NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Februari 21, 2017

    Gabungan Laskar Adat Desak Bubarkan FPI

    Tidak ada komentar
    Manado,-

    Angka 212 menjadi moment penting bagi ribuan laskar adat yang tergabung dari berbagai organisasi masa yang ada di Bumi Nyiur Melambai untuk menggelar aksi damai. Gedung Cengkih sebutan Kantor DPRD Sulut menjadi lokasi untuk menyuarakan aspirasi. Muaranyapun, para wakil rakyat didesak untuk menggelar sidang paripurna dalam rangka pembubaran FPI.

    Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut ketika menerima para pendemo.
    Seruan agar pimpinan FPI Habib Rizieq ditangkap dan diadili,  ikut pula menjadi aspirasi pendemo. Itu ditegaskan sebagai bentuk komitmen warga Sulut untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    "Kami,  warga Sulut, warga Minahasa menolak kehadiran organisasi atau pihak-pihak yang ingin memecah belah NKRI dan tetap komit untuk membela NKRI. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi agar anggota DPRD Sulut ikut mendesak agar pemerintah pusat membubarkan FPI dan mendesak aparat menangkap Habib Rizieq,  karena secara nyata telah melakukan perbuatan yang dapat mengganggu kedaulatan NKRI. Karenanya kami meminta agar DPRD Sulut dapat menggear sidang paripurna membubarkan FPI, sebagai bukti konkrit sikap warga Sulut menolak organisasi tersebut," ujar para orator demo, Selasa (21/02/2017)

    Ribuan Laskar Adat memadati halaman Kantor DPRD Sulut.
    Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut yang didampingi Ketua Komisi I, Ferdinand Mewengkang, anggota dewan Jems Tuuk, Eva Sarundajang serta Jeanny Mumek, menyambut positif aspirasi pendemo. "Ini akan kami laporkan dan dibahas ditingkatan pimpinan DPRD Sulut, untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat," ujar Lumentut.

    Politisi Partai Gerindra ini sepakat jika NKRI harus di jaga bersama-sama. "NKRI adalah harga mati, jika ada organisasi atau oknum yanh ingin merusaknya, itu harus kita lawan dan usir dari bumi nyiur melambai. Saya siap mengundurkan diri sebagai anggota dewan, jika organisasi atau oknum yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan di Sulut, hanya dibiarkan bebas dan tidak diproses hukum," teriak Lumentut yang langsung disambut teriakan I Yayat U Santi oleh seluruh pendemo.

    Diketahui,  aksi ini diikuti oleh semua organisasi atau LSM adat yang ada di Sulut. Diantaranya, Brigade Manguni, Milisi Waraney, Garda Manguni, Laskar Manguni Indonesia dan lainnya yang menyatu dalam Forum Komunikasi Antar LSM dan Ormas Sulawesi Utara yang disingkat F-KALO. (johnpangemanan)

    BERITA UTAMA