NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Februari 08, 2018

    Tekait Pengosongan Lahan Sekitaran Stadion Klabat, Jimmy Sesali Kadis PU tak Temui Warga

    Tidak ada komentar
    Perwakilan warga Stadion Klabat dengan Pemprov Sulut 

    Manado-

    Pengosongan lahan area Stadion Klabat yang sudah dimulai dari beberapa hari lalu, membuat Pemprov Sulut menemui warga Wisma Stadion Klabat.

    Kepala Biro Perlengkapan Setda Provinsi Sulut Jimmy Ringkuangan menyesalkan ketidak hadiran Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Provinsi Sulut JE Kenap dalam pertemuan mediasi pengosongan lahan bersama warga Wisma Stadion Klabat, Rabu (07/02) di gedung KNPI Manado.

    "Demi Tuhan marah badusta saya tidak tahu kenapa beliau tidak hadir pada malam ini. Sebelum saya datang ke sini saya sudah hubungi beliau lewat WhatsApp dan beliau menyatakan akan hadir," ungkap Jimmy.

    Suasana pertemuan warga Wisma Stadion Klabat dengan Kepala Biro Perlengkapan Jimmy Ringkuangan
    Dalam pertemuan tersebut Ringkuangan berjanji untuk menjadikan masyarakat Wisma Stadion Klabat prioritas rumah susun sewa (Rusunawa) yang akan dibangun di kompleks Stadion Klabat.

    "Saya kecewa sekali dengan pak Kenap yang telah berjanji untuk hadir di malam ini. Padahal ini adalah moment untuk mengutarakan janjinya secara langsung kepada bapak ibu sekalian," terangnya.

    Diketahui Perumahan Pemprov Sulut di kompleks Stadion Klabat akan di kosongkan demi kepentingan proyek pembangunan Rusunawa. Dan proyek rusunawa tersebut di banderol sekitar 20 miliar lebih dari APBN untuk Sulawesi Utara.

    "Makanya saya minta perhatian dan pengertian warga yang ada di sini untuk bisa bekerja sama dengan baik. Dengan mohon kiranya bisa segera di kosongkan minimal di sepanjang minggu berjalan ini dan pada tanggal 14 nanti torang beking acara Valentine sama-sama," hibur Ringkuangan saat acara pertemuan mediasi dengan warga.

    Warga yang hadir pada saat itu berharap agar janji menjadi penghuni perioritas ketika Rusunawa selesai di bangun dapat di realisasikan pemerintah.

    Warga juga berharap adanya dana konpensasi dari pemerintah provinsi minimal untuk ongkos pindah
    "Kalo boleh dapat biaya transport untuk angkat barang," kata Steven Epong Sanger, mewakili warga.

    Diharapkan Sanger lagi, sebaiknya Pemprov Sulut dapat membuat surat perjanjian terkait prioritas penempatan warga Wisma Klabat jika rusunawa tersebut selesai dibangun.

    Mendengar hal itu Ringkuangan berjanji akan menyampaikan secara langsung ke Gubernur hari Sabtu sekembalinya gubernur dari luar daerah

    "Akan saya sampaikan aspirasi ini mudah-mudahan direspon pak gubernur kalau tidak nanti pakai pakai dana TKD dari saya," pungkas Jimmy.(riskysondakh)

    BERITA UTAMA