NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    November 27, 2017

    Angka Kematian Saluran Cerna Tinggi, RSUP Datangkan Ahli dari Luar Negeri

    Tidak ada komentar


    Manado -

    Saat ini angka kejadian dan kematian akibat penyakit gastrointestinal atau saluran cerna terus mengalami peningkatan. Penyakit ini merupakan salah satu dari 10 penyakit yang paling sering menyebabkan pasien harus dirawat dan penyebab kematian kelima tersering.

    Demikian dijelaskan Ketua KSM/Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unsrat dr BJ Waleleng, SpPD-KGEH, pada Workshop, yang digelar Jumat-Sabtu (24-25/11) di bagian Penyakit Dalam RSUP Kandou.


    Kata dia, ilmu dan teknologi kedokteran yang berkembang pesat telah menghasilkan prosedur diagnostik dan terapi yang cepat dan tepat khususnya dibidang saluran cerna, salah satunya adalah penggunaan endoskopi saluran cerna.

    "Prosedur diagnostik dan terapi endoskopi saluran cerna merupakan sarana utama yang mutakhir dalam mendiagnosis dan untuk menangani kasus-kasus penyakit saluran cerna ini. Berdasarkan data dari Indonesian Society of Digestive Endoscopy (ISDE) atau Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang, hanya memiliki sekitar 550 dokter yang berkompeten dalam melakukan prosedur endoskopi saluran cerna dan kurang dari 15% diantaranya memiliki kompetensi dalam melakukan endoskopi tingkat lanjut (advance endoscopy procedure)," kata dia.


    Sementara itu Dr dr Dadang Makmun, SpPD-KGEH selaku Ketua Umum PEGI menyebut, tantangan bagi PEGI untuk meningkatkan kuantitas dan keterampilan dokter di Indonesia yang memiliki kompetensi dalam bidang endoskopi saluran cerna, baik kompetensi dasar maupun lanjutan.

    Diketahui, sebagai rumah sakit pusat rujukan nasional yang terakreditasi paripurna, RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado telah memiliki 6 sarana diagnostik dan terapi unggulan salah satunya yaitu Pusat Endoskopi Saluran Cerna yang dilengkapi dengan alat endoskopi yang canggih baik dari segi diagnostik maupun terapi.

    Hal inilah yang mendorong Bagian Penyakit Dalam melalui Program Studi Ilmu Penyakit Dalam FK UNSRAT khususnya Divisi Gastroenterologi untuk bekerjasama dengan Pengurus Besar Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PB-PEGI) untuk melakukan pelatihan endoskopi tahap lanjut dengan mengambil tema

    “Advanced Workshop in the Management of GI Malignancy and Pancreatobiliary Disease”, Hands-On Workshop on EUS (endoscopic ultrasonography)/ ERCP (endoscopy retrograde cholangio-pancreatography).

    “Kegiatan Workshop ini telah berlangsung pada tanggal 24-25 November 2017 di KSM/Bagian Penyakit Dalam RSUP Prof. R. D. Kandou, yang diawali dengan kuliah pakar oleh beberapa dokter ahli gastroenterohepatologi dari berbagai pusat endoskopi terbaik di dunia seperti Prof. Christopher Khor, MD (Singapore), Prof. Pradermchai Kongkam, MD (Thailand) dan Dr. dr. Dadang Makmun, SpPD-KGEH (Indonesia)”, terang dr. Fandy Gosal, MPPM, SpPD selaku Ketua Panitia.


    Selanjutnya telah dilakukan tindakan EUS/ERCP pada 23 pasien dengan berbagai latar belakang penyakit gangguan saluran cerna dengan melibatkan seluruh pakar gastroenterohepatologi yang hadir baik dari nasional maupun internasional.

    “Acara berskala internasional ini juga sangat mendukung RSUP Prof. dr. R. D. Kandou untuk terakreditasi secara internasional melalui Joint Committe International Accreditation dan juga khususnya akreditasi Program Studi Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado”, tambah Prof. dr. Linda Rotty, SpPD-KHOM selaku Koordinator Program Studi.

    Diharapkan melalui kegiatan ini pengetahuan dan keterampilan para tenaga medis akan semakin berkembang dalam bidang endoskopi sehingga mutu dan kualitas pelayanan pasien dengan kelainan saluran cerna akan semakin optimal serta angka mortalitas akibat penyakit ini semakin berkurang.(vsc)

    BERITA UTAMA