NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    April 23, 2018

    Soal Autopsi Jenazah Jecky Payow, RSUP Kandou: Semua Sudah Sesuai Prosedur

    Tidak ada komentar
    Meike Dondokambey

    Manado –

    Sebuah video siaran langsung dari akun Facebook Gerry Marchell Maramis Rey yang berdurasi 9 menit 40 detik, yang disebar Sabtu pekan lalu memperlihatkan kekacauan terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado.

    Belum lama disebar video ini langsung menjadi viral dengan dihujani ribuan komentar dari warga net. Dalam video itu terlihat jenazah yang diketahui bernama Jecky Payow (21), tergeletak di atas bangsal dan dikerubuni pihak kerabat dan keluarga.

    Kekacauan terjadi saat kerabat melihat bagian tubuh jenazah terdapat luka jahitan dari bagian perut hingga bagian atas dada. Karena kerabat dan keluarga tak terima mereka mengamuk di ruang jenazah rumah sakit tersebut dan menghancurkan sejumlah fasilitas, bahkan belakangan diketahui ada beberapa Handphone milik dokter dan Hard Disc diambil kerabat korban.

    Dalam video tersebut pun terdengar suara gaduh dan tangisan histeris dari keluarga jenazah. Bahkan, salah satu dari mereka berteriak-teriak meminta untuk mengembalikan organ dalam jenazah. Kekacauan yang diduga dilakukan oleh pihak korban yang tidak terima atas cara autopsi yang dilakukan pada jenazah.

    Menanggapi adanya insiden itu, pihak RSUP Kandou yang dikonfirmasi melalui Kepala Sub Bagian Hukum Organisasi dan Hubungan Masyarakat Meike Dondokambey menegaskan, apa yang dilakukan saat itu sudah sesuai dan tak ada yang menyalahi aturan. “Semua sudah sesuai SOP,” katanya Senin (23/4) siang di ruang kerjanya.

    Dikatakan dia, jenazah diautopsi sebab merupakan korban pembunuhan yang merupakan kewajiban pihak RS dan diatur dengan UU, dan paling pokok saat itu autopsi diminta pihak Kepolisian.

    “Soal jahitan di perut korban itu adalah bekas autopsi, dan tak ada pencurian organ seperti isu yang berkembang. Sedangkan terjadinya pengrusakan sejumlah fasilitas di ruangan pemulasaran jenazah dan pencurian beberapa handphone serta hardisc milik dokter, kata dia sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian dan sementara diproses.

    Terpisah Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Manado Kombes FX Surya Kumara mengatakan, mengenai autopsi jenazah korban pembunuhan di Malalayang sudah dilakukan sesuai dengan prosedur, yang telah mendapat persetujuan dari keluarga.
    Kapolresta menegaskan autopsi itu ketentuan yang wajib dilaksanakan, malah jika ada yang menghalangi akan dituntut sesuai dengan ketentuan.(vsc)




    BERITA UTAMA