NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 29, 2018

    Pertama di Sulut, RSUP Kandou Sukses Gelar Operasi Aneurysma

    Tidak ada komentar
    Suasana operasi saat berlangsung
    Manado -

    RSUP Prof RD Kandou Manado, Jumat (29/6) sukses melakukan operasi aneurysma dengan teknologi neuro intervensi pada dua pasien. Tindakan bedah kelainan pembuluh darah otak tanpa operasi terbuka ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Sulawesi Utara.

    Dalam operasi ini, tim dokter yang terdiri dari dr Bambang Tri Prasetyo Sp.S, FINS, FINA dari RS Pusat Otak Nasional (PON) dan dr Gilbert Tangkudung, Sp.S, FINS, FINA dari RS Kandou, menggunakan intevensi coiling untuk dimasukkan dalam aneurysma (kelainan pembuluh darah intracranial).

    dr Gilbert Tangkudung (kanan), dr Herman Kereh (tengah) dan dr Bambang Tri Prasetyo (kiri)
    Operasi dengan teknologi moderen ini hanya menyisakan luka sebesar jarum yang ditusuk pada pembuluh darah di pangkal paha. Berbeda halnya dengan operasi-operasi sebelumnya dalam kasus yang sama, dimana tengkorak kepala pasien harus dibuka.

    dr Tangkudung kepada wartawan seusai operasi mengatakan, dengan tindakan endovascular coiling ini, hasilnya jauh lebih baik dari operasi terbuka, dimana komplikasinya lebih sedikit dan lama perawatan pasca operasi lebih singkat.

    Hebatnya, lama operasi jauh lebih singkat dibandingkan operasi terbuka. “Masing-masing pasien yang dioperasi hanya berlangsung sejam,” ungkap dr Tangkudung yang dibenarkan dr Prasetyo.

    Sedangkan jika operasi terbuka kemungkinan bisa memakan waktu 3 jam lebih.

    “Hasil operasi tadi berlangsung lancar dan singkat. Kondisi pasien juga stabil,” tambah dr Prasetyo seraya menambahkan, saat ini operasi dengan teknologi minimal invasif seperti ini sudah populer dilakukan di dunia untuk surgical otak (tindakan-tindakan operasi otak).

    Kelebihan lainnya, pasien juga tidak harus dibius total sebagaimana dalam operasi bedah terbuka. “Pasien hanya dibius lokal dan sedikit dibikin mengantuk atau sedasi ringan,” tambah Prasetyo sembari mengatakan, RSUP Kandou diakuinya sudah representatif untuk tindakan operasi teknologi ini.

    “Teknologi dan mesin yang ada sudah sama canggih dengan yang ada di Jakarta atau di Makassar. SDM dan perawat juga ada untuk itu,” katanya.

    Ditambahkannya, RS Kandou sudah bisa menjadi rujukan untuk operasi neuro intervensi di Indonesia Timur. “Pasien dari Papua dan Maluku tidak lagi harus ke Jawa atau Makassar, karena di RS Kandou sudah bisa dan teknologinya sudah ada.”

    Kepala Instalasi Bedah Central RSUP Kandou, dr Herman Kereh Sp.B menyambut syukur atas keberhasilan operasi perdana neuro intervensi tersebut.

    “Kita melakukan ini juga karena telah memiliki teknologi alat katerisasi laboratory, dan ini merupakan upaya dari RSUP Kandou untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Sulut menuju rumah sakit rujukan nasional di Indonesia Timur 2019,” tandasnya.

    Seperti diketahui, seiring perkembangan teknologi kedokteran, khususnya dalam tindakan prosedur prosedur neuro intervensi, semakin banyak kasus neurovaskuler yang dapat didiagnosa dan ditangani dengan baik. Dan pasien dengan tindakan kateterisasi ini, selain efisien, juga mampu diminimalisir secara invasif (luka sayatan minimal).

    Sementara Dirut RSUP Prof RD Kandou, dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS, ditemui secara terpisah mengatakan, RSUP Kandou telah mengerahkan segala upaya di berbagai aspek guna meraih standar sertifikasi Joint Commission International (JCI) yang nantinya akan dievaluasi oleh tim khusus JCI pada 2 Juli 2018 mendatang. JCI merupakan standar mutu pelayanan bagi sebuah rumah sakit dengan standar SOP. (vsc)

    BERITA UTAMA