NEWS :
Loading...

Terbaru

Mei 21, 2017

Jamwas Support GSVL Ambil Kebijakan tak Melawan Hukum

Tidak ada komentar
Manado -

Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, Sabtu (20/5) pagi tadi, menyambut kedatangan Prof DR R Widyopramono SH MM MHum selaku Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (JAMWas) pada Kejaksaan Agung Republik Indonesia.


Hal itu terlihat saat Walikota GSVL bertemu dengan salah satu petinggi Kejagung RI bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, dalam jamuan makan pagi di Sintesa Peninsula Hotel Manado. Bahkan, orang nomor satu di Manado itu ikut diajak mendampingi JAMWas Wiidyopramono menuju kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA) untuk memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa perguruan tinggi tersebut.



"Terima kasih kepada Pak Widyapramono Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan yang telah datang ke Kota Manado meski hanya sebentar. Selaku pemerintah kota, kedatangan ini memberikan motivasi bagi kami untuk bekerja dengan memperhatikan norma aturan hukum yang ada," ujar Walikota GSVL.



Dilain sisi, JAMWas Widyapramono mensupport Walikota GSVL dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk tidak takut mengambil langkah, jika diperhadapkan dengan hal yang krusial dan mendesak tanpa menyimpang dari aturan hukum yang ada.



"Silahkan saja, sebagai pemerintah tidak usah takut dalam mengambil kebijakan selama itu tidak bertentangan dengan hukum yang ada," tandasnya.



JAMWas Widyopramono menyampaikan terima kasiih kepada Walikota GSVL yang telah menyambut dengan baik kehadirannya di Kota Manado. Meskipun kedatangannya di Manado untuk memberikan kuliah umum bertemakan Saber Pungli dan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia yang berlangsung di kampus UNIMA di Tondano Kabupaten Minahasa dengan turut dihadiri langsung Rektor Unima Prof DR Julyeta P.A Runtuwene serta Kejati Sulut Mangihut Sinaga SH.(vsc)

Rayakan Waisak, Ini Pesan Walikota Manado Pada Umat Buddha

Tidak ada komentar
Manado -

Ratusan umat Buddha di Kota Manado dan Sulawesi Utara, Sabtu (20/05) malam tadi menghadiri perayaan Dharmasanti Waisak 2561 BE tahun 2017, di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado. Acara yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bekerjasama dengan Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Manado serta didukung Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado itu, diwarnai dengan lagu, gerak dan tari.



Menariknya, dalam perayaan tersebut ditampilkan sendratari yang menceritakan tentang kehidupan Sang Sidharta Buddha Gautama. Dalam sambutannya, Walikota GSVL mengajak umat Buddha di Kota Manado untuk mendukung program Thanksgiving atau pengucapan syukur Kota Manado yang akan dilaksanakan 10 September mendatang.

Dimana, kegiatan ini melibatkan seluruh umat beragama di Kota Manado. Sebagai perwujudan kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama yang mendiami rumah besar Kota Manado. "Melalui kesempatan ini saya mengajak umat Buddha di Kota Manado, mari kita bersama dengan umat beragama lainnya untuk ikut bersyukur dalam perayaan yang kami namakan Thanksgiving Kota Manado pada tanggal 10 September nanti. Ini adalah ungkapan rasa syukur kita yang ada di rumah besar ini atas kehidupan yang rukun dan terjaga keharmonisan tanpa membedakan suku, agama dan ras," tukas Walikota GSVL.


Lanjut dikatakan, sejak dirinya dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dipercayakan masyarakat memimpin Kota Manado, telah terbersit tekad untuk menjadikan kota ini sebagai kota bagi semua. "Kota ini adalah rumah besar kita, kitalah yang memiliki kota ini, tidak ada yang indekos disini. Oleh karena ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Kota Manado tetap aman dan nyaman," tandas Walikota GSVL.


Dirinya menegaskan bukti terjaganya suasana kota yang rukun dengan toleransi yang tinggi antar umat beragama, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) memberikan penghargaan. "Penghargaan ini tentunya merupakan kerja keras kita semua, bukan hanya kerja Walikota atau Wakil Walikota. Apalah artinya kami tanpa dukungan semua komponen masyarakat di kota ini, termasuk dukungan umat Buddha di Kota Manado," pungkasnya.


Tampak hadir dalam perayaan tersebut Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA DR Franky Manumpil mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut dan Kota Manado, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, serta undangan lainnya.(vsc)

Pastori Gereja Oikumene Lukas Diresmikan

Tidak ada komentar
Manado –

Setelah empat bulan lamanya dikerjakan, akhirnya Sabtu (20/5) pagi Pastori Gereja Oikumene RSUP Prof RD Kandou diresmikan pemakaiannya oleh Direktur Utama RSUP Prof Kandou dr Maxi Rondonuwu, DHSM MARS.
Peresmian gedung gereja ikut dirangkaikan dengan ibadah ucapan syukur HUT dr Maxi Rondonuwu ke 53 tahun, yang pemimpin Pdt Melky Tamaka, STh. “Kita semua tentu harus bersyukur Tuhan boleh menghadirkan sosok dr Maxi di tengah RSUP Kandou. Di tengah kesibukan dalam tugasnya beliau tetap komit melayani Tuhan, membangun pastori gereja merupakan bagian nyata wujud pelayanannya sebagai umat percaya,” tegas Pdt Tamaka.

