NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Mei 30, 2019

    Kenaikan Yesus Kristus, Ini Pesan Buat Warga GMIM

    Tidak ada komentar
    Suasana ibadah di salah satu gereja GMIM
    Manado -

    Peringatan Hari Kenaikan Yesus ke Sorga yang diperingati umat Kristen di seluruh dunia, Kamis (30/5) ikut dirayakan warga GMIM dengan menggelar ibadah gereja.
    Lewat perayaan ini warga GMIM diminta semakin setia pada Tuhan, rajin membaca firman dan beribadah serta giat bekerja.

    Pesan tersebut disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR Hein Arina MTh, saat dihubungi sore kemarin.

    Peristiwa Kenaikan Yesus saat ini diperhadapkan dengan tantangan karena perkembangan teknologi yang semakin pesat apalagi Indonesia telah memasuki revolusi industri 4.0.

    "Pembacaan Lukas dapat dijadikan dasar bagi gereja supaya memilih penyembahan kepada Tuhan yang tetap memberkati dunia saat sebelum naik ke sorga," tegas Pdt Arina.

    Kenaikan Yesus Kristus ke Surga lanjut dia, sebagai perayaan yang menggembirakan bagi umat nasrani karena dengan Yesus naik ke surga memberikan bukti konkrit bahwa masih ada yang namanya kehidupan setelah kematian. Selain itu naiknya Yesus Kristus ke surga adalah bukti bahwa DIA yang datang dari surga telah melaksanakan tugas-tugasNya dengan setia dan kemudian DIA kembali ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah yang maha kuasa dan memiliki otoritas penuh terhadap kehidupan umatNya.

    "Umat Kristen percaya bahwa kenaikan Yesus ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi umat-umatNya kelak, baca Yohanes 14:1-6," tambahnya.

    Pdt Evert Tangel, STh, MPdk, Sekretaris Umum BPMS GMIM yang dihubungi via layanan whatsup menyebut, Kenaikan Tuhan Yesus adalah momentum perayaan Tahun Gerejawi yang dilaksanakan setelah 40 hari sejak Hari Paskah dan 10 hari sebelum Hari Pentakosta, bagi gereja, perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus adalah bagian satu kesatuan dari misi penyelamatan Allah bagi manusia dari dosa. Di mana Yesus Kristus sebagai Juruselamat melalui kelahiran, karya, mengajar, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, tetapi yang mati dan bangkit kembali.

    Kