NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 20, 2019

    Rutan Manado Gelar Berbagai Langkah Pencegahan TB

    Tidak ada komentar
    Suasana kegiatan yang digelar di Rutan 
    Manado -

    Rumah Tahanan Negara Klas IIA Manado dalam memperingati Hari Tubercolosis (TB) Sedunia yang jatuh pada 24 Maret mendatang melaksanakan sejumlah langkah antisipasi dan pencegahan agar penyakit berbahaya tersebut bisa diminimalisir gangguannya dalam Rutan.

    Lewat kerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado dengan melakukan skiring kepada para pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan selama tiga hari, 18 Maret hingga 20 Maret.

    Menurut Dokter Rutan Manado, dr Esther Victorina Waleleng, selain dilaksanakan Skiriing, dalam menindaklanjuti surat edaran Ditjen Pemasyarakatan dalam memperingati Hari TB Sedunia, juga melakukan pengambilan spesimen Dahak pada 50 orang Warga Binaan Pemasyarakatan serta dilakukan wawancara faktor penyakit TBC, observasi serta pengukuran kualitas lingkungan.

    ‘’Untuk observasi ini, kami melakukan pengambilan sampel di empat kamar yang ada di Blok besar,’’ ujar dokter Esther.
    Pelaksanaan Skrining dilakukan selama tiga hari yang dipusatkan di tempat besukan Rutan yang dikhususkan kepada besukan dari Warga Binaan yang datang menjenguk.

    Sementara dr Novita Ngarawan dari B TKLPP dalam arahanya kepada 50 Warga Binaan yang mengikuti kegiatan kajian penemuan kasus dan pemanfaatan pengobatan TBC, lebih banyak menjelaskan mengenai bahaya dan langkah pencegahan.

    ‘’TBC itu bisa menular melalui udara, jarum suntik, juga melaui Dahak dan ciri-ciri orang yang sudah tertular penyakit TBC selama dua minggu tanpa henti. Sedangkan pengobatannya, akan diberikan obat, selama enam bulan sampai kuman atau firus itu mati sama sekali,’’ ungkapnya.

    TBC itu, tambahnya, adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.

    Penderita TBC juga akan merasakan demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada, dan berkeringat di malam hari.

    Selain tim dari BTKLPP, turut mendampingi tim, Eva Tololiu dari Puskesmas Tikala Baru dan Freyti Saroinsong dari Dinas Kesehatan Manado.(vsc)

    BERITA UTAMA