Disaksikan Direksi serta pejabat di RSUP Kandou, Dirut menandatangani prasasti peresmian.
Untuk itu dalam menjalani kehidupan ini Pdt Tamaka, mengajak seluruh keluarga besar RSUP Kandou agar tetap bersyukur dan terus berserah pada Tuhan. “Selagi masih hidup kunci tangan kita sambil berserah pada Tuhan, jangan sampai orang lain yang mengunci tangan kita,” kata dia.
Dirut menandatangani berita acara peresmian.
Ditemui usai ibadah syukur dr Maxi mengatakan dirinya sangat bersyukur dihadirkan Tuhan di tengah-tengah keluarga yang begitu menyayanginya, serta teman-teman di lingkungan kerja yang begitu mengasihi dia.
Usia ke 53 tahun kata dia benar-benar disyukuri, dan tahun ini sukacita itu makin lengkap setelah pastori gereja Lukas yang digagasnya bisa diresmikan. “Ini salah satu kerinduan saya, gereja ini saya yang gambar karena terinspirasi dengan pastori di jemaat saya tinggal. Puji Tuhan hari ini bisa diresmikan,” paparnya.

Didampingi keluarga, dr Maxi merayakan HUT ke 53 tahun.
Sumber dana pembangunan pastori tersebut lanjutnya merupakan swadaya murni para anggota jemaat, yang tak lain karyawan RSUP Kandou. “Nantinya pastori ini jadi asset RS Kandou. Kedepan akan dibangun lagi satu pastori karena Pendeta pelayan di RSUP ada dua orang,” bebernya.
Selain tanggung jawab iman, Rondonuwu menyebut pembangunan Pastori juga sebagai salah satu bagian menuju Akreditasi International tahun 2017 yang sementara disiapkan RSUP Kandou. “Pelayanan kita bukan hanya sekedar menyembuhkan orang sakit, tapi pelayanan rohani bagi pasien dan keluarga selama ada di RS jadi tanggungjawab kita. Jadi jika ada pasien yang membutuhkan pelayanan rohani tengah malam bisa datang langsung ke pastori gereja,” kata Dirut.(vsc)



  



  


Mei 17, 2017

Dirjen Pantau Kesiapan Sarana Prasarana RSUP Kandou

Tidak ada komentar
Jelang Akreditasi International 2017

Manado –
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado terus melakukan pembenahan jelang Akreditasi International. Kesiapan tersebut tak luput dari pantauan Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI dr Bambang Wibowo, Sp.OG (K) MARS.




Terbukti, Rabu (17/5) siang Dirjen didampingi Sesdirjen Yankes Dr dr Agus Hadian Rahim, Sp.OT, bersama tim melakukan pemantauan langsung pada sejumlah ruangan serta fasilitas-fasiltas yang ada di RSUP Kandou.


“Kedatangan kami di RSUP Kandou untuk melihat secara langsung kesiapan dalam hal sarana dan prasarana yang ada di sini, selain itu kami ingin mengevaluasi kualitas pelayanan dan keuangan di RS Kandou,” tegas Dirjen.


Dari segi fasilitas kata dia, RSUP Kandou sudah bisa dikategorikan cukup mulai dari ICU, Radioterapi hingga Bedah Jantung, ditambah peralatan medisnya  cukup menunjang apalagi ada beberapa alat masih baru. “Untuk pasien jantung tak perlu lagi ke rumah sakit Harapan Kita Jakarta,” kata dia.


Soal pelayanan dalam penilaian akreditasi, ia menyebut terdiri dari beberapa aspek diantaranya kesiapan sarana, prasarana serta tenaga dokter dimana kemampuan teknis dokter paling penting dalam hal kemampuan berkomunikasi dengan pasien serta keluarga. “Menempatkan pasien itu pada hal memilih sedangkan dokter menjelaskan kemungkinan serta resiko,” katanya.

RSUP Kandou kata dia merupakan salah satu rumah sakit vertikal, dan menjadi  rumah sakit rujukan nasional, makanya sudah jadi kewajiban pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan mendorong agar RSUP Kandou melakukan pembenahan dan memenuhi persyaratan akreditasi.


Sementara itu saat memberikan arahan pada Direksi, Dewan Pengawas serta sejumlah pejabat struktural di aula lantai 2, Dirjen mengingatkan pada visi dan misi rumah sakit yang bukan hanya sebatas tulisan, tapi harus dicapai dan tercapai karena secara organisasi sudah menjadi tanggung jawab bersama.
“Semua harus bersinergi dan terus melakukan inovasi, pembangunan fisik juga perlu tapi yang terpenting adalah pelayanan pada pasien,” ingatnya.


