NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Mei 10, 2018

    "Kami Harap Ibu Felly jadi Malaikat Penolong bagi Desa Kami"

    Tidak ada komentar
    FER saat Reses di Desa Sapa
    Sulut -

    Rabu (09/5) dua titik berbeda kembali menjadi tempat Felly Estelita Runtuwene mengadakan reses pertama di tahun 2018 ini, setelah sebelumnya beberapa tempat telah disambangi Ketua Fraksi Restorasi Nurani untuk Keadlian tersebut.

    Kali ini tempat reses yang mejadi tujuan Runtuwene adalah Desa Sapa Kecamatan Tenga dan Desa Ritey Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan.

    FER di Desa Ritey
    Dalam reses pada dua desa tempat berbeda ini, FER (singkatan namanya) disuguhkan dengan banyak aspirasi dan juga masukan untuk keperluan masing-masing desa tersebut. Diantarannya di Desa Sapa, FER dimandatkan masyarakat untuk mendorong pemerintah memperhatikan jalan desa tersebut yang diketahui sebelumnya merupakan wewenang pemerintah propinsi karena status jalan tersebut adalah jalan propinsi.

    Menurut warga, untuk permasalahan jalan ini sebelumnya telah di kabarkan akan segera di lakukan pekerjaan sampai-sampai sudah pernah ada tim yang datang mengukur jalan tersebut tapi malahan sampai sekarang tak kunjung dilakukan pekerjaan.

    "Kami berharap ibu Felly menjadi malaikat penolong buat desa kami," ungkap Manuel Tahupia yang merupakan warga setempat.

    Lanjut hal-hal lain terkait dengan desa Sapa tersebut di antaranya masalah nelayan, kesejahteraan masyarakat dan bahkan pendidikan menjadi bahan masyarakat menyuarakan aspirasi kepada FER pada kesempatan terasebut.

    Di Desa Ritey Kecamatan Amurang Timur, Masalah Kopra menjadi perhatian serius warga karena menginggat rata-rata profesi masyarakat setempat adalah petani kopra dan mereka menyesali dan mengeluhkan hal ini kepada FER mengingat turunnya harga kopra yang bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan bahkan permasalah-permasalah lain berupa Kesehatan, Pendidkan dan bahkan Kesejahteraan Perempuan.

    Dalam penjelasan FER di kedua tempat reses tersebut, ia menjanjikan bahwa semua aspirasi yang ia peroleh akan menjadi laporan dan akan disampaikan dalam sidang paripurna tutup reses dihadapan pemerintah.

    "Kami sebenarnya hanya pembawa aspirasi masyarakat, pihak eksekutif dalam hal ini pemerintah propinsi yang akab mengeksekusi hal ini. Tapi ini akan menjadi catatan kami untuk kami perjuangan dan medesak pemerintah untuk memperhatikan keadaan desa setempat," tegasnya.

    FER pun mengingatkan bahwa dana yang ada sangat minim maka dari itu, masyarakat harus bersabar untuk hal-hal ini.

    "Menginggat ada yang harus diprioritaskan terlebih dahulu karena dana yang di alokasikan sesuai skala prioritasnya," paparnya sambil menegaskan bahwa dirinya akan memperjuangakan semua hal ini dan tak menjadi surga telinga bagi masyarakat.

    Sementara itu, FER berharap peran juga dari masyarakat untuk mengawal semua aspirasi desa mulai dari musrenbang desa, kecamatan, kabupaten sampai juga ke propinsi.

    "Jika sudah masuk ke propinsi, ini akan menjadi tanggung jawab saya karena kebetulan saya adalah anggota banggar" tuturnya dihadapan konstituen dari kedua desa tersebut.

    Diketahui di Desa Sapa Felly menyumbangkan 30 Juta Rupiah, masing-masing 10 Juta untuk Pengadaan Lahan Kubur, 10 Juta untuk Pembangunan fisik gedung sekolah Madrasyah desa tersebut, 5 Juta untuk Pembangunan gedung ibadah sesuai permintaan warga, dan juga 5 juta lagi untuk pengadaan bangunan komunitas suka duka sebagai organisasi sosial desa tersebut dan semuanya di dengar langsung oleh tiga hukum tua, masing-masing desa Sapa Induk Rita Pangkey, Desa Sapa Timur Ronny Lengkey, dan Desa Sapa Barat Jakson Tahupia.

    Juga di Desa Ritey, FER memberikan sumbangan sebesar 10 Juta Rupiah untuk pembangunan balai desa Ritey, disaksikan oleh hukum tua desa Ritey Lendy Turang dan masyarakat yang hadir dalam reses tersebut. (Falen Logor)

    BERITA UTAMA