Berita Terkini:

Objek Wisata Pantai Mangga Tasik Perlu Perhatian Pemerintah

Pantai Mangga Tasik butuh sentuhan Pemerintah
Tanawangko, Vox Sulut.Com - Objek wisata Pantai Mangga Tasik di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa adalah salah-satu objek wisata pantai favorit di Sulawesi Utara. Namun kondisi pantai kurang terurus serta membutuhkan sentuhan pemerintah.

“Setiap libur hari raya atau hari Minggu pantai ini selalu ramai. Namun disayangkan fasilitas penunjang pantai apa adanya sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah,” ujar Noldy , salah-satu warga yang berjualan di pantai Mangga Tasik, Minggu (16/11/2014).

Perhatian pemerintah yang dimaksud Noldy, seperti pendopo atau tempat acara wisatawan, kamar mandi, toilet serta fasilitas air bersih untuk berbilas.

“Walaupun lokasi ini milik pribadi tapi tidak salahnya jika pemerintah juga membantu membangun berbagai fasilitas penunjang. Kan pada akhirnya akan digunakan masyarakat sendiri,” pungkasnya sembari ada sentuhan serta bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Sulawesi Utara. (john pangemanan)

Warga Ranowangko Kecamatan Tombariri Harap-harap Cemas

Rumah warga desa Ranowangko yang diterjang banjir bandang bulan Januari 2014 lalu.
Tanawangko, Vox Sulut.Com – Musim panas telah berlalu dan kini masyarakat diperhadapkan dengan musim hujan. Kendati, saat ini hujan yang turun masih terbilang ringan dan sedang, namun warga yang ditinggal dibantaran sungai mulai dilanda harap-harap cemas.

Khususnya warga Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, saat ini mulai kuatir dan waspada dengan perubahan cuaca dari musim panas ke musim hujan, karena mereka sudah trauma dengan banjir yang menerjang pemukiman warga akibat air sungai meluap Tahun 2006 silam, serta bulan Januari Tahun 2014.

“Sudah dua hari hujan mengguyur desa kami, sehingga menimbulkan kekuatiran bagi kami selaku warga desa Ranowangko. Pasalnya, kami sudah trauma dengan namanya banjir. Masih teringat peristiwa yang melanda desa kami Tahun 2006 lalu, dimana banjir bandang menerjang semua rumah warga. Bahkan terdapat puluhan rumah warga hanyut, serta ratusan rumah terendam lumpur dan ada beberapa korban jiwa yang hingga kini belum juga ditemukan,” ujar Simon Katopo dan Noldy Pinontoan kepada Vox Sulut.Com, Minggu (16/11/2014).

Kata mereka lagi, musim hujan seperti menjadi momok menakutkan bagi warga desa, karena sudah dua kali banjir menerjang pemukiman warga.

“Musin hujan sepertinya menjadi momok menakutkan bagi warga desa, sebab sudah dua kali menerjang pemukiman warga. Tapi anehnya, Pemerintah terkesan menutup mata soal ini, sebab janji untuk membuat tanggul dibantaran sungai hingga saat ini tidak direalisasi,” kata mereka lagi. (john pangemanan)

Adriana : MSM Belum Bayar Ganti Rugi Lahan

Anggota DPRD Sulut, Adriana Dondokambey
Manado, Vox Sulut.Com – Anggota DPRD Sulut, Adriana Dondokambey mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan tambang yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) belum membayar ganti rugi kepada sejumlah warga yang lahan mereka telah ditempati oleh MSM.

“Saya mendapat laporan dari warga dimana lahan milik mereka yang saat ini sudah ditempati oleh pihak MSM, belum ada pembayaran soal ganti rugi lahan. Padahal, MSM sudah berjanji akan membayar. Ironisnya lagi, permasalahan ini sudah lama, dimana sejak MSM menempati kawasan Toka Tindung yang ada di Minut maupun Bitung, tapi proses ganti rugi lahan belum juga direalisasi,” ujar Dondokambey kepada Vox Sulut, pecan lalu.