Pada kesempatan itu Dirjen juga melakukan penandatanganan prasasti peresmian tujuh gedung yaitu, gedung Hemodialisis (Dahlia), gedung Instalasi Pengelola Pasien Jaminan, gedung Instalasi Radioterapi, gedung TB-DOTS, gedung Pediatric Intensive Care Unit (PICU), gedung Auditorium (Aula RS)



Sebelumnya Dirut RSUP Kandou dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS, melaporkan sejumlah sarana dan prasarana yang ada di RS Kandou, bahkan sejumlah penghargaan ikut dilaporkan kepada Dirjen dan rombongan.(vsc)






Mei 15, 2017

26 Siswa SD Negeri Inpres Mokupa Ikut Ujian Akhir Sekolah

Tidak ada komentar
Mokupa,-

Selama enam tahun mengikuti proses belajar di Sekolah Dasar (SD), kini tibalah saatnya para siswa mengakhiri waktu enam tahun tersebut untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi yakni tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun Ajaran 2016/2017.

Kepsek SD Negeri Inpres Mokupa, Lucia K.Wowor, A.MA.PD bersama para Pengawas.
Sebanyak 26 Siswa yang tercatat di Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, mengikuti UAS yang dilaksanakan serentak se-Indonesia terhitung sejak tanggal 15-17 Mei 2017.

Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Negeri Mokupa, Lucia K. Wowor, A.MA.PD, kegiatan UAS wajib diikuti oleh para siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Siswa Kelas VI SD Inpres Mokupa sementara mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS)
"Selama tiga hari para siswa harus mengikuti UAS. Saya optimis, 26 Siswa yang saat ini mengikuti UAS akan mendapatkan hasil yang baik, sehingga mereka bisa lulus 100 persen. Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, SD Negeri Inpres Mokupa tercatat ketika menghadapi Ujian Akhir selalu mendapat hasil yang positif yakni lulus 100 persen," ujar Wowor kepada wartawan, Senin 15 Mei 2017.

Ketika disentil tentang strategi apa yang diberlakukan oleh pihak sekolah sehingga selalu mendapat hasil yang baik, kata Wowor adalah karantina.

"Sehari sebelum pelaksanaan UAS, para siswa telah dikarantina di sekolah. Mereka harus tinggal di sekolah selama kegiatan ujian dilaksanakan. Proses karantina seperti ini sudah diberlakukan sejak Tahun 2006. Hal ini memang sangat positif, guna mempersiapkan mental para siswa sebelum mengikuti ujian. Terbukti, dengan proses karantina seperti ini, SD Negeri Inpres Mokupa selalu menghasilkan kelulusan yang baik," ujarnya.

Disisi lain, orang tua siswa sangat mendukung apa yang diberlakukan oleh pihak sekolah dengan melakukan karantina terhadap siswa kelas enam yang akan mengikuti ujian akhir.

"Sebagai orang tua siswa, kami sangat mendukung terhadap proses karantina tersebut. Ini sangat positif, sebab para siswa harus tinggal di sekolah, supaya mereka lebih fokus belajar maupun mempersiapkan mental sebelum menghadapi ujian," kata Ibu Venny Kandouw salah satu orang tua siswa. (john)


Mei 13, 2017

Wagub: Video Pernyataan Saya Telah Diedit, Bahkan FB Palsu Saya Dibuat

Tidak ada komentar
Manado,-
Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Drs Steven OE Kandouw menjadi korban dari pihak-pihak yang sangaja memanfaatkan pernyataannya terkait vonis Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Wagub Sulut, Drs Steven Kandouw.
"Ada orang iseng yang mensiasati pernyataan saya, yang tadinya utuh tapi di-capture (Diedit,red). Dan diikuti dengan dibuat akun FB (Facebook,red) palsu saya. Sebab saya selama ini tidak punya akun FB," ungkap Wagub saat konferensi pers, Jumat 12 Mei 2017.

"Tapi sebagai orang politik, itu biasa bagi saya," tambah politisi PDI-Perjuangan ini.

Lanjut Wagub, saat itu dirinya menyampaikan pada sejumlah wartawan saat bersua di kompleks Lapangan KONI Sario Selasa (09/05) lalu, dirinya ditanya soal vonis terhadap Ahok, dan dijawab bahwa itu bagus untuk memerangi para penghina agama lain.

"Bukan saya syukuri pak Ahok divonis seperti itu, tapi justru dibuat putusan ini menjadi momentum bagi penghina agama lain seperti Habib Rizieq dan FPI yang harus dihukum berat karena sering menghina agama lain," jelas Wagub.

"Dan ini menjadi momentum yang pertama, bahwa dari Sabang sampai Merauke sesuai tekad pak Presiden  Jokowi bahwa dirinya tidak campur tangan untuk urusan para penghina agama untuk dihukum seberat-beratnya, sebab itu bagus untuk kita segera mengakhiri huru-hara permasalahan yang ada diembel-embelkan dari Pilkada DKI Jakarta," tegas Wagub.

Dengan begitu, kata Wagub, semua penghina agama seperti Habib Rizieq dan FPI dapat dihukum berat karena sering menghina agama lain," jelas Wagub lagi.

"Karena hal ini sudah mengara ke konflik horizontal, apalagi telah dikirim ke daerah-daerah, dan bahaya, juga termasuk di Sulut," ungkap Wagub.

"Terlebih pak Gubernur (Olly Dondokambey,red)  sangat ngotot dan meyakinkan pada duinia internasional, bahwa negara kita ini anti fundalisme dan radikalisme, makanya di daerah kita selalu digelar iven besar terkait toleransi umat beragama.. Dan yang perlu kita waspadai hal ini bisa mengarah pada konflik horizontal, yang bisa mengancam kedaulatan NKRI," tutup Wagub.

