NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Februari 10, 2017

    Peringatan HUT ke 22 RSUP Kandou Kental Budaya Daerah

    Tidak ada komentar
    Manado-

    Ada yang beda dan menarik dalam perayaan ibadah syukur HUT ke 22 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou Manado, Kamis (09/02) pagi. Seluruh jajaran direksi, pejabat struktural serta beberapa undangan yang hadir, semuanya kompak mengenakan busana khas Sulawesi Utara.  

    Pemasangan lilin HUT dilakukan jajaran Direksi.
    Selain itu, dalam tata cara ibadah yang digunakan beberapa lagu daerah khas Minahasa dan Sangihe ikut dinyanyikan. Puncak perayan HUT kali ini kian menarik dengan penampilan tarian maengket, masamper hingga tarian adat Borgo, yang semuanya dilakoni oleh pejabat struktural, perawat hingga staf di RSUP Kandou.
    Dirut saat menyampaikan sambutan.
    Acara dimulai dengan penyampaian laporan panitia yang disampaikan Ketua Panitia dr Armenius Sondakh, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan maengket kasih dipimpin dr Armenius Sondakh, dilanjutkan Masamper Tabuh Gendang pimpinan Ketua Dharma Wanita RSUP Kandou dr Merry Rondonuwu-Rumbay, yang dilanjutkan dengan ibadah dipimpin Pdt Teddy Batasina, STh, yang dalam khotbahnya mengutip pembacaan dari Mazmur 117 ayat 1 dan 2.
    Jajaran Direksi tampil mengenakan pakaian adat khas Minahasa.
    Ia berpesan, manajemen dan jajaran rumah sakit itu harus berpijak pada kasih dalam bekerja."Ini lembaga sosial. Sebagaimana teladan Daud. Layanilah orang lain penuh ketulusan hati. Melayani mereka yang lemah merupakan wujud kepedulian kepada sesama, dan jangan pernah melupkan Tuhan dalam setiap melayani pasien,” kata Batasina.
    Pemukulan Tetengkoran sebanyak 22 kali, tanda usia RSUP Kandou.
    Dirut RSUP Kandou dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS saat menyampaikan sambutan menyebut, pihaknya kini sedang mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional. Meski dalam renstra targetnya 2019, dimana persiapan yang dilakukan saat ini meliputi penambahan fasilitas rumah sakit, peralatan medik, sumber daya, organisasi dan layanan publik. Untuk lembaga akreditasi, ada dua kemungkinan, Joint Commision International (JCI) dari AS atau Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dari dalam negeri.
    Lagu khas Borgo dibawakan Ketua SPI dr David Kaunang dan Ketua Promkes dr Ivone Rotty, dan tim.
    Kata dia lagi, akreditasi menjadi tujuan demi mencapai visi RSUP Prof Dr RD Kandou sebagai rumah sakit rujukan nasional bertaraf internasional. Sejauh ini, dia menegaskan pihaknya telah menjadi rumah sakit pendidikan terbesar dan menjadi pilihan masyarakat di Indonesia timur. "Saat ini kita jadi rujukan di Indonesia timur. Tak sedikit pasien dari provinsi tetangga Sulut, Gorontalo, Palu, Maluku hingga Papua berobat ke sini. Radio Therapy satu-satunya di Indonesia timur. Sangat membantu pengidap kanker, ini menjadi kebanggaan bersama dan tentu harus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
    dr Armenius Sondakh memimpin para pejabat struktural menari sambal bernyanyi lagu daerah.
    Beragam fasilitas perawatan kesehatan modern kini sudah ada di RSUP. Diantaranya, Cardiac Center, Ruang HD (Hemodialisa) dengan kapasitas mesin cuci darah 110 unit lebih dan terbaru, Radio Therapy satu-satunya di Indonesia timur. Pada peringatan HUT ke-22, saat ini diharapkan menjadi momentum untuk menjadi BLU (Badan Layanan Umum) bertaraf internasional. Untuk itu semua komponen di RSUP menjiwai budaya profesional dalam bekerja.

    Ketua Dharma Wanita RSUP Kandou memimpin aksi Masamper.
    "Tahun ini merupakan momentum utama, karena tahun ini RSUP Prof Kandou banyak menuai keberhasilan. Dan juga produktivitas RSUP Prof Kandou selama 3 tahun terakhir ternyata naik hingga mencapai 360 M, oleh karena itu momentum tahun ini team work harus bergerak, karena melihat tantangan kedepan yang berat," tukasnya sembari menyebut pihaknya telah mencanangkan untuk tahun ini sebagai tahun kesejahteraan bagi RSUP Prof Kandou.

    Tarian maengket dibawakan para perawat RSUP Kandou.
    Pada perayaan ini hadir Direktur Pendidikan dan Pelatihan DR dr Jimmy Panelewen, Direktur Keuangan Erwin Susanto SE, Ketua SPI dr David Kaunang, mantan Dirut dr Chritian Tilaar, Kadis Kesahatan Sulut, Kadis Kesehatan Manado serta sejumlah mitra kerja.(vsc)




    BERITA UTAMA