NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Januari 23, 2017

    Andes: Persoalan Hukum Paris 88 dan Hotel Big Fish Belum Selesai

    Tidak ada komentar
    Manado –

    Arie Andes SH MH, selaku Penasehat Hukum (PH) Suryono Wijoyo pemilik pangkalan transportasi Paris 88 membantah tegas pernyataan Piter Samuel pemilik Hotel Big Fish (BF), yang menyebut persoalan hukum antara Suryono dan Piter telah selesai. “Pernyataan Piter Samuel (pemilik Big Fish Hotel) bahwa persoalan sudah clear dengan Surjono Wijoyo terkait HO adalah tidak benar,” tegas Andes saat menghubungi wartawan kemarin.

    Arie Andes SH MH

    Kata mantan staf pengajar di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta ini, selaku pemilik usaha transportasi Paris 88, kliennya mengerti betul perihal teknis pengurusan perisinan usaha. Bahkan kliennya sangat memahami betul posisi Pemerintah Daerah yang sangat konsern dan membantu/menunjang ruang investasi di semua sektor terlebih di bidang pariwisata dan perhotelan, dengan mempermudahkan proses pengurusan administrasi.

    “Akan tetapi Investasinya harus berbasis sejuk dan nyaman serta ramah lingkungan,” papar mantan Pengacara Yayasan Wenas UKIT ini.

    Dikatakan Andes lagi, kliennya juga sangat memahami kehadiran Gubernur saat peresmian hotel tersebut sebagai wujud support dan stimulus kepada pengusaha lokal agar bergairah dalam mengembangkan sektor pariwisata perhotelan dengan tidak melupakan aspek etika berbisnis.

    “Yang pasti persoalan ini akan tetap berlanjut dan belum selesai,” kata Humas UKIT ini. Sebelumnya diberitakan Hotel Big Fish Manado yang terletak di kawasan Boulevard Manado, Kamis (19/01) lalu diresmikan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Menariknya, hotel ini dianggap masih bermasalah karena dalam sengketa hukum
    "Perlu diketahui hotel tersebut masih terlibat sengketa tanah dengan klien kami selaku pemilik pangkalan Paris 88 yang lokasinya berdempetan dengan hotel Big Fish,” tukas Arie Andes.
    Permohonan PK yang diajukan Suryono Wijoyo terkait putusan PTUN
    Dijelaskannya, karena masih ada proses perkara maka sesuai aturan hukum tidak boleh ada aktivitas sebelum ada keputusan yang inkra. 

    "Kami mau sampaikan bahwa pemilik hotel telah kami laporkan ke Polda Sulut dan telah berstatus tersangka. Selanjutnya kami telah mengajukan banding atas putusan PTUN Manado. Makanya kami minta Gubernur Sulut untuk meninjau kembali izin operasi hotel tersebut,” ujar
    dia.

    Gubernur saat meresmikan Hotel Big Fish.
    Diketahui, perseteruan Surjono Wijoyo selaku pemilik pangkalan Paris dan pemilik hotel BF yakni Ko Petter mencuat medio 2015 lalu. Oleh Suryono mengaku tidak pernah diberitahukan di lokasi dekat pangkalannya akan dibangun hotel. 

    Petter sendiri selaku Pemilik Hotel Big Fish langsung melakukan bantahan dan mengaku sudah tidak ada masalah hukum dengan pemilik pangkalan Paris. “Semua sudah selesai dan tidak ada masalah,” kata dia. (vsc)


    BERITA UTAMA