NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 13, 2019

    Sanggar Budaya Matuari Waya Komitmen Lestarikan Budaya

    Tidak ada komentar

    Sulut.
    Di era digital yang kian hari makin berkembang pesat saat ini masyarakat dituntut bijak dalam menanggapi semua hal. Seiring dengan itu, budaya harus mendapat perhatian serius dikarenakan jika dibiarkan perkembangan-perkembangan zaman akan mengikis perlahan keindahan dari budaya dan adat setempat.

    Oleh karena itulah pegiat budaya saat ini sementara gencar-gencarnya mempertahankan essensi dari budaya dan adat dalam rangka melestarikan peninggalan-peninggalan dari para pendahulu, khususnya di tanah Minahasa.
    Tarian Kabasaran oleh Matuari Waya. 

    Salah satu contohnya, yang dilakukan oleh sanggar budaya Matuari Waya. Pegiat budaya dan adat tersebut sangat gencar melestarikan icon dari Minahasa tersebut.
    Dalam hal ini, tarian kabasaran menjadi salah satu icon yang mereka lestarikan sampai saat ini.

    Dalam banyak kegiatan budaya, mereka (Sanggar Matuari Waya) tak lelah untuk menunjukan kepada masyarakat banyak bahwa budaya sangat harus dipertahankan dan dilestarikan.

    Salah satu anggota dari sanggar tersebut mengungkapkan bahwa saat ini budaya dan adat harus mendapat perhatian lebih dikarenakan saat ini gaya hidup masyarakat mulai lepas dari kecintaan terhadap budaya.

    "Kami merasa perlu karena memang ini menjadi bagian kami untuk melestarikan keindahan yang diwarisi oleh pendahulu-pendahulu dalam hal ini biasa torang bilang orang tua,"Jelas Willy Rantung didampingi Julio Lengkong yang merupakan Sarian atau pemimpin kabasaran saat diwawancarai Rabu (13/3-2019).
    Personil Tim Sanggar Matuari Waya. 

    Ia menambahkan, jika hal ini tidak mendapat perhatian maka nantinya budaya Minahasa yang dikenal saat ini akan hilang dan anak cucu kita kedepan tidak akan merasakan lagi budaya dan adat ini.

    "Maka dari itu kami sangat intens dalam hal pelestarian budaya ini, selebihnya kami berharap peran semua komponen pemerintah dan masyarakat harus juga lebih dinyatakan, agar supaya kedepannya kita akan tetap menjadi Minahasa dan cinta akan Minahasa," Titupnya seraya menjelaskan bahwa mereka komitmen dengan pelestarian ini.(Falen Logor)

    BERITA UTAMA