Lanjut dikatakan srikandi PDIP ini, MSM harus bertangung jawab menyelesaikan masalah ini, sebab akan berdampak buruk bagi mereka sendiri jika tidak merealisasi ganti rugi lahan.

“Ini harus diselesaikan, sebab jika tidak akan berdampak hukum bagi MSM. Apalagi mereka sudah berjanji akan melakukan pembayaran. Buktinya hingga saat ini tidak direalisasi,” kata personil Komisi III bidang Pembangunan ini.

Sebagai wakil rakyat katanya lagi, dirinya akan memperjuangkan masalah ini supaya masyarakat tidak dirugikan.

“Saya adalah representasi dari masyarakat Minut dan Bitung. Untuk itu saya akan berjuangan untuk membantu masyarakat supaya mereka mendapatkan haknya. Jika masalah ini tidak diindahkan oleh MSM, saya akan mengusulkan kepada pimpinan Komisi III maupun Pimpinan DPRD Sulut untuk menggelar rapat dengar pendapat (Hearing) dengan MSM terkait persoalan yang menimpa masyarakat yang ada di kawasan lingkar tambang,” pungkasnya. (john pangemanan)

Diguncang Gempa 7,3 SR, Warga Sulut Panik

foto www.bmkg.go.id
Manado, Vox Sulut.Com - Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (RS) menguncang wilayah Halmahera terasa hingga di Sulawesi Utara, sekitar Pukul 09:31:40WIB, Lokosi 1.94 Lintang Utara, 126.50 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 Km.

Gempa tersebut membuat panik warga di Sulawesi Utara, lebih khususnya Kota Manado dan Bitung. Dimana warga di Kota Manado yang berada di gedung bertingkat seperti mall dan hotel berhamburan keluar. Bahkan akibat guncangan gempa bumi tersebut gedung lion hotel terlihat ada yang ambruk dan retak.

Tak ayal, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini Tsunami bagi warga di wilayah Maluku Utara, Sulut, Gorontalo, Sulawesi Tenga, Maluku dan Papua Barat.

“Ini adalah benar-benar warning tsunami dari BMKG. Masyarakat yang daerahnya berpotensi tsunami harap waspada. Segera menjauh dari daerah pantai menuju lokasi yang lebih tinggi”demikian pemberitaan melalui www.bmkg.go.id.(jp)

GERAK Sulut Ingatkan Kejaksaan dan Polda

Ketua GERAK Sulut, Jimmy Tindi ketika orasi
Manado, Vox Sulut.Com - Banyaknya kasus dugaan korupsi di Sulawesi Utara yang di laporkan sejumlah LSM dan masyarakat pada Kejaksaan dan Polda Sulut, ternyata sampai saat ini jalan di tempat.

“Aparat penegak hukum tidak memperlihatkan progres yg baik. ‘Tak ada lagi ikan besar’ yg di ciduk Kejaksaan apalagi Polda fenomena apa ini?,” kata Jimmy Robert Tindi, Sabtu (15/11/2014) melalui pesan BlackBerry Messenger.

Ditambahkan Tindi, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulut, akan segera membuat rincian kasus yang sampai saat ini tertahan di pinyidikan oleh Kejaksaan dan Kepolisian Sulut.

“Kalau sampai akhir tahun ini beberapa kasus yang sudah mencuat tak kunjung selesai maka GERAK akan mendesak KPK mengambil alih kasus ini. GERAK juga mempertanyakan kasus Persibom yang terkesan di diamkan,” tambah Tindi.

Dicontohkannya, kasus MAMI Pemprov, Youth Center, Bencana Alam Talaud, Sollar Cell Manado, Jembatan Sukarno, dan lainnya yang menyebar di beberapa daerah seperti Minsel, Mitra dan Minut. (jp)