan terbentukanya pemerintah kota yang baru, serta bertujuan untuk mempersatukan lagi ribuan warga Kayuuwi yang ada di Manado.

"Kami selaku pengurus berharap semua keluarga besar Kayuuwi yang ada di Manado dan sekitarnya dapat hadir pada ibadah KPI ini. Ajak semua anggota keluarga dan kita sama-sama beribadah memuji dan membesarkan nama Tuhan," tegasnya. 

Nantinya usai ibadah KPI tambah Alwin akan dilanjutkan dengan demo Kolintang dari anak-anak Kayuuwi yang baru mengikuti lomba di Surabaya dan mendapatkan hasil terbaik. Dalam ibadah ini selain akan dihadiri BPMJ GMIM Haleluyah Kayuuwi dan Hukum Tua Desa Kayuuwi Raya dan Kayuuwi, juga akan hadir mewakili pemerintah kota Manado Wakil Walikota Mor D Bastiaan.

Sementara itu, Penasehat Rukun Kayuuwi di Manado Ricky Lintang dan Bartje Assa berharap, melalui wadah pengurus Rukun Kayuuwi kiranya kekeluargaan yang sudah terbina selama ini akan terus dipertahankan, dan diharapkan juga warga Kayuuwi di Manado yang belum tergabung dalam wadah ini sama-sama ikut bergabung. (vsc)

Juni 21, 2016

PT BWBC Produksi Coca-cola ilegal, Yongki Limen ajak karyawan tutup mulut

Tidak ada komentar
Sario, -  PT Bangun Wenang Beverages Company (BWBC) telah memproduksi minuman Coca-cola ilegal karena tak sesuai standarisasi mutu yang ditetapkan PT Coca-cola Indonesia sebagai pemegang lisensi dari The Coca-cola Company Atlanta USA. Menariknya, anggota DPRD Sulut Yongki Limen justru mengajak agar karyawan perusahaan tersebut untuk tutup mulut dan tidak mengungkapkannya ke publik. 
Legislator Yongki Limen saat bedialog dengan sejumlah karyawan PT BWBC
di koridor lantai II gedung DPRD Sulut, Selasa (21/6/2016)

Seruan terkesan melindungi perusahaan nakal itu diungkapkan langsung oleh Yongki Limen kepada puluhan karyawan PT BWBC yang mendatangi gedung DPRD Sulut untuk meghadiri hearing dengan komisi IV DPRD Sulut, Selasa (21/6/2016). “Karyawan memang harus menuntut hak yang belum direalisasikan perusahaan. Kalau hanya mau menuntut upah, itu saja yang dibicarakan jangan mengungkap hal yang lain terkait keberadaan perusahaan, seperti telah memproduksi minuman coca-cola yang tidak sesuai standar mutu. Sebab harus diingat, karyawan juga pernah menggantungkan hidup dari perusahaan itu,” sebut Limen beberapa saat sebelum hearing digelar.

Dalam hearing yang dipimpin sekretaris komisi IV Fanny Legoh dan dihadiri Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Sulut, Disnaker Kota Manado dan Disnaker Kabupaten Minahasa Utara, Politisi Partai Golkar itupun kembali menyuarakan hal itu. Bukan itu saja, seusai hearing Limen tak luput mengingatkan karyawan agar tidak membesar-besarkan soal internal perusahaan.

“Jadi harus pakai hati nurani. Alakah baiknya jika karyawan hanya menyampaikan keluhan soal belum terbayarnya gaji, itu saja yang diangkat dan jangan mengangkat hal lain yang dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan. Mungkin saja perusahaan akan tergerak hati untuk membayar gaji, tetapi berubah sikap karena hal internal diangkat. Apalagi ada wartawan, bisa saja apa yang diberitakan justru hanya memanas-manasi perusahaaan hingga akhirnya tidak lagi mau merealisasikan kewajiban membayar gaji karyawan,” sebut Limen lagi.(Jeffrie Montolalu)   

Juni 17, 2016

Dewas RSUP Kandou disertijab

Tidak ada komentar
Malalayang,- Serah terima jabatan Dewan Pengawas (Dewas) RSUP Prof dr RD Kandou Manado periode 2011-2016 kepada Dewas yang baru periode 2016-2021 Jumat (17/06), digelar di gedung Cardiac Centre RSUP Prof Kandou.