Lebih jauh menurut Wagub, dirinya telah memaafkan oknum-oknum atau pihak-pihak yang sengaja menzolimi dirinya.

"Semua telah saya maafkan, yang telah membully saya, yang sengaja menyebarkan video yang telah diedit, serta pembuat akun FB palsu saya sudah saya maafkan. Saya tak akan menempuh jalur hukum atau mengambil tindakan apapun, karena satu tekad saya sebagai anak bangsa menjadi tugas dan tanggung jawab saya untuk terus menjaga NKRI. Itu sudah harga mati bagi saya dan seluruh rakyat Sulut hingga nasional," tutup Wagub.(*)

Mei 12, 2017

Ijin Operasional RSUP Kandou Bisa Dicabut

Tidak ada komentar
BPRS Sementara Lakukan Investigasi

Manado –

Kasus kematian pasien asal Tobelo Hesty Toweka (31) serta bayi dalam kandungannya, terus berlanjut. Kali ini giliran Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Sulut yang menjalankan amanat tugas mereka. Secara tegas BPRS menyebut, jika memang terbukti RSUP Kandou melakukan kesalahan prosedural medis dalam hal penanganan hingga si pasien meninggal, sanksi yang diberikan bisa sampai pada pencabutan ijin operasional.

Demikian pernyataan Ketua BPRS Sulut Dr Wim Damopolii, SpB, SpU, MM, M.Kes, saat menggelar Konfrensi Pers, Jumat (12/5) pagi di ruang rapat Direksi RSUP Kandou.

Suasana Konfrensi Pers yang digelar BPRS Sulut.
“Sanksi yang diberikan jika RS Kandou terbukti bersalah tahapannya mulai dari sanksi ringan, sedang hingga berat,” papar Dr Wim, yang saat itu didampingi Dr Lidya Tulus, MARS selaku Sekretaris BPRS, serta anggota Dr BJ Waleleng, SoPd, KGEH, Theo Dondokambey dan Stevie Kumajas, S.Kep, NS, M.Kep.
Tugas BPRS kata Dr Wim lagi, untuk memastikan hak dan kewajiban semua pasien yang masuk di Rumah Sakit apakah terlayani dengan baik atau tidak. Selain itu mereka juga melakukan pengawasan etika Rumah Sakit dan profesi para dokter dan perawat.

“Badan ini memang baru terbentuk belum banyak yang mengetahui, dan tugas BPRS Sulut melakukan pengawasan pada semua RS di daerah ini. Kita memang dibentuk oleh pemerintah daerah dan secara langsung bertanggungjawab ke pemerintah daerah, jika ada pasien yang merasa keberatan dalam hal pelayanan dapat mengadukan langsung ke sekretariat BPRS di kantor Dinas Kesehatan Sulut, ” sebutnya memberi informasi.
Terkait kasus kematian pasien asal Tobelo yang belakangan ramai di dibicarakan masyarakat, itu juga tambah dia tak luput dari pengawasan yang sementara mereka lakukan. Bahkan tahapan awal yang dilakukan BPRS telah menghubungi pihak keluarga di Tobelo dan meminta keterangan terkait peristiwa itu. “Tugas awal kami adalah mengumpulkan data, bahkan bisa juga berakhir pada mediasi,” tutur Dr Wim.

Hanya saja karena masih sementara melakukan investigasi dia memastikan kasus kematian pasien asal Tobelo belum bisa disimpulkan apakah RS Kandou bersalah atau tidak dalam hal ini. Meski begitu dia berjanji akan menyampaikan hasil investigasi mereka ke publik jika semua data telah mereka kantongi. “Tunggu saja hasilnya yang pasti akan kami sampaikan ke publik, jika memang RS Kandou ditemukan bersalah yah konsekwensinya bisa sampai pada pencabutan ijin,” paparnya.
Sementara itu pihak RSUP Kandou yang diwakili Direktur Sumber Daya Manusia dan Kependidikan (SDM Diklit) DR dr Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD secara optimis dan yakin mengatakan jika pihaknya sudah menjalankan tahapan medis secara prosedural bagi pasien. “Semua pasien yang ada di RS Kandou tetap diberikan pelayanan seperti pasien lainnya, apalagi pasien BPJS. Jika salah melakukan penanganan pada mereka kita bisa dilapor ke KPK dan sanksinya berat,” ujar Paneleweng yang saat itu didampingi Kabag Umum Tonny Mangundap SH serta Kasubag Humas Meike Dondokambey.

“Jadi pada kasus kematian pasien asal Tobelo, yang dilakukan RS Kandou dari hasil laporan tim dokter yang menangani si pasien disimpulkan sudah sesuai standar akreditasi dimana apa yang didengar  dan dilihat langsung direspon bukan menunggu laporan. Semua pasien di sini kami tata sesuai keilmuwan masing-masing para dokter, dan semua dokter tetap berusaha semaksimal melakukan proses kesembuhan bagi pasien,” tambahnya.(vsc)

  






Mei 10, 2017

"Rumah Sakit Bersih dan Hijau Dambaan Bersama"

Tidak ada komentar
Manado -
Lingkungan rumah sakit bersih dan hijau, merupakan dambaan semua masyarakat yang sedang berada di rumah sakit terlebih semua petugas yang ada di rumah sakit, Dokter, Perawat, dan tenaga administrasi.

