NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Januari 11, 2018

    Tunggak Puluhan Miliar di RS, Ini yang Akan Dilakukan Senator Sulut pada BPJS

    Tidak ada komentar
    Dirut RSUP Kandou menerima kunjungan Senator SBANL
    Manado -

    Kunjungan kerja dalam rangka penyerapan aspirasi di Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang Manado, RS GMIM Pancaran Kasih Manado, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Sulawesi Utara Ir Stefanus BAN Liow menemukan adanya tunggakan klaim BPJS Kesehatan saat melalukan kunjungan kerja dalam rangka penyerapan aspirasi di Dinas Kesehatan Sulut, Rumah Sakit Prof RD Kandou Manado dan RS GMIM Pancaran Kasih Manado.

    Mendengar hal tersebut Stefanus BAN Liow menyatakan keprihatinannya karena dengan adanya tunggakan itu akan berimbas pada terganggunya pelayanan rumah sakit seperti keterbatasan penyediaan obat-obatan, makan minum pasien dan sarana lainnya.

    Direksi RSUP Kandou saat diskusi dengan SBANL
    Kata dia lagi, ada informasi yang dia terima saat ini ada rumah sakit swasta yang terancam untuk tidak membayar gaji karyawan dan karyawati. "Ini Suatu tanda awas jika tiga bulan ke depan pemerintah pusat dan BPJS Kesehatan tidak segera melakukan pembayaran klaim,’’ tandas Ketua P/KB GMIM ini.

    Kondisi tersebut lanjut lelaki yang akrab panggil Stefa ini, bisa mengakibatkan adanya rumah sakit tidak dapat melakukan operasional.

    Data yang diperoleh SBAN Liow, pembayaran klaim kesehatan BPJS Kesehatan kepada RS Prof Kandou sekitar Rp70 Miliar, RS GMIM Pancaran Kasih sekitar Rp6 Miliar dan miliaran rupiah lainnya di RS lainnya.

    SBAN Liow berharap pemerintah dan BPJS kesehatan segera mungkin untuk mengatasinya. ‘’Kami akan meminta Pimpinan Komite III DPD-RI untuk mengundang Menteri Kesehatan RI dan Direksi BPJS Kesehatan sebagai mitra kerja melaksanakan rapat kerja untuk meminta penjelasan langsung,’’ tukasnya.

    Tunggakan klaim BPJS kesehatan telah menjadi masalah nasional. Jadi bukan hanya Sulut saja.  Meski demikian SBANL meminta masyarakat termasuk pasien untuk tidak panik ia percaya pihak pemerintah dan Direksi BPJS Kesehatan terus mencari solusi terbaik dan diharapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya ditanggulangi.

    Direktur Utama RSUP Kandou dr Maxi Rondonuwu, DHSM MARS yang menerima langsung kunjungan SBANL bersama jajaran direksi, menyatakan terima kasih atas kunjungan dan kepedulian dalam hal akan menyampaikan aspirasi dari RSUP Kandou ke pemerintah pusat.

    Karena kata Rondonuwu keperluan dana untuk operasional RSUP dari klaim BPJS tersebut akan sangat dibutuhkan terutama dalam operasional penunjang peralatan medis serta pembelian obat-obatan. (vsc)

    BERITA UTAMA