NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 26, 2017

    Remaja Bethesda Gelar Pelayanan ke GPIB Ekklesia Bali

    Tidak ada komentar
    Bali -

    Komisi Pelayanan Remaja GMIM Bethesda Ranotana Manado, Minggu (26/03) mengadakan pelayanan rohani ke Gereja Protestan bagian Barat (GPIB) Jemaat Ekklesia Bandar Udara International I Gusti Ngurah Rai Bali.
    Di GPIB Ekklesia Komisi Remaja Bethesda diterima langsung Ketua Pelayanan Kategorial (Pelkat) Teruna (Remaja-red) Charon Hukom didampingi Ketua I Badan Pekerja GPIB Ekkesia Arnold Moningkey. “Selamat datang di GPIB Ekklesia, kami sangat bersyukur dengan kedatangan teman-teman pelayan remaja dari Manado,” ujar Charon menyambut kedatangan Komisi Remaja Bethesda, yang dipimpin Ketua Komisi Pnt Steven Rondonuwu.
      
    Suasana Sharing Pelayanan.

    Sebelum mengikuti ibadah bersama, kedua Komisi Kategorial melakukan sharing pelayanan terkait pelayanan bagi remaja di jemaat masing-masing. Terungkap, untuk GPIB Ekklesia ibadah hanya dilakukan pada setiap hari Minggu di gereja, namun dipisah dengan ibadah umum bersama jemaat. “Kalau kita ibadahnya hanya setiap hari Minggu jam 9 digelar di lantai II,” ujar Charon.

    Foto bersama Remaja dan Pembina GPIB Ekklesia.
    Wanita berdarah campuran Sangihe Langowan yang lahir dari Keluarga Makasuci - Massie ini menyebutkan, kesulitan yang dia alami dalam hal melayani remaja adalah jika pada setiap ibadah sedikit anggota remaja yang hadir. “Seperti hari ini mungkin karena hujan yang hadir hanya sekitar 20 orang, biasanya 80-90 orang,” tegas Charon.
     
    Suasana di ruang ibadah remaja GPIB Eklesia.
    Untuk pendanaan dalam kegiatan pelayanaan juga terungkap saat sharing. Dia menyebut untuk dana membiayai kegiatan semua diambil dari Kas Gereja. “Untuk menunjang kegiatan pelayanan berapapun yang kami minta itu yang disediakan gereja, artinya tidak ada patokan subsidi dana per tahun, semua tergantung permintaan,” kata dia.

    Ketua Remaja Bethesda Pnt Steven Rondonuwu memberi cendera mata pada Ketua Remaja GPIB Charon Hukom.

    Meski begitu dia mengakui untuk kegiatan Remaja di GPIB Ekklesia setiap tahunnya tidak sebanyak yang dilakukan Remaja Bethesda. “Ibadah Natal, pelayanan ke panti asuhan dan ibadah padang, itu merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setiap tahun ditambah ada kegiatan lain,” ujarnya.

    Soal teknis ibadah di GPIB Ekklesia semua anggota remaja diberikan peran seperti Pelayan Firman, MC, Pembawa Pujian hingga pemain musik, hal itu dilakukan agar supaya para remaja tidak bosan dalam beribadah serta merasa diberi peran.
    Foto bersama Komisi Remaja Bethesda di dalam Gereja.
    “Hal yang rutin sering kami lakukan adalah melakukan sharing dengan adik-adik remaja sambil menanyakan apa cita-cita mereka. Anak remaja disini banyak yang mempunyai cita-cita jadi Pilot, Chief dan Pengusaha. Berdasarkan hal itu kami pun sering menghadirkan Pilot, Chief dan Pengusaha untuk berbicara langsung dan memotivasi para remaja,” tuturnya.

    Sementara itu Ketua I Badan Pekerja GPIB Ekklesia Arnold Moningkey menyebut perbedaan remaja di Bali dan Manado adalah soal pergaulan. Lelaki yang menempuh pendidikan SMP hingga tamat di Fakultas Tehkik Unsrat ini mengaku banyak mengetahui pergaulan anak muda di Manado.


    “Anak remaja di Manado sudah mengenal rokok dan minuman keras, dan banyak yang meninggal sia-sia karena kriminalitas. Banyak alami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor tabrakan, setelah ditanya ternyata dalam kondisi mabuk, tawuran di sekolah, narkoba serta kenakalan lain. Kalau di Bali bedanya anak remaja disini karena rata-rata pendatang, jadi mereka jika malam hari jarang keluar rumah,” kata Arnold.  

    Foto bersama di depan Gereja GPIB Ekklesia.
    Peran orang tua tambahnya tentu sangat penting dalam hal ini, karena ketika anak remaja sudah berada di rumah secara otomatis itu jadi tanggung jawab orang tua. Meski begitu dia memuji GMIM yang terkenal dalam hal pembinaan khusus di paduan suara. "Kami ingin sekali ikut lomba paduan suara serta melakukan pelayanan paduan suara di gereja, sayangnya tidak ada pelatih untuk melatih, beda dengan GMIM yah, setahu saya setiap festival Choir di Bali pasti GMIM paling banyak mengutus peserta," papar Arnold.

    Usai sharing, Komisi Remaja Bethesda yang terdiri dari Levy Kaparang, Jerry Najoan, Jubilly Beleng, Jeine Pangkey, Lendi Terok serta tiga orang Pembina Alfani Pua, Romando Rondonuwu serta Agnesty Siwi, ikut ibadah bersama remaja GPIB Ekklesia.(vsc)

    BERITA UTAMA