Sertijab Dewas lama ke yang baru, digelar Jumat (17/06/2016) disaksikan
langsung Dirut RSUP Kandou dr Maxi Rondonuwu, DHSM MARS
Dalam Sertijab tersebut, Dr Pattiselano Robert Johan, MARS diangkat menggantikan ketua sebelumnya Prof Dr dr Karel Pandelaki SpPD KEMD.  Nantinya dalam menjalankan tugasnya, Pattiselano akan dibantu dr M Mamahit, SpOG MARS, Sulaimansyah SE, Ferdinan Lengkong SH dan Dra Meinarwati, Apt MKes, masing-masing sebagai anggota.

Dirut RSUP Prof dr RD Kandou Manado dr Maxi Rondonuwu, DHSM MARS dalam sambutannya, memberi apresiasi yang besar kepada Dewas periode lama, atas kehadiran anggotanya secara lengkap serta ketekunan dalam melakukan pekerjaan yang luar biasa. “Dewas periode yang lama mengawal RS ini bersama-sama menuju RS rujukan nasional, dan membawa RS ini lulus dalam akreditasi Tipe A paripurna pada tahun 2012,” katanya.

Dirut juga meminta Dewas periode yang baru agar tetap menjaga hubungan kerjasama dengan RS, dan berharap pergantian kali ini tidak mengubah pergantian dalam semangat kinerja bersama membawa RS Kandou lebih baik kedepan, sehingga tujuan mendapatkan akreditasi international bisa terwujud.

Usai serahterimah jabatan acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, yang ikut dihadiri Direktur SDM dan Pendidikan dr Armenius Sondakh, Sp THT-KEL (K), Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Jimmy Panelewen, Direktur Keuangan serta sejumlah pejabat strukutural dan staf medik.(vsc)

Majelis ta`lim Asifa RSUP Kandou Berbagi Kasih di bulan suci Ramadhan

Tidak ada komentar
Malalayang, - Memaknai bulan suci Ramadhan, Majelis ta`lim Assyfa RSUP Kandou melengkapinya dengan berbagi kebahagiaan lewat kegiatan buka puasa bersama anak yatim piatu panti asuhan Annur. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid  Assyfa Jumat (17/6/2016), dihadiri oleh direksi dan dewan pengawas RSUP Kandou.

Dirut RSUP Kandou Manado, dr Maxi R. Rondonuwu.DHSM.MARS
menyerahkan santunan bagi anak yatim piatu Panti Asuhan Annur
Menurut Direktur Utama RSUP Kandou Manado, dr. Maxi R. Rondonuwu,DHSM,MARS, hajatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun di Bulan Suci Ramadhan dan Tahun 2016 diadakan untuk anak-anak dari Panti Asuhan Annur.

“Ini dilaksanakan di Masjid Assyfa di area RSUP Kandou dan tidak mengambil lokasi di luar rumah sakit. Sebab, dari pada kita membayar tempat diluar lebih baik diberikan saja kepada anak yatim,” ucap Rondonuwu.

Dalam acara buka puasa, Majelis ta`lim Masjid Asyfa menyerahkan santunan kepada para anak yatim piatu yang hadir saat itu dan diserahkan oleh direktur utama. Itu ditujukan sebagai implementasi kepedulian terhadap sesama di lingkungan dan masyarakat sekitar kita, sambil menunggu waktu buka puasa tiba, didahului dengan ceramah tentang pola hidup sehat di bulan suci ramadhan oleh Dr.dr.Taufik Pasiak.(vsc)


Juni 16, 2016

PT BWBC Dituding Edarkan Coca-cola tak sesuai standarisasi mutu

Tidak ada komentar
Sario, - Masyarakat bumi nyiur melambai harus lebih teliti, terhadap produk Coca-cola yang diedarkan PT Bangun Wenang Beverages Company (BWBC). Pasalnya, perusahaan tersebut ditengarai telah mengedarkan minuman yang tidak sesuai dengan standarisasi mutu atau dengan kata lain tidak layak untuk dikonsumsi. Hal miris itu diungkapkan ratusan karyawan PT BWBC kepada komisi IV DPRD Sulut, Kamis (16/6/2016).

