NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 24, 2017

    Ini Hasil Diskusi Anggota DPD Sulut dengan Ketua GRANAT

    Tidak ada komentar
    SBANL Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

    Manado –

    Salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulut Ir Stefanus BAN Liow, yang duduk di Komite III DPD RI, Kamis (23/03) menggelar diskusi soal pengawasan atas pelaksanaan UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, bersama Ketua Gerakan Narkotika (GRANAT) Sulut Pdt Billy Johanis STh, dan jajaran di salah satu rumah makan di kawasan Mega Mas, dalam rangka Reses anggota DPD RI Dapil Sulut.
    Pada diskusi tersebut dihasilkan beberapa aspirasi yang akan disampaikan di sidang DPD RI nanti, diantaranya soal usulan anggota TNI bisa menjadi Kepala BNN, minuman keras tidak boleh disatukan dengan Direktorat Narkoba serta penerapan Pasal 112 yang sering dijadikan Pasal negosiasia oleh oknum-oknum di Pengadilan.

    SBAN Liow didampingi Ketua GRANAT, diskusi bersama terkait Narkotika
    "Kami mengusulkan agar jangan hanya anggota Polri saja yang bisa menduduki Kepala BNN, orang yang peduli Narkoba serta anggota TNI bisa jadi Kepala BNN, karena selama ini kami mengamati BNN agak lemah dalam pengawasan bahkan ada oknum BNN yang ikut bermain di pusaran narkoba,” tegas Pdt Billy.
    GRANAT sendiri kata dia dalam waktu dekat akan menggelar demo di Konsulat Filipina, untuk memberi apresiasi pada Presiden Duterte yang sangat konsen memberantas Narkotika di negaranya.

    Di Indonesia, lebih khusus Sulut sendiri Pdt Billy mengatakan, saat ini banyak konspirasi tingkat tinggi yang terjadi di tingkatan penyidik mulai dari penyidik Kepolisan, Kejaksaan hingga Hakim. “Ada modus baru yang dipakai dalam penerapan Pasal 112 yang didalamnya ada unsur memiliki, menyimpan dan menguasai, saat di Pengadilan Pasal ini dijadikan negosiasi satu paket. Artinya, Hakim tak mau menerima uang dari terdakwa namun hanya lewat Jaksa. Jika tidak ada kesepakatan konsekwensinya adalah vonis penjara. Info ini saya dapat langsung dari terdakwa narkoba dan ini sudah berlangsung di Pengadilan di Sulut,” tegasnya.
    Sementara itu, Ir Stefanun BAN Liow mengatakan, hasil rapat dengar pendapat Komite III DPD RI bersama BNN tanggal 1 Februari, dinyatakan pengungkapan kasus narkotik selama tahun 2016 tergolong begitu besar, dimana ada sejumlah 807 kasus diselesaikan dengan jumlah tersangka 1238 orang. Kemudian pemusnahan lahan ganja sebanyak 8 titik lokasi sejumlah 18 hektar, perolehan barang bukti Sabu 1,02 Ton, ganja 2,68 Ton dan Ekstasi 754.094 butir, dengan total penyitaan asset bandar sebesar Rp 261,86 M.

    “Dari data BNN bukan hanya orang tua, dewasa, remaja dan anak usia sekolah, namun telah ditemukan seorang balita terkena narkotika jenis Sabu akibat orang tuanya pengguna aktif,” kata Liow.
    Kondisi yang sangat ironis inilah yang membuat secara tidak langsung Indonesia berada dalam darurat Narkotika, untuk itulah Liow selaku anggota DPD berkewajiban menggali aspirasi, gagasan dan akar permasalah berkenan dengan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, sekaligus menyatakan perang terhadap narkoba.

    “Jadi hasil diskusi serta temuan dari daerah akan menjadi bahan pertimbangan pendapat Komite III berkaitan dengan substansi dan implementasi Pasal pada UU No 35 tahun 2009, sekaligus mendapatkan solusi strategis dalam hal pemberantasan Narkotika,” ujarnya.(vsc)


    BERITA UTAMA