Dirut memimpin langsung kegiatan kerja bakti.
Namun untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih dan hijau atau Green Hospital tentunya memerlukan sebuah proses karena menyangkut komitmen kuat dan kerjasama yang solid dari semua komponen yang ada di rumah sakit, dan hal ini tidak dapat diciptakan sekejap mata tetapi perlu tindakan yang dilakukan secara konsisten sehingga menghasilkan perbaikan luar biasa.

Penanaman sejumlah pohon dilakukan Dirut.
Seperti itulah konsep yang sedang diterapkan manajemen RSUP Kandou Manado dalam menata lingkungan rumah sakit dalam persiapan menyambut Akreditasi Internasional JCI.
Direktur Utama dr. Maxi R. Rondonuwu, DHSM.MARS bersama dewan direksi serta staf melakukan kerja bakti, Rabu, (10/5), dengan cara melakukan penghijauan di lingkungan rumah sakit dimana menanam beberapa jenis bunga dan pohon untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat serta Hijau.

Karyawan RSUP Kandou antusias melakukan penghijauan.
Kegiatan seperti ini adalah kegiatan rutin dilakukan setiap minggu oleh semua komponen yang ada di rumah sakit Kandou dan sudah merupakan program seluruh rumah sakit di Indonesia. Diharapkan agar penghijauan seperti ini berfungsi secara optimal.
“Ini program rutin dan kami bertekad untuk mengedepankan penghijauan lingkungan di seputaran rumah sakit,” tegas Dirut. (vsc)

Ibu dan Anak Meninggal di RSUP Kandou, Ini Penjelasan Medis Dirut

Tidak ada komentar
Manado-

Peristiwa meninggalnya Hesty Toweka (31) pasien asal Tobelo Maluku Utara bersama anaknya yang masih adalam kandungan, Senin (8/5) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou Manado, yang oleh pihak keluarga dituding terlambat diberikan tindakan medis, akhirnya mendapat tanggapan pihak RSUP Kandou melalui Direktur Utama dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS.  

Berbicara di hadapan sejumlah wartawan di ruang rapat Direksi, Selasa (9/5) siang tadi, Dirut ikut didampingi Direktur Pelayanan dan Medik dr Armenius Sondakh, serta dua dokter dari tim kebidanan dan kandungan yang menangani korban yakni Dr. dr. John Wantania, Sp.OG (K) dan Dr. Juneke J. Kaeng, Sp.OG(K) serta Ns. Isje Sondakh, Amd.Keb, S.Kep, selaku Kepala Irina D, tempat korban dirawat.
 
Dirut didampingi tim dokter menjelaskan kronologis meninggalnya pasien pada wartawan.
“Jadi kami harus meluruskan bahwa korban tidak pernah dibiarkan selama mendapat perawatan, malah setiap tiga hari pasien tersebut dikontrol oleh petugas sebelum rencana operasi dilakukan,” kata Dirut membuka pernyataannya.
Diapun menceritakan kronologis awal sebelum korban meninggal. Pasien dirujuk Sabtu (0/4) dari dari Rumah Sakit Umum Tobelo Maluku Utara dengan diagnosa hamil 32 – 33 minggu, ditambah gejala penyakit Leukositosis.
Saat tiba di RSUP Kandou pasien di tempatkan pada ruangan Rawat Inap D. “Lasimnya pasien biasa tim Dokter Kebidanan dan Kandungan langsung mengambil tindakan dalam hal menangani keadaan infeksi pasien dan dilakukan penanganan bersama dokter Bagian Penyakit Dalam, dengan disertai penanganan untuk menjaga kondisi kehamilan,” sebut Dirut.
Usai infeksinya teratasi kata dia lagi, pasien kemudian direncanakan untuk terminasi kehamilan dengan cara operasi Sectio Caesarea, dengan syarat setelah umur kehamilan sudah sesudah masuk usia 37 minggu (Aterem), serta kondisi pasien memungkinkan.
Pada tanggal 26 April oleh dokter spesialis kebidanan, pasien dilakukan pemeriksaan USG ulang, kemudian hasilnya disampaikan kepada keluarga bahwa rencana operasi akan dilakukan pada pekan depan.
“Tanggal 5 Mei dikonsulkan lagi ke bagian anastesi untuk rencana operasi, dan akhirnya dijadwalkan di instalasi bedah sentral operasi dilaksanakan tanggal 08 Mei 2017, saat mana usia kehamilan sudah mencapai 36 - 37 minggu,” sebutnya.
Semua proses persiapan operasi tambah dia, juga telah dikonsulkan ke bagian bedah dalam hal melakukan pendampingan, karena memang dari hasil pemeriksaan USG ditemukan adanya Massa (Tumor) di dalam perut pasien.
Sayangnya, pada tanggal 06 Mei sekitar jam 01.00 pasien mengalami kenaikan tekanan darah 180 per 110, yang kemudian diikuti kejang hingga penurunan kesadaran. Ternyata belakangan pasien dinyatakan mengalami Eklampsia, hingga langsung ditangani sesuai protokol penanganan Eklampsia.
Pasien pun dipindahkan ke ruangan rawat Intensive Care Unit (ICU), dan  pada tanggal 08 Mei 2017 sekitar pukul 06.30 WITA, pasien dinyatakan meninggal dunia di ruangan ICU.
“Kami turut berduka, dan kejadian seperti ini tak ada satupun yang menginginkan. Secara medis kami sudah melakukan semua tindakan diantara memberi pelayanan maksimal serta memberi asupan obat-obatan terbaik, karena memang pasien dijamin dengan BPJS, jadi tak ada alasan tidak diberikan pelayanan,” ucap Dirut.