Djohns Perry Sineri dari Federasi Serikat Pekerja Bangunan dan Pekerjaan Umum SPSI Sulut yang tampil sebagai juru bicara karyawan PT BWBC menuturkan, licensi The Coca-cola Company Atlanta USA dipegang oleh PT Coca-cola indonesia, dan untuk wilayah Sulut dipercayakan kepada PT BWBC. Namun licensi untuk PT BWBC akhirnya dicabut karena produksi Coca-cola tidak standart dengan konsekuensi tidak bisa lagi memproduksi Coca-cola dan produk turunannya.

“Untuk produk Sprite dicabut dengan surat tertanggal 15 Mei 2015 dan untuk Coca-Cola berakhir pada tanggal 31 Januari 2016 sehingga total tidak beroperasi lagi namun kenyataan di lapangan produk-produk tersebut masih beredar,” terang Sineri sembari menegaskan bahwa bahan gula yang digunakan tidak sesuai standar karena hanya dibeli di pertokoan di pusat kota Manado, tepatnya kawasan pasar 45.

Selain itu, Sineri juga mengungkap bentuk pelanggaran terhadap aturan ketenagakerjaan terjadi, diantaranya tidak diselesaikannya hak-hak karyawan.seperti belum dibayarkannya upah selama empat ulan termasuk upah lembur yang hanya dibayar satu kali perjam dari upah biasa baik itu pada hari raya maupun libur resmi. Begitu juga  dengan hak atas jaminan hari tua tidak dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, disebabkan PT BWBC belum membayar iuran hampir satu tahun. “Kami memohon dengan sangat kepada Dewan untuk peduli melihat kepentingan tenaga kerja,”  ujar Sineri.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi IV Fanny Legoh dan anggota Komisi IV Herry Tombeng, Rita Lamusu dan Lucia Taroreh yang menerima aspirasi para karyawan/karyawati tersebut berjanji akan mencarikan solusi yang terbaik sehingga permasalahan bisa tuntas dan terselesaikan. “Agenda hearing  akan dijadwalkan secepat mungkin dengan memanggil pihak-pihak terkait,” janji para legislator.(Jeffrie) 

Lemah mengelola aset, Pemprov Sulut raih WTP

Tidak ada komentar
Sario, - Predikat dalam bentuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali dianugerahi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Menariknya, penghargaan presitius untuk laporan keuangan Tahun Angaran (TA) 2015 tersebut diberikan dalam balutan lemah dan belum memadainya bentuk pengelolaan dan penatausahaan aset.

BPK RI Perwakilan Sulut menyerahkan opini WTP kepada Pemrov Sulut untuk pongelolaan keuangan Tahun Anggaran 2015. 

Realita itu diungkap Anggota VI BPK RI Perwakilan Sulut Prof Dr Bahrullah Akbar MBA dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut, Kamis (16/6/2016). “WTP diberikan namun BPK menemukan sejumlah permasalahan, diantaranya adalah pengelolaan dan penatausahaan aset tetap pemerintah Provinsi Sulut belum memadai,” sebut Bahrullah di Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Andrei Angouw.

Kendati begitu, Barrullah menguraikan bahwa opini WTP diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dengan memperhatikan Standar Akuntasi Pemerintahan (SAP). Dijelaskannya, jumlah laporan keuangan yang disajikan berubah dari 3 laporan menjadi 7 laporan. Yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca laporan operasional, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas serta catatan atas laporan keuangan. Selain itu, sesuai UU Nomor 15 Tahun 2004, Pasal 16, Ayat 1, pemeriksaan laporan keuangan tahun 2015 pemberian opini LKPD didasarkan pada 4 kriteria yaitu: kesesuaian dengan standart akuntansi pemerintahan, kecukupan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian internal.

“Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, disimpulkan bahwa penyusunan laporan keuangan telah sesuai dengan standart akuntansi pemerintahan telah diungkapkan secara memadai, tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material. Maka BPK-RI meyimpulkan bahwa opini atas laporan keuangan pemerintah Sulawesi Utara tahun 2015 adalah Wajar Tanpa Pengecualian,” terang Bahrullah dengan merinci laporan keuangan Pemprov Sulut TA 2015, meliputi pendapatan dengan realisasi sebesar Rp.2,52 triliun dari anggaran sebesar Rp.2,64 triliun, belanja dan transfer dengan realisasi sebesar Rp.2,69 triliun dari anggaran sebesar Rp.2,90 triliun, total aktiva dan pasiva sebesar Rp.4,82 triliun.

