NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Desember 07, 2017

    DPRD Sulut Gelar Perayaan Pra Natal

    Tidak ada komentar
    Manado -

    Memaknai makna Natal bagi umat Kristen memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, Kamis (7/12) sekertariat DPRD Sulawesi Utara mengadakan ibadah pra-natal yang di pusatkan di gedung paripurna DPRD Sulut.


    Ibadah pra Natal mengambil tema: Kristus adalah Terang, dan sub tema: Kiranya Terang Yesus Kristus Lewat Kelahirannya Semakin Meneguhkan Pengabdian Kita bagi Kesejahteraan Sulawesi Utara.

    Ibadah yang dipimpin Pdt. David Tular M.Th dihadiri Pimpinan dan anggota Dewan beserta keluarga, Sekertaris Dewan dan pegawai serta tamu undangan tersebut berjalan dengan baik dan penuh khusyuk.


    Dalam khotbahnya, Pdt David mengajak jemaat untuk merenungkan makna natal yang selama ini di pakai. Baik pohon natal maupun lilin yang menjadi simbol yang tak terpisahkan dari perayaan besar umat kristiani. Pdt juga mengajak sebagai orang Kristen adalah suatu keharusan untuk menjadi terang bukan hanya saat natal tapi juga di setiap hari.

    “Pohon Natal itu tradisi Jerman diambil dari pohon den awalnya sebagai tradisi keabadian, kemudian ditransfer pada keabadian Yesus Kristus karena daun pohon den terus hijau sepanjang waktu, dan lilin menjadi tanda bahwa terang harus menyala dimanapun berada," jelas Pdt David Tular.


    Andrei Angouw dalam kesempatan membawakan sambutan mengaja kepada semua yang hadir untuk menjadi terang apalagi menurutnya bahwa tempat kerja mereka ini adalah lembaga politik yang nantinya berorientasi pada masyarakat.

    "Lembaga ini adalah lembaga politik. Perda dan aturan-aturan adalah hasil dari politik. Bagaimana jika semuanya dihasilkan dengan serampangan akan jadi apa nantinya. Maka dari itu kita harus menjadi terang dan nantinya produk hukum bisa di buat degan baik untuk masyarakat Sulawesi Utara.

    Selanjutnya Angouw juga mengutarakan bahwa menyebarkan berita bohong atau hoax adalah tindakan tidak terpuji yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Sebenarnya kita sedang bicara kestabilan politik yang membutuhkan peran serta seluruh komponen masyarakat. Negara bisa kacau karena politik tidak stabil salah-satunya disebabkan berita bohong,” tandas Andrei Angouw.

    Politisi PDIP beragama Konghuchu ini mengingatkan umat Tuhan yang akan merayakan Natal Yesus Kristus menunjukkan sikap hidup peduli sesama, gotong-royong dan saling menyukseskan.

    “Hilangkan ungkapan ini, ‘susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah’. Jangang baku pali, nda usah baku baku cungkel. Kita musti saling mendukung,” tegas Bendahara PDIP Sulut ini. (FalenLogor)


    BERITA UTAMA