NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Mei 20, 2017

    Kintjem: Kebijakan PD Pasar Sudah Sesuai Aturan

    Tidak ada komentar
    Manado –

    Direktur Utama PD Pasar Manado Ferry Keintjem SE, Sabtu (20/5) pagi mengundang perwakilan pedagang pasar dan wartawan untuk menggelar rapat bersama, membahas kebijakan PD Pasar Manado dalam merevitalisasi pasar di Kota Manado.

    Dalam pertemuan tersebut, Arbudin Ardin Noho, menjadi Juru Bicara mewakili pedagang mempertanyakan kebijakan PD Pasar yang menaikkan tarif sewa lahan dan tempat usaha dan relokasi tempat berjualan. “Kami mempertanyakan kenaikan tarif sewa yang tinggi. Apakah ada payung hukum untuk Perdis yang telah dipakai PD Pasar sebagai acuan tarif sewa? kami juga menolak untuk dipindahkan dari lokasi kami saat ini, ke lokasi yang telah disediakan PD Pasar, dan alasan pemindahan lokasi tempat berjualan kami,” ujar Ardin.
    Suasana pertemuan antara Direksi PD Pasar dan Pedagang yang ikut disaksikan wartawan.
    Hal tersebut disampaikan Ardin karena adanya keberatan dari pihak pedagang yang akan menaikan harga sewa dan menolak untuk dipindahkan tempat usahanya ke daerah hanggar yang telah dibangun PD Pasar Manado di  wilayah Pasar Bersehati yang bisa menampung 72 pedagang.
    Dalam penjelasannya, Dirut mengatakan kebijakan kenaikan tarif PD pasar itu sudah jelas, karena sudah dikaji terlebih dahulu dan tentu saja sesuai aturan yang ada.

    “Kenaikan tarif sewa ini sudah dikaji terlebih dahulu. Dan tentu saja bukan dengan seenaknya untuk menaikkan tarif. Kami tetap berpegang pada aturan yang ada dan tak ingin menyalahi aturan,” jelas Keintjem.

    Dasar kenaikan tarif sewa kata dia, adalah Peraturan Direksi (Perdis) no 1 tahun 2016. Perdis ini pun ada cantolan hukumnya pada Peraturan Daerah (Perda) no 1 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Perusahan Daerah Pasar. “Tarif sewa sudah diatur dan mengacu dalam (PERDIS) Peraturan Direksi Tahun 2011 di mana harga per meter Rp 4000. Dengan luas 3 m x 4 m x Rp 4.000 adalah Rp 48.000, dan ditambah uang listrik Rp 10.000, totalnya Rp 58.000. Itupun kalau perhitungan dengan 1500 pedagang, sementara di pasar Bersehati ada sekitar 1800 pedagang. Jadi soal kenaikan tarif sewa dan pemindahan lokasi berjualan dipasar, sudah diatur dalam Perda,” tegasnya.

    Apalagi dia menyebut Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Walikota Manado sebagai pemegang saham, memiliki program revitalisasi pasar tradisional, dimana pasar tradisional tak harus kalah bersaing dengan pasar modern, dan juga pemindahan lokasi berjualan bagi pedagang adalah program revitalisasi pasar tradisional agar lebih tertata, indah, nyaman dan menarik bagi pengunjung. (riskysondakh)

    BERITA UTAMA