NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 06, 2017

    PT PGE Lahendong "Remehkan" Tenaga Kerja Lokal

    Tidak ada komentar
    Manado,-

    PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong telah beroperasi sejak 30 tahun yang lalu. Ironisnya, perseroan terbatas milik negara yang bergerak di bidang panas bumi itu, dinilai ingkar janji. Komitmen untuk merekrut tenaga kerja lokal hingga kini tak kunjung terealisasi.

    Legislator Sulut, Jenny Mumek.
    Menyikapi hal itu, Legislator Sulut Jenny Mumek menilai bahwa PT PGE Lahendong tak peduli dengan kondisi masyarakat sekitar lokasi panas bumi, antara lain, Desa Kasuratan, Tondangow, Pangolombian, Tonsewer serta Desa Tember Kecamatan Tompaso.

    "Sesuai kesepakatan awal, PT PGE berjanji akan merekrut tenaga kerja dari warga sekitar. Namun kenyataannya, tak ada warga lokal yang direkrut untuk bekerja. Tentunya, sebagai wakil rakyat, saya meminta PT PGE supaya komitmen dengan kesepakatan awal untuk merekrut tenaga lokal. Jangan sampai membuat keputusan yang bisa saja membuat emosi warga menjadi marah hingga melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Mumek, kepada wartawan baru-baru ini.

    Bahkan srikandi PDIP ini menilai, perekrutan tenaga kerja lokal dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi pengeboran. Sebab, yang merasakan dampak dari aktivitas pengeboran tersebut adalah masyarakat sekitar. Apalagi, hal itu merupakan janji dari pihak perusahaan.

    "Intinya PT PGE Lahendong harus menghargai hasil kesepakatan awal. Sebab jika hal itu tidak ditindak-lanjuti maka kami menggangap PT PGE telah melakukan pembohongan kepada warga sekitar lokasi pengeboran yang begitu berharap dapat bekerja di perusahaan milik negera itu," tegas Sekretaris Komisi I DPRD Sulut yang membidangi Hukum dan Pemerintahan sembari menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila janji yang telah disampaikan oleh PT PGE kepada masyarakat tidak direalisasi. (john pangemanan)


    BERITA UTAMA