NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    April 24, 2018

    Politik Uang Bikin Demokrasi di Sulut Gagal

    Tidak ada komentar
    Rasky Mokodompit
    Manado -

    Politik uang seakan menjadi tren baru dalam setiap kontestasi pemilihan kepala daerah, bupati/wakil bupati, maupun anggota-anggota wakil rakyat khususnya daerah pemilihan Sulawesi Utara umumnya.

    Terbukti saat Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan data bahwa Sulawesi Utara merupakan empat besar dari tujuh daerah rawan politik uang, sesuai data yang diberikan bawaslu dari hasil evaluasi pemilu 2014 silam.

    Hal ini-pun mendapat tanggapan dari ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut, Rasky Mokodompit saat dikonfirmasi via telepon wartawan Selasa (24/4).

    Menurut anggota DPRD Sulut tersebut, Politik Uang membuat demokrasi yang ada di Sulut gagal.

    "Demokrasi gagal karena memilih calon yang menerapkan politik uang. Masyarakat harus cerdas. Artinya, kalau mau memberikan efek jera bagi calon yang memainkan politik uang, ialah dgn menerima uang mereka, tapi jangan pilih yang memberikan uang," tegasnya.

    Lanjut dikatakannya masyarakat harus lebih cerdas, dan memilih bukan karena uang tapi karena kemampuan yang dimiliki oleh calon yang akan dipilihnya.

    "Nah, kalau politik uang semakin menjadi, maka DPR RI akan menjadi alasan untuk kepala daerah dipilih oleh DPR. Ini kan kemunduran," kritik anggota Komisi II DPRD Sulut tersebut sambil berharap dibutuhkan juga kesadaran dari partai politik yang ada. (Falen Logor)

    BERITA UTAMA