Temuan BPK itupun ditanggapi Wakil Gubernur Steven Kandouw sebagai sebuah kelemahan sekaligus mengakui belum mantapnya bentuk pengelolaan aset yang dilakukan. Menindaklanjuti temuan itu, Kandouw menuntut agar jajaran birokrat Pemprov Sulut dapat menyelesaikan permasalahan dalam waktu 60 hari. sekaligus mengharapkan peran DPRD ikut membantu menyelesaikan permasalahan pengelolaan asset sebagaimana temuan BPK.


“DPRD juga dapat membantu melalui Pansus Asset agar masalah asset tidak terjadi lagi di kemudian hari. Dihimbau juga agar mengikuti pembekalan-pembekalan keuangan, agar kedepan bisa memahami proses pengelolaan keuangan pemerintah daerah,” tutur Kandouw sembari mengingatkan mengingatkan agar tidak cepat merasa puas diri dengan raihan opini WTP.(Jeffrie) 

Siap ditetapkan, Ranperda Ornamen Budaya masuk tahap sinkronisasi

Tidak ada komentar


Sario – Naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang ornamen budaya di Sulut telah tuntas dan tahapan yang tersisa berupa sinkronisasi isi draf ranpeda. Dengan begitu, penetapan ranperda ini menjadi perda dipastikan akan terealisasi dalam kurun waktu dua atau tiga bulan kedepan. 

“Pembahasan dan perampungan ranperda terus dimaksimalkan. Tahapan sekarang telah selesai dengan naskah akademik, dan tinggal membahas pasal demi pasal dalam draft ranperda.  Setelah itu tuntas, Ranperda Ornamen Budaya akan segera ditetapkan,” sebut sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/6/2016).

Legislator PDI-Perjuangan ini menambahkan, proses penetapan diupayakan sebelum atau bersamaan dengan  momentum perayaan hari ulang tahun Provinsi Sulut di Tahun 2016 ini. 

“Ranperda tentang ornamen budaya  masuk dalam Program Legislasi Daerah tahun 2016. Sesuai target, ranperda ini direncanakan sudah ditetapkan dalam kurun waktu dua atau tiga bulan kedepan. Dan bukan hal yang tidak mungkin, jika regulasi ini bisa jadi hadiah istimewa terkait momentum  perayaan hari ulang tahun Provinsi Sulut,’’ ulasnya lagi.(Jeffrie)

RSUP Kandou mantapkan persiapan menuju akreditasi international

Tidak ada komentar
Malalayang, - Dalam persiapan menuju Akreditasi Internasional tahun 2017 nanti, RSUP Kandou Manado terus memantapkan persiapan menuju Rumah Sakit bertaraf Internasional. 

Direktur SDM dan Pendidikan dr Armenius Sondakh, SpTHT-KL, melakukan peninjauan pada beberapa bagian pelayanan RSUP kemarin
Untuk itu ke 15 kelompok kerja yang terdiri dari Kelompok manajemen, Kelompok medik, Kelompok Akademik medical center hospital akreditasion meliputi kelompok penelitian dan pelayanan terus berupaya dan memaksimalkan kemampuannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur SDM dan Pendidikan dr Armenius R Sondakh SpTHT-KL, selaku ketua Tim Akreditasi Internasional RSUP Kandou, Rabu (15/06) kemarin bersama tim akreditasi RSUP Kandou melakukan telusur ke beberapa bagian guna melihat kesiapan dan kelengkapan dokumen yang sesuai standar akreditasi Internasional.

Disela-sela kegiatan itu, Sondakh mengatakan sejak dari awal tahun 2016 pihaknya sudah melakukan persiapan yang juga rekomendasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit agar terus mempertahankan mutu akteditasi versi 2012, dimana tinggal sekitar 15% lagi yang harus ditambahkan untuk mencapai 85 % standar Internasional. 

Diapun menyebut, bahwa telusur terhadap implementasi dari dokumen yang dilakukan  ini melibatkan setiap lini yang ada seperti Rawat Jalan, Rawat Inap, ruang operasi dan instalasi medik, maupun penunjang dan semuanya merupakan rekomendasi dari KARS yang dilakukan oleh, Sekretariat, dan Tim Assesor internal serta tim kerja yang telah terbentuk.(vsc)

Gubernur Olly sebut tiga syarat mutlak untuk RUPS Bank SulutGo

Tidak ada komentar
Manado, - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Hotel IBIS Rabu (15/6), menjadi tanda telah bergulirnya babak baru untuk proses perombakan Direksi Bank Sulut Gorontalo (BSG). Terkait hal ini, Gubernur Olly Dondokambey menyebut tiga syarat yang bersifat final dan mutlak untuk dilakukan.

