NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 26, 2018

    Tuberculosis Penyakit Paling Mematikan di Dunia Disosialisasi Penanganannya

    Tidak ada komentar

    Dirut saat menyampaikan sambutan.
    Manado -

    Penyuluhan tentang Tuberculosis (TB) dalam rangka Hari Tuberculosis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, oleh Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS) RSUP Kandou Manado bekerjasama dengan Bagian Ilmu Penyakit Dalam khususnya Divisi Paru digelar di ruang tunggu Apotik Rawat Jalan, Senin (26/3).

    Tim dokter sementara melakukan penyuluhan.
    Kegiatan penyuluhan ini selain diikuti masyarakat yang ada di rumah sakit dihadiri Direktur Utama dr. Maxi R.Rondonuwu, DHSM.MARS, Direktur Keuangan dan Administrasi Umum Erwin Susanto, SE Perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Marchel Rogahang dan sejumlah Pejabat Struktural dan Tim Dokter dan Perawat.

     Pemberian penjelasan dari tim dokter
    Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan atau edukasi kepada masyarakat yang ada di rumah sakit tentang apa dan bagaimana penanganan terhadap TB paru tersebut.

    Nara sumber yang sangat berkompeten dalam kegiatan penyuluhan Tuberculosis ini dr.Julia Lomboh, Sp.P(K) memberikan gambaran tentang Tuberculosis yang merupakan salah satu penyakit mematikan dan berbahaya di dunia, dimana Tuberculosis juga merupakan penyakit berbahaya ke – 3 yang menyebabkan kematian setelah penyakit Cardiovaskular dan penyakit saluran pernapasan dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi.

    Suasana penyuluhan oleh Tim Promkes
    "Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mikobakterium tuberkulosa dan bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia.ditambahkan pula Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa," jelasnya.

    Bakteri ini tambah dia sering masuk dan terkumpul dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

    Foto bersama usai penyuluhan
    Oleh sebab itulah infeksi TBC ingatnya dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain.

    Meski demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. "Pada dasarnya TBC dapat disembuhkan secara tuntas apabila pasien dapat mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan," jelas dr.Julia.

    Dirut bersama tim Promkes
    Sementara itu, Dirut RSUP Kandou menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Hari Tuberculosis Sedunia yang digelar disilang monas Jakarta oleh kementerian kesehatan RI pada hari Sabtu, 24 Maret 2018, dikatakan dia, untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TB sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia termasuk di Indonesia.

    Dia menyampaikan juga dalam kegiatan tersebut RSUP kandou telah menerima bantuan dari Kementerian Kesehatan berupa alat kesehatan Audiometri dan EKG untuk digunakan dipoliklinik paru RSUP Kandou Manado.

    "Yang nantinya dengan hadirnya alat Audiometri ini akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan secara terpadu di RSUP Kandou khususnya di Poliklinik Paru," imbuhnya.

    Tim Promosi Kesehatan RSUP Kandou dibawah pimpinan dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes didampingi dr. Henny Liwe, M.Kes sebagai wakil Ketua dan dr. Neni Ekawardani terus memberikan pengetahuan atau edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat yang berada di rumah sakit lewat kegiatan penyuluhan yang rutin digelar setiap bulannya dengan topik yang berbeda. (vsc)

    BERITA UTAMA