NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    September 07, 2018

    Gabung Nasdem dan Ba Caleg, Ketua Karang Taruna Wanea di Mosi tak Percaya

    Tidak ada komentar
    Surat Pernyataan Mosi Tidak Percaya Kepada Pengurus KT Tumou Tou yang meminta mendepak Frederik Tangkau. 
    Manado -

    Tidak ada angin dan tidak ada hujan, badai pun menerjang. Itulah yang kini menerpa kepengurusan Karang Taruna (KT) Tumou-tou Kecamatan Wanea Kota Manado yang terinformasi Sabtu, (08/9) akan melaksanakan pelantikan pengurus baru.

    Hal ini bermula ketika beredarnya isu penggantian pengurus KT Tumou Tou Kecamatan Wanea yang diketuai Frederik Tangkau. Alasannya, Tangkau oleh para ketua KT Kelurahan disebutkan telah bergabung ke partai politik Nasdem bahkan maju sebagai caleg. Dasar itulah yang membuat mereka menyodorkan surat mosi tak percaya yang berujung pada permintaan pergantian.

    Sekertaris Karang Taruna Kecamatan Wanea, Ferly Y.R Kokong, yang menolak menandatangani surat itu berang. Dia menganggap hal itu sangat politis dan dimainkan oknum oknum petinggi partai.

    "Saat ini beredar surat pernyataan mosi tidak percaya ditujukan ke Camat Wanea yang ditanda-tanggani 5 ketua Karang Taruna kelurahan dari 9 ketua kelurahan yang ada. Hal ini jelas tidak sesuai pedoman dasar Karang Taruna dan tidak mencerminkan yang terbaik untuk Karang Taruna," katanya.

    Kokong yang merupakan kader Karang Taruna berprestasi tahun 2017 mengkritik secara tegas Camat Wanea Mario Karundeng yang juga merupakan pembina umum Karang Taruna Kecamatan.

    "Camat tidak mengerti Karang Taruna dan langsung mengiyakan pergantian yang tidak sesuai prosedur dan menyalahi peraturan Menteri Sosial nomor 77 Tahun 2010," katanya.

    Disebutkannya lagi, Karang Taruna lahir tidak berafiliasi dengan partai politik. Karang Taruna lahir untuk menumbuh-kembangkan potensi-potensi kader di tingkat paling bawah.

    "Kami berharap Walikota Manado G.S Vicky Lumentut selaku pembina umum dapat memberikan petunjuk, arahan dan saran kepada oknum-oknum tersebut, karena notabene oknum-oknum tersebut bernaung dibawah kepemimpinan partai bapak Vicky Lumentut," terangnya.

    Wakil Ketua Karang Taruna Kota Manado Vian Walintukan saat dikonfirmasi menyatakan sampai saat ini surat tembusan untuk penggantian pengurus KT Tumou Tou tersebut belum sampai ke pengurus KT Kota Manado.

    Pengamat Politik DR Ferry Liando saat diminta tanggapan agak kaget dengan informasi itu. "Tidak ada larangan kalau anggota karang taruna berpolitik apalagi bacaleg," tegasnya.

    Dosen FISIP Unsrat ini menyayangkan jika benar hal itu terjadi. Diapun menerangkan aturan dalam Pasal 240 ayat (1) huruf K Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pemilu, dimana jika ada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang memutuskan maju sebagai caleg harus mengundurkan diri.

    Begitupun anggota TNI dan Polri aktif serta PNS harus mundur jika maju jadi caleg. Hal sama juga berlaku untuk direksi, komisaris, hingga karyawan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara.

    "Kalau Karang Taruna tidak termasuk, jadi jangan keliru mengambil keputusan," paparnya.

    Terpisah Daniel Makal SH MH, salah satu Pengamat Hukum di daerah ini menyebut jika benar akan dilakukan pergantian dengan alasan yang bersangkutan diganti karena masuk partai politik dan maju sebaga calon legislatif, hal ini bisa diuji ke ranah hukum.

    "Rasanya tak ada landasan hukum ataupun aturan dalam UU yang menyebut pengurus Karang Taruna tak bisa berpolitik, contoh konkrit saja Billy Lombok Ketua Karang Taruna Sulut, kader Partai Demokrat. Apakah dia akan diganti?," tanya Makal.(Falen Logor)



    BERITA UTAMA