Ditegaskan Olly, syarat tersebut yakni; pertama, mengesahkan laporan tahunan; kedua membatalkan RUPS 12 Oktober 2015 tentang penjaringan nama-nama Komisaris dan Direksi; ketiga, membentuk dan mengesahkan komite remonerasi dan nominasi untuk menjaring kembali orang-orang yang akan menjadi Komisaris dan Direksi.

Olly Menambahkan, yang bisa duduki Direksi dan Komisarisnya,? syaratnya ikut prosedur standart Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dipastikannya juga bahwa semua berpeluang menduduki jabatan direaksi. ”Untuk masuk OJK dibatasi dua calon untuk satu posisi dan kita kirim jumlah Komisaris dua kali Direksi. Setelah dua minggu ini ada proses, semua baru dikirim. Pemilihannya Juli bulan depan,” kata Olly.

Ikut dikemukakan Gubernur Olly, bahwa yang diinginkan pemilik saham yakni harus berintegritas, prioritas dan tidak bermasalah. “Bisa saja pejabat lama BSK terpilih lagi!. Dari akademisi juga berpeluang, sebab terpenting harus ada pengalaman finansial. Hasil keputusan rapat diserahkan kepada pemegang saham pengendali,” bebernya.(Risky Sondakh)

Juni 13, 2016

Pengurus HMI Komisariat Sosial dan Eksakta resmi dilantik

Tidak ada komentar

Manado, - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Komisariat Eksakta dan Komisariat Sosial Manado Periode 1437-1438 H/2016-2017 M resmi dilantik oleh Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Manado Rifaldi Rahalus. Kegiatan pelantikan ini dirangkaikan dengan dialog publik bertema: "Resolusi Krisis Konstitusional dan Kemerosotan Moral", berlangsung di Aula DPD RI Sulawesi Utara (Sulut), Minggu, (11/06).

Prosesi Pelantikan Pengurus Komisariat oleh Ketua Umum HMI Manado
 Ketua Komisariat Sosial Resky Daeng saat memberikan sambutan, dirinya mengaku telah diberikan pelajaran besar setelah bergabung di organisasi hijau hitam (HMI-red)."Secara pribadi saya bangga atas kesempatan dan amanah yang di berikan kepada saya. Saya akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan amanah yang telah di percayakan kepada saya," terang Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat.
Senada disampaikan Ketua Komisariat Sosial Miftaahul Al Raudy mengatakan, dirinya akan menahkodahi Komisariat Eksakta Manado kedepannya menjadi lebih baik lagi. "Menjadi ketua baru kali ini saya alami, semoga di periode ini jajaran pengurus bisa bekerjasama menjalankan amanah ini," katanya diakhir sambutan.

Sementara itu, Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Manado Rifaldi Rahalus usai membuka acara pelantikan, menghimbau kepada kedua pengurus Komisariat yang baru dilantik agar tidak menjadikan amanah dalam memimpin Komisariat sebagai beban melainkan wadah pembentukan karakter baik secara individu maupun kelompok. "Telah menjadi takdir sejarah di HMI sebagai organisari mahasiswa akan ada proses regenerasi, baik secara kultural maupun struktural. Saat ini, proses itu sudah kalian emban, maka jadikanlah kesempatan ini dengan maksimal sehingga pembentukan jati diri dan karekter secara individu juga secara kelompok bisa digapai," kata Aldi sapaan akrab Ketum.

Aldi dalam kesempatan tersebut menyentil soal program dan agenda Cabang termasuk pengawalan terhadap Komisariat. Cabang juga, katanya akan berupaya menambah jumlah komisariat. "Pesan saya kepada pengurus komisariat agar selalu berkoordinasi dengan Cabang menyangkut pelaksanaan program kerja dan semua yang berkaitan dengan organisasi. Kami juga berkomitmen akan lakukan pengawalan untuk mematangkan struktur organisasi ditingkat Komisariat dan menambah jumlah Komisariat,"papar Aldi ketika menyampaikan sambutan.(vsc)

Berita Utama