Berita Terkini:

Bupati Minahasa Terima Kunjungan Konjen AS

Bupati JWS bersama Konjen AS, Brandon Possin
Tondano, VoxSulut.Com-Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow MSi, menerima kunjungan Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat, Brandon Possin, di ruang kerjanya Selasa (16/9).
Dalam pertemuan itu, dibahas sekitar perkembangan pemerintahan, pembangunan, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan di Minahasa.
Possin mengatakan, pihaknya sangat berkesan atas kunjungannya ke Minahasa ini karena Minahasa mempunyai kekayaan alam yang melimpah dan pemerintahan yang hebat.
 “Saya sangat berkesan dengan gaya kepemimpinan Bupati yang mampu menyatukan masyarakat yang terdiri dari berbagai agama dan suku, serta mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi, sehingga kami Pemerintah Amerika Serikat sangat berkesan,” ucapnya.
Bupati Bupati Sajow, menyampaikan akan rencana kunjungannya dengan beberapa jajaran Pemerintah dan Tim Kesenian Pemkab Minahasa ke Amerika Serikat pada bulan Oktober nanti di New York dan Cecil Conty, dalam rangka tindak lanjut atas penandatangan Proclamation of Friendship antara Bupati Minahasa dengan Pemerintah Maryland pada tahun 2013 yang lalu, serta memenuhi undangan Pergelaran Seni Budaya Minahasa Night oleh organisasi Maesa New York.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Brandon Possin dan Konsjen Amerika Serikat di Indonesia ini,”papar Bupati.
Turut hadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Dr Willford Siagian MA dan pelaksana Bagian Ekonomi Setdakab Jimmy Pinangkaan SE melakukan dialog dengan Brandon Possin yang didampingi oleh Protokol Konjen Charly Raya dalam suasana yang penuh keakraban.
Di akhir pertemuan, Bupati JWS memberikan cinderamata burung Manguni dan plaket lambang Minahasa kepada Brandon Possin. (johnpangemanan)

Stand Pemkab Dapat Pujian Gubernur Sulut

Gubernur Sulut DR SH Sarundajang mendapat penjelasan dari Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow
Manado, VoxSulut.Com-Stand Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa pada pameran pembangunan dan promosi daerah, dalam rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke-50, di Kayuwatu Manado, mendapat pujian dari Gubernur Sulut, Dr Sinyo H Sarundajang.Saat berkunjung ke stand Pemkab Minahasa, Selasa (16/09), SHS memberikan apresiasi atas semua produk dan materi pameran yang ditampilkan Pemkab Minahasa.
Saat di stand, Gubernur langsung mendapat penjelasan dari Bupati JWS, dengan memperkenalkan para pejabat Pemkab dan menjelaskan semua produk dan materi yang disiapkan oleh instansi SKPD beserta Kecamatan se-Minahasa ini.
Gubernur SHS bersama rombongan sangat antusias mendengar penjelasan Bupati JWS bahkan memegang semua produk yang dipamerkan serta memberikan pujian atas kreatifitas stand, sambil mendengarkan lantunan musik bambu “Mars Minahasa” yang mengiringi suasana pameran ini.
“Bagus sekali materi pameran ini, sukses semua ya,” kata Gubernur.
Sementara, JWS bersama Wakil Bupati Minahasa, Ivan SJ Sarundajang, serta Sekretaris Daerah Minahasa, Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, menyatakan rasa puasnya atas kehadiran Gubernur Sulut dan rombongan Pemprov mengunjungi Stand Pemkab Minahasa, mengingat kunjungan Gubernur hanya dibatasi pada beberapa Stand Kabupaten/Kota dalam peninjauan saat pembukaan ini.
“Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih untuk dukungan semuanya,” kata Korengkeng didampingi Asisten I Drs Denny Mangala MSi dan Asisten III Hetty Rumagit SH.
Kehadiran Gubernur SHS ini didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun, serta jajaran Forkopimda Sulut, Ketua Panitia HUT Emas Sulut, Drs Sanny Parengkuan MAP dan jajaran Pemprov dan dari Minahasa, Wakil Ketua PKK Minahasa, Jashinta Sarundajang-Paat, Ketua DWP Minahasa, Seeve Korengkeng-Warouw, para pejabat Pemkab serta para Camat dan TP PKK lainnya.(johnpangemanan)

