NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    November 27, 2016

    Panji Yosua Tolak Ormas Radikal dan Intoleran

    Tidak ada komentar
    Tondano-

    Panji Yosua Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM bersikap menolak organisasi massa (ormas) yang radikal dan Intoleran. "Kami menolak semua bentuk organisasi massa radikal dan intoleran," kata Panglima Panji Yosua Brian Janny Waleleng SH, di hadapan ribuan Panji Yosua yang hadir dalam kegiatan Temu Pelayanan Panji Yosua, Sabtu (26/11/2016), di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Tondano. 

    Brian mengatakan, sebagai organisasi religius yang ada di Provinsi Sulut, Panji Yosua, akan berjuang untuk menghadapi ormas ormas tersebut. "Kami nyatakan bersama menolak radikalisme dan intoleransi di negeri ini. Pancasila dan NKRI adalah harga mati," ujar Brian. 


    Panglima PY Pnt Brian Waleleng didampingi Ketua P/KB GMIM Pnt Stefanus Liow menyerahkan dukungan tertulisnya pada Kapolda Sulut Irjen Wilmar Marpaung.

    Sementara itu, Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM yang juga Panglima Tinggi Panji Yosua Pnt Ir Stefanus BAN Liow (SBANL) mengatakan, peran dan fungsi Panji Yosua, harus dipahami oleh pengurus di aras jemaat, wilayah, rayon, serta sinode, agar saat melakukan kegiatan tidak salah kaprah. "Jadikanlah Panji Yosua sebuah organisasi yang santun dan elegan," kata SBANL.

    Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi menyampaikan apresiasi dan merasa bangga dengan adanya Panji Yosua ini. “Dimanapun saya memimpin ibadah, disitu ada Panji Yosua, itu merupakan salah satu bentuk apresiasi bahwa Panji Yosua semakin kompak,” ungkap Bupati yang juga Ketua Komisi PKB Wilayah Tondano Dua.
    Perwakilan Korem 131 Santiago juga ikut diberikan dukungan tertulis PY buat pemerintah.
    “Selaku Ketua PKB Wilayah Tondano Dua, saya berterima kasih karena Kabupaten Minahasa boleh menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Selain itu saya bersyukur, meski negara sementara bergejolak dengan isu-isu provokasi, di Sulut terlebih khusus di Minahasa tetap aman dan damai, karena di Sulut masyarakatnya cinta damai,” tegas JWS.
    Bupati JWS mengajak pula kepada seluruh PKB GMIM dan Panji Yosua ini untuk selalu bersatu dan berdoa. Akhir sambutannya, Bupati JWS mengudang kepada seluruh Pimpinan dan Anggota Panji Yosua se-GMIM untuk hadir dalam Perayaan Natal Nasional pada tanggal 28 Desember 2016 di Stadion Maesa Tondano, yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.
    Pimpinan PY, Bupati Minahasa dan mewakili Gubernur, serta Kapolda dan perwakilan Korem tampil sebagai pembicara. 
    Selanjutnya digelar Panel Dialog Pencegahan Paham Radikalisme, dengan menampilkan para Nara Sumber yang berkopenten di Provinsi Sulut ini.
    Acara yang diawali dengan Ibadah dipimpin Wakil Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Arthur Rumengan MTeol ini dihadiri Ketua Komisi PKB Sinode GMIM Pnt Stefanus BAN Liow dan jajarannya, Panglima Panji Yosua PKB GMIM Pnt Brian Waleleng SH dan pasukannya, Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung SH, Kasiter KOREM 131 Santiago Kol Theo Kawatu, Plh Kaban Kesbangpol Sulut Evans Steven Liow SSos, Ketua DPRD Minahasa James Rawung SH, Dandim 1302 Minahasa Letkol CZI Moh Andi Kusuma, para pejabat Pemkab Minahasa dan ribuan Anggota Panji Yosua PKB se-GMIM.(vsc)
    Ini 5 Pernyataan Sikap Panji Yosua P/KB GMIM:
    1. Sebagai gereja terpanggil untuk memperkokoh jati diri, integritas, dan citra di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    2. Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara harus kita jaga, pahami, hayati, dan laksanakan dalam pranata kehidupan sehari-hari. Dimana Pancasila menjadi sumber nilai ideologi, UUD 1945 sebagai aturan yang harus ditaati, NKRI adalah harga mati, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat semua rakyat.
    3. Menolak segala bentuk organisasi masyarakat yang radikalisme dan intoleransi.
    4. Meminta aparat penegak hukum agar profesional menjalankan tugas dan tidak tunduk pada tekanan tekanan kelompok tertentu maupun intervensi politik.
    5. Meminta seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga gereja untuk menyongsong dan merayakan Natal Yesus Kristus.



    BERITA UTAMA