NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    April 06, 2017

    RSUP Kandou Hadirkan Ruang PICU Standar International

    Tidak ada komentar
    Manado -

    Rumah Sakit Prof. DR. RD Kandou Manado terus memanjakan pelayanan terhadap pasien. RS terbesar dan terlengkap di Sulawesi Utara ini, Rabu (5/4) kembali menghadirkan salah satu fasilitas pelayanan berstandar international. Adalah Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) namanya, yang oleh Direktur Utama RSUP Kandou Dr Maxi Rondonuwu, DHSM MARS, telah mulai dimulai penggunaannya.

    Peresmian dimulai dengan ibadah dipimpin Pdt Saul Moniung, yang mengutip pembacaan pada Amsal 14 ayat 1-3. “Fasilitas yang dititip Tuhan ini wajib dijaga,” tegasnya.

    Pdt Saul Moniung, menahbiskan pemakaian gedung PICU.
    Sementara itu, Dr Maxi Rondonuwu dalam sambutannya menyatakan rasa syukurnya atas peresmian PICU, meski menjadi fasilitas paling akhir yang diresmikan dari proyek tahun lalu karena memang terlambat dikerjakan.

    Memang kata dia, Direksi sempat berpikir apakah bagian kanker dulu atau PICU yang akan diresmikan dan disepakati PICU lebih dulu. “Semoga bagian Kanker dapat ditender dalam waktu dekat ini,” katanya sambal menyebut dari saran Dewan Pengawas RSUP, persyaratan intensif harus lima persen dari jumlah tempat tidur secara keseluruhan, dengan 800 tempat tidur minimal ada 40 tempat tidur untuk intensif.


    Dirut RSUP Kandou saat menyampaikan sambutan.
    “Saat ini PICU ada 12 tempat tidur, Intensive Care Unite (ICU) 24 tempat tidur dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) 18 tempat tidur berarti ada 54 tempat tidur. Itu lebih dari lima persen," katanya bangga.

    Terobosan yang dilakukan ini tambahnya memang banyak yang merasa khawatir dengan alasan takut akan rugi, namun karena ikut didasari ikut berjuang sesuai akreditasi, Dirut percaya tidak ada kerugian karena Tuhan pasti akan menolong.

    Ketua Dewan Pengawas Dr Pattiselanno Roberth Johan, MARS menyampaikan sambutan
    “Seperti ruang ICU yang setelah dibangun sudah memiliki sarana peralatan medis karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP), kini PICU sudah diisi dengan alat canggih dan lengkap,” papar Rondonuwu.  

    Untuk itu Ia pun berharap dokter penanggungjawab untuk mematangkan para staf segera belajar untuk mengoperasionalkan peralatan yang ada, setelah itu akan dikirim ke pusat-pusat pendidikan.

    Dirut pun memaparkan semua infrastruktur dan peralatan perawatan sudah ada, dimana pada Februari 2017 sudah terdapat laba Rp 33 miliar di luar umum. "Tadinya delapan sampai sepuluh miliar rupiah per bulan sulit. Kalau sekarang diluar beberapa piutang bisa mencapai Rp 35 miliar," katanya.

    Suasana acara peresmian.
    Tugas saat ini kata Dirut yang murah senyum ini, semua dokter hingga perawat untuk bekerja dengan tekad melakukan yang terbaik bagi pasien. “Jalin terus komunikasi dengan pasien karena itu yang terpenting karena jika putus sorotan dan komplain lagi akan dilakukan, dan ujungnya Dirut lagi disalahkan. Kerja sajalah jangan terpengaruh politik,” urai Dirut tegas.

    Foto bersama Direksi, Dewan Pengawas, dokter dan perawat ruangan PICU.
    Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Kandou Dr Pattiselanno Roberth Johan MARS, mengatakan, perkembangan RSUP Kandou dibawah Dr Maxi Rondonuwu sangat pesat perkembangannya, dibandingkan saat dia masuk sebagai dewan pengawasan di pertengahan 2014. “Luar biasa rumah sakit ini mengalami perkembangan. Karena itu saya mengapresiasi direksi yang juga menerima masukan dewan pengawas. Mari kita terus bekerja lebih giat, dan menjaga motivasi pelayanan," ujarnya.

    Fasilitas Ruang PICU yang baru diresmikan.
    Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Anak, Rocky Wilar mengatakan PICU ini merupakan impian yang jadi kenyataan. Itu hanya ada di RS Kandou. Sedangkan Kepala Irina E, Abram Babakal, mengatakan akan ada dua perawat yang sementara training di Yogyakarta untuk menangani intensive. “Ini perlu dilakukan untuk mengedepankan pelayanan,” ujarnya.

    Hadir dalam peresmian kemarin Direktur Medik dan Keperawatan Dr Armenius Sondakh, anggota Dewan Pengawas Dr Makentur JN Mamahit, SPog, Ketua SPI Dr David Kaunang serta sejumlah pejabat struktural, dokter dan perawat. (vsc)


    BERITA UTAMA