Bupati Minahasa Himbau Masyarakat Harus Jauhi Togel dan Miras

Drs Jantje Wowiling Sajow
Minahasa,VoxSulut.Com-Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa, agar menjauhi perbuatan judi toto gelap (Togel), Paloa (adu kelereng, red) dan minuman keras (Miras), yang kerap menjadi penyebab gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Minahasa.
Hal ini kembali ditegaskan JWS, saat meresmikan Pastori Jemaat GMIM Eben Haezer Tombasian Bawah Wilayah Kawangkoan Dua, dalam Ibadah, Minggu (14/09).
“Saya mengharapkan jemaat dan juga masyarakat agar menjauhkan dari dari semua penyakit masyarakat yang bernama judi togel, kelereng dan miras. Mari kita menjaga tanah Minahasa ini agar tetap terwujud rasa Aman, Damai dan Nyaman,” tandas Bupati saat memberikan sambutannya.
Selain itu, kepada masyarakat Tombasian, JWS juga berharap, agar industri rumah kayu di Desa ini dapat berkembang dengan baik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya.
“Ke depan nanti Pemerintah akan membantu dalam menjadikan Indrustri Rumah Kayu di tempat ini agar semakin berkembang dan mempunyai kualitas yang paling baik,” kata Penatua Pria Kaum Bapa (P/KB) Wilayah Tondano Dua ini.
Sementara, ibadah dipimpin oleh Sekretaris Bidang Departemen Pekerja Sinode GMIM, Pdt Joppy Maleke MTh, dan turut dihadiri Ketua TP PKK Minahasa, Dr Olga Sajow-Singkoh MHum, Komisi P/KB Sinode GMIM, Pnt Dr Theo Mautang, para Kepala SKPD, para Kepala Bagian, Camat Kawangkoan Barat, Drs Jhon Tendean, Ketua BPMJ Eben Haezar Tombasian Bawah, Pdt Vanny Rantung-Kamu STh dan para tokoh masyarakat serta jemaat setempat. Dalam khotbahnya Pdt Joppy Maleke mengangkat pembacaan Alkitab dalam Mazmur 82:2-5 dan Lukas 4:18-19.
Pdt Maleke mengatakan bahwa jemaat harus bersyukur karena bisa meresmikan Pastori Jemaat dan kiranya jemaat di GMIM Tombasian Bawah ini selalu memuliakan Tuhan.(johnpangemanan)

Ikan Betutu Danau Tondano Diekspor ke Singapura

Ir Ariffin Kyai Demak
Minahasa,VoxSulut.Com-Hasil perikanan Kabupaten Minahasa ternyata telah menembus pasar mancanegara. Salah satu diantaranya yaitu ikan betutu Danau Tondano yang di ekspor ke Negara tetangga, Singapura.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa, Ir Ariffin Kyai Demak mengatakan, setiap tahunnya ekspor  ikan betutu atau yang lebih dikenal masyarakat Minahasa dengan nama ‘Payangka Katak’ ini mencapai 20 ton per tahun. Menurutnya, ikan betutu yang di ekspor tersebut di beli oleh para pengusaha dari para nelayan tangkap, dengan harga mencapai Rp 80.000 per kilo-nya.
”Tergantung kualitasnya. Yang paling baik harganya mencapai Rp 80.000 per kilo,” jelas Ariffin, kepada Vox Sulut baru-baru ini.
Adapun ekspor ikan betutu ini menurut Ariffin, sangat membantu perekonomiam masyarakat nelayan, khususnya para nelayan local di daerah Minahasa. Sayangnya, hingga kini belum ada masyarakat yang berminat untuk membentuk kelompok nelayan budidaya ikan betutu di Minahasa.
“Sampai saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada para nelayan tangkap ikan betutu agar membentuk kelompok budidaya. Karena prospek ke depan, akan lebih baik jika di bentuk kelompok nelayan budidaya. Dengan begitu, para nelayan tangkap akan semakin dimudahkan,” tandasnya. (johnpangemanan)

Tindi : Usir PT MMP dari Sulut

Jim Robert Tindi
Manado,VoxSulut.Com-Tambang Biji Besi di Pulau Bangka kecamatan Likupang Timur yang dioperasikan PT.Mikgro Metal Perdana (MMP) diminta untuk angkat kaki dari Sulawesi Utara (Sulut) guna menegakan pasal 33 Undang-undang  Dasar 1945. Demikian  ditegaskan Jim Robert Tindi Mantan aktivis 98 .
“Warga pulau Bangka jangan dikorbankan hanya untuk kepentingan kapitalisme,dengan diijinkannnya PT.Mikgro Metal perdana beroperasi di Pulau bangka maka kerugian warga dan lingkungan sangatlah besar dan hal ini harusnya dipertimbangkan oleh pemerintah kabupaten karena sesuai dengan Undang-undang pertambangan nomor 4 tahun 2009 ijin eksploitasi pertambangan adalah kewenangan dari pemerintah kabupaten,” ungkap Tindi.
“Dunia tidak akan terlepas dari bahaya krisis dan malaise yang berulang-ulang datangnya, selama kapitalisme masih merajalela di atas dunia ini, selama tangkai penghidupan orang banyak dan perusahaan-perusahaan yang mengenai keperluan rakyat masih di tangan satu golongan kecil, kaum majikan,” jelas Tindi mengutip pernyataan dari Soekarno.
“ini bukan persoalan pulau Bangka saja,namun akan membawa dampak pada bagi warga kota Manado dengan limbah yang akan terbawa laut,selain itu merusak ekosistim lingkungan yang ada,tanah,hutan dan air akan tercemar dan ini akan berdampak sampai pada anak turun temurun,jadi jangan sampai kita mewariskan kerusakan lingkungan bagi turunan kita,daerah ini jangan mau jadi bangsa kuli dari pengusaha luar yang mau dimanfaatkan dengan iming-iming kekayaan,” tambahnya.
Sampai saat ini pihak pemerintah kabupaten Minahasa Utara menyatakan Ijin yang mereka keluarkan barulah pada tingkatan ijin Eksplorasi belumlah sampai pada tingkat ijin Eksploitasi.
Seperti diketahui, masuknya investor asal Cina tersebut menerima penolakan dari warga di Pulau Bangka. Bahkan, upaya hukum telah dilakukan warga, dan  membuahkan hasil. Sejak diterimanya Putusan Mahakamah Agung (MA) 291 K/TUN/2013 oleh PTUN Manado pada 20 Maret 2014 dengan mencabut segala izin yang berkaitan dengan pertambangan di Pulau Bangka, namun yang terjadi saat itu di lapangan malah sebaliknya. (obe/john)