NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Desember 06, 2018

    Reses Ferdinand Mangumbahang di Desa Naha Kecamatan Tabukan

    Tidak ada komentar
    Ferdinand Mangumbahang didampingi Kabag Umum Setwan Jackson Ruaw, saat Reses. 
    Sulut -

    Ferdinand Mangumbahang, ST anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Rabu (5/12) mengadakan reses III di Kecamatan Tabukan Utara tepatnya di desa Naha, Nusa Utara.

    Kegiatan masa reses yang dihadiri oleh perangkat desa dan warga setempat pun dibanjiri banyak aspirasi peserta reses. Antara lain terkait dengan bantuan pemerintah untuk usaha-usaha masyarakat setempat, baik menyangkut pengadaan bantuan untuk nelayan dan juga usaha-usaha peternakan. Pun, terkait dengan pembangunan rumah sakit pratama warga berharap adanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat untuk menjadi lapangan pekerjaan mereka terutama bagi sarjana yang sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

    Adapun wakil rakyat asal Nusa Utara tersebut spontan menjawab bahwa dirinya secara pribadi merespon apa yang di harapkan masyarakat setempat khususnya warga desa Naha.

    "Untuk masalah pengadaan alat penunjang usaha masyarakat, saya berharap itu dibuatkan proposal untuk ditindak-lanjuti pemerintah. Pengadaan Perahu untuk nelayan bahkan untuk profesi lainnya mekanismenya juga seperti itu. Nah untuk lapangan kerja terkait dengan dibukanya rumah sakit pratama, itu nanti saya cek ke lokasi dulu dan berharap lapangan kerja bisa menjadi bagian warga khususnya bagi para sarjana yang belum memiliki pekerjaan," Jelas Ferdinand.

    Peserta Reses
    Tak hanya itu saja, menarik dalam reses Ferdinand Mangumbahang, ST tersebut, anjoknya harga kopra dan kesejahteraan petani kopra sangat menjadi momok menakutkan bagi warga setempat. Mereka berharap adanya peran cepat pemerintah untuk memperhatikan harga dan kesejahteraan petani kopra.

    Peserta Reses. 
    "Untuk masalah kopra itu karena mekanisme pasar, tapi untuk jelasnya bahwa pemerintah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur sementara dan sudah melakukan lobi sehingga saat ini mulai ada perubahan terkait dengan harga pasaran kopra. Pun menurut saya, akan lebih baik ada badan usaha milik daerah atau negara yg diberi kewenangan untuk membeli kopra tersebut, atau ditetapkannya standar harga kopra secara Provinsi," Jelasnya.

    Adapun, dalam resenya tersebut Ferdinand memberikan bantuan seratus sak semen untuk pembangunan rumah ibadah (Mesjid) dan bantuan satu alat pemangkas rumput untuk perangkat desa. (Falen Logor)

    BERITA UTAMA