Soal tindakan, nantinya sidang kode etik akan menentukan para dokter dan perawat yang menangani pasien apabila memang ditemukan melakukan kesalahan. “Kami punya sidang kode etik tunggu saja hasilnya karena ada tim yang sedang melakukan investigasi, dan jika keluarga pasien berkehendak membawa persoalan ini ke ranah hukum kami siap menghadapinya. Yang pasti kami memohon maaf dan tak pernah meninginkan peristiwa ini terjadi,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan korban meninggal bersama bayi di dalam kandungannya. Suami korban, Desti Kalibato (28) mengatakan sejak berada di ruangan inap Irina D, dia menilai layanan yang diberikan tidak semestinya hingga isterinya meninggal. "Mereka tidak menjelaskan apa penyebabnya, sehingga proses operasi tidak dilakukan. Pasien memang peserta BPJS. Namun kami juga sempat bilang, jika ada biaya operasi, kami siap membayarnya, asal korban mendapatkan penanganan yang baik," ucapnya.(vsc)


Mei 07, 2017

WL : Saya Tidak Akan Maju di Pilkada Minahasa 2018

Tidak ada komentar
Tetempangan,-
Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut (WL) dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan tampil di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tahun 2018 mendatang.

Agenda reses Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut di Bukit Tetempangan, Desa Koha Barat.
"Akhir-akhir ini nama saya sering disebut-sebut akan maju di Pilkada Minahasa tahun 2018 mendatang. Dengan tegas saya menyatakan bahwa tidak ada keinginan untuk maju di Pilkada Minahasa," ujar WL sapaan akrabnya dihadapan ratusan warga Koha Barat dan Agotey pada saat agenda reses yang digelar di Bukit Tetempangan, Sabtu 6 Mei 2017.

Lanjutnya lagi, kepercayaan yang telah diberikan masyarakat untuk menjadi Wakil Rakyat di DPRD Sulut harus diselesaikan karena hal itu adalah tanggung jawab.

"Ketika kita diberikan tanggung jawab, maka kita harus menyelesaikan tanggung jawab itu. Masih banyak figur-figur yang lebih baik dari saya untuk tampil di Pilkada Minahasa," tegasnya.

Pernyataan tersebut tentunya menjadi jawaban terdahap beragam spekulasi dari berbagai pihak yang sering kali menyebut nama WL sebagai salah satu kandidat kuat untuk tampil di Pilkada Minahasa 2018 mendatang. (john)




Sisca Mangindaan Reses di Tiga Lokasi

Tidak ada komentar
Manado,-
Legislator Sulut, Sisca Mangindaan  melaksanakan reses I Tahun 2017. Agenda reses pertama digelar di Kelurahan Bahu Lingkungan II Kecamatan Malalayang, Rabu 3 Mei 2017. Kemudian untuk reses kedua dilaksanakan di Kelurahan Winangun Lingkungan I Kecamatan Malalayang, Kamis 5 Mei 2017.

Reses di Kelurahan Bahu.
Selanjutnya srikandi Partai Demokrat ini menutup agenda reses dengan melakukan pertemuan dengan konstituen di Kelurahan Istiqlal Lingkungan I Kecamatan Wenang, Sabtu 7 Mei 2017.
Dalam reses tersebut, banyak aspirasi yang di sampaikan warga diantaranya terkait infrastruktur jalan, soal kesehatan, bantuan sosial dan lapangan kerja.

Reses di Kelurahan Winangun.
Seperti yang diutarakan oleh warga di Kelurahan Bahu, dimana mereka meminta sekiranya Legislator Sulut bisa memfasilitasi agar supaya pemuda-pemuda yang ada di Kelurahan Bahu bisa mendapat pekerjaan di Start Square yang tidak lama lagi akan beroperasi.

"Tahun ini akan hadir Start Square yang akan segera di resmikan di Kota Manado, kami berharap anak-anak Bahu dapat bekerja  ditempat itu," kata Royke Mamadoa.

Reses di Kelurahan Istiqlal.
Beralih ke lokasi kedua dan ketiga yakni di Kelurahan Winangun dan Kelurahan Istiqlal, warga menyuarakan tentang Kartu Indonesia Pinter (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain itu juga, warga menanyakan soal bantuan korban banjir tahap kedua yang hingga saat ini belum direalisasi. Dimana menurut pengakuan warga, ada yang belum terima sejak tahap pertama sedangkan ada juga warga yang sudah menerima hingga tahap kedua.
Kemudian warga juga mengusulkan bahwa untuk meminalisir terjadinya kecelakaan sebaiknya disetiap tikungan yang ada di Kampung Arab Kelurahan Istiqlal dipasang kaca cekung.

Reses di Kelurahan Istiqlal.
Menanggapi aspirasi warga, Sisca Mangindaan mengatakan terkait Start Square nanti akan diupayakan untuk menyampaikan pada pihak manajemen Start Square.

"Saya akan meminta pada pihak Start Square agar mempertimbangkan warga Bahu untuk diutamakan bekerja menjadi karyawan karena merupakan warga sekitar lokasi. Sedangkan usulan lainnya, dirinya akan berkoordinasi dengan pemerintah kota. Soal bantuan sosial akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial," tandasnya.

Diketahui, setiap lokasi reses yang dihelat oleh Srikandi Demokrat yang low profile ini, selalu didampingi oleh unsur pemerintah setempat maupun tokoh masyarakat serta tokoh agama. (john)



Mei 06, 2017

Peringati HUT ke 17, Gereja Bethany Gelar Pengobatan Gratis

Tidak ada komentar
Manado -

 
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 15, Gereja Bethany Indonesia Manado, menggelar berbagai kegiatan diantaranya pengobatan gratis di Desa Maen Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara.

Suasana pengobatan gratis yang digelar Gereja Bethany.
Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (5/5) 2017 ini merupakan bagian dari perayaan HUT, dimana sebelumnya sudah didahului kegiatan jalan sehat bersama dan seminar rohani.

Warga begitu antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan.
“Acara ini merupakan wujud nyata Gereja Bethany Indonesia dalam rangka mewujudkan panggilan gereja sebagai gereja bersaksi, bersekutu dan melayani,” kata Ketua Panitia Rino Rogi.

Anak-anak Muslim ikut bergembira mendapat pelayanan.
Dikatakan dia, puncak kegiatan HUT ke 17 Gereja Bethany akan dilaksanakan KKR di Graha Bethany di Wanea Plaza. Untuk itu dia mengajak seluruh jemaat dan masyarakat yang berkerinduan bisa hadir pada ibadah KKR tersebut,  dan nantinya​ dilaksanakan Rabu 10 Mei 2017.(vsc)  













Jenny Mumek Reses di Desa Sea I

Tidak ada komentar
Sea,-
Legislator Sulut, Jenny M Mumek menggelar agenda reses I tahun 2017. Lokasi reses untuk menyerap aspirasi dari konstituen dilaksanakan di Desa Sea I Kecamatan Pineleng, Jumat 5 Mei 2017.

Agenda reses Jenny M Mumek di Desa Sea I Kecamatan Pineleng. 
Sebelum menjawab pertanyaan warga, Mumek menjelaskan apa yang dimaksud dengan reses kepada masyarakat.

“Masa reses adalah waktu dimana para Anggota Dewan datang kepada konstituen untuk menyerap semua aspirasi di daerah pemilihan (dapil) masing- masing  serta melaksanakan fungsi pengawasan yang dikenal dengan Kunjungan kerja,” kata Mumek.

Di tambahkan Mumek  setelah mendengar semua aspirasi kemudian akan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam  pemerintahan," paparnya kepada masyarakat Sea.
Salah satu warga Ibu Isye Pangau pada reses ini untuk masalah kesehatan meminta puskesmas kecil yang menetap.

“Puskesmas di Sea 1 memang ada,  tapi hanya 1 bulan satu kali buka,” kata pangau.

Lain lagi dengan Johan Worotidjan menanyakan soal Infrastuktur jalan.

” CHT  jalan utamanya rusak total apa minta dibuat jalan aspal beton, banyak kendaraan rusak karena jalannya rusak.
Mengenai air bersih, pembagiannya tidak merata mulai dari jaga 1 sampai jaga 5.

Kami meminta adanya perbaikan dan penambahan jaringan air juga  harus melakukan pengeboran air di beberapa titik, agar semau mendapat air bersih, ” ungkap Johan.

Menjawab semua pertanyaan masyarakat Jenny mengatakan  untuk Kesehatan memang sudah ada pencanangan dari pemerintah Kabupaten. Sudah banyak pencanganan kesehatan di laksanakan.

“Untuk desa Sea 1 kalau memang belum ada program tersebut nanti saya akan cek, ” kata Mumek.

Mumek menambahkan semua aspirasi yang di sampaikan masyarakat akan saya perjuangkan untuk di tindaklanjuti. Kami akan bahas lebih dulu dalam rana DPRD  kemudian poin-poin mana yang lebih menyentuh masyarakat itu akan kami prioritaskan untuk dapat dianggarakan pada anggaran APBD nanti.
Hadir dalam reses ini  Hukum Tua Ronald Rori, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. (john)

Mei 05, 2017

Reses Wenny Lumentut di Mokupa, Spektakuler

Tidak ada komentar
Mokupa, -
Agenda reses Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut (WL) yang dilaksanakan di Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Kamis 4 Mei 2017, begitu luar biasa dan spektakuler.
Pasalnya, Aula Katolik yang dijadikan lokasi reses sepertinya tak bisa menampung kehadiran masyarakat Mokupa yang diperkirakan mencapai angka delapan ratus. Jumlah tersebut sangat fenomenal, karena baru kali ini kegiatan reses yang dihelat oleh Legislator Sulut dengan menghadirkan ratusan warga, bahkan hampir mendekati angka seribu. Apalagi kegiatan reses ini hanya digelar di satu desa.

Agenda reses Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut di Desa Mokupa.
Dalam pertemuan tersebut, WL menjelaskan tentang maksud dan tujuan dari agenda reses, dimana para wakil rakyat di DPRD Sulut turun ke daerah pemilihan (Dapil) untuk menyerap aspirasi. Karena hal itu merupakan tanggung jawab politik sebagai Wakil Rakyat.
Pada kesempatan itu juga, Warga Mokupa mempertanyakan status hotel MBH yang sudah tidak beroperasi lagi. Menurut warga jika MBH beroperasi lagi maka banyak warga terbantu dengan kehadiran hotel tersebut. Misalkan pasar buah di sepanjang jalan pastinya banyak pengunjung hotel akan membeli hasil perkebunan warga. Selain itu perekrutan tenaga kerja yang diutamakan adalah warga Mokupa yang punya keahlian dan keterampilan di bidang perhotelan dan pariwisata.

Warga Mokupa ketika menghadiri reses Wakil Ketua Wenny Lumentut di Aula Katolik. 
Sementara warga lain juga mempertanyakan lokasi Tetempangan yang berdekatan dengan desa Mokupa. Mereka sangat mengharapkan perekrutan tenaga kerja warga desa Mokupa untuk di pekerjakan di lokasi tersebut.
Masalah air bersih juga menjadi pertanyaan warga kepada anggota DPRD Sulut untuk dapat membantu warga mencari solusi terkait kebutuhan air bersih untuk warga Mokupa.
Menanggapi pertanyaan warga, WL menjelaskan bahwa desa Mokupa yang merupakan sentra Pariwisata akan terus diperhatikan termasuk belum beroperasinya MBH. Dia berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada Pemerintah Provinsi Sulut. Sedangkan lokasi Tetempangan yang sangat berdekatan dengan desa Mokupa, WL secara spontan menjawabnya bahwa Dia berjanji akan merekrut warga Mokupa untuk dipekerjakan di lokasi Tetempangan dan akan di berikan pelatihan secara khusus kepada warga sebagai tenaga kerja profesional.
Untuk air bersih yang dirindukan warga desa Mokupa, WL berjanji akan membuat bak penampungan air bersih yang nantinya air tersebut akan dialiri dari mata air untuk membantu kebutuhan warga terkait air bersih. Dia berjanji dalam tiga bulan kedepan Bak penampungan air bersih akan direalisasikan.
Pada kesempatan itu juga, WL secara spontanitas WL memberikan bantuan uang tunai sebesar lima puluh juta rupiah untuk dipergunakan kemajuan desa Mokupa termasuk pembuatan toilet di kantor desa. WL mengatakan, bantuan tersebut nanti akan diawasi oleh BPD maupun masyarakat.
“Saya akan memberikan bantuan kepada masyarakat sebesar lima puluh juta rupiah untuk kemajuan desa Mokupa. Gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya. Saya meminta kepada BPD dan masyarakat untuk mengawasi penggunaan dana tersebut. Jika ada yang tidak beres, secepatnya dilaporkan kepada saya selanjutnya akan diteruskan kepada pihak yang berwajib," tegasnya.
Turut hadir dalam reses tersebut, Hukum Tua Desa Mokupa, Sekretaris Desa (Sekdes) Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta perangkat Desa. (john)







Mei 04, 2017

40 Mahasiswa Papua Pilih Belajar di RSUP Kandou

Tidak ada komentar

Manado-

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado kembali menerima mahasiswa dalam hal mengikuti pelatihan. Kali ini 40 mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Sorong dan mahasiswa Akademi Keperawatan Matuari Waya Manado sebanyak 31 orang akan melakukan praktek lapangan selama 2 bulan.
Direktur SDM dan Pendidikan Dr dr Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD, didampingi Kepala Bagian Diklit Dra Marieta Moningka, saat membuka pelatihan.
Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa harus mengikuti pelatihan dasar seperti Bantuan Hidup Dasar, Patient Safety, Infeksi Nosokomial dan K3RS selama tiga hari 03 - 05 Mei 2017 di aula kantor pusat RSUP Kandou.

Acara yang dibuka Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp. B-KBD didampingi Kepala bagian Diklit Dra. Marieta Moningka, serta perwakilan dari Poltekkes Kemenkes Sorong, Maria Wattimena, A.kp,M.Kes sebagai Ketua Jurusan Kebidanan dan dari Akademi Keperawatan Matuari Waya Manado Juliet Tindatu S. Kep. Ns. Selaku Pembantu Direktur I bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Para mahasiswa terlihat begitu antusias mengikuti pelatihan.
Panelewen dalam sambutannya mengatakan kehadiran mahasiswa praktek di RSUP Kandou merupakan bagian penting bagi RSUP Kandou dalam menghadapi akreditasi internasional, karena semua komponen yang ada di rumah sakit termasuk mahasiswa praktek harus bertanggung jawab juga dalam mensukseskan akreditasi Internasional JCI tahun ini.

Oleh karena itu kata dia, mahasiswa dituntut aktif dalam mengikuti praktek lapangan dan dapat memberikan kontribusi bagi rumah sakit. Usai acara dibuka dilanjutkan dengan materi praktek yang diberikan tim TOT RSUP Kandou serta para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya. (vsc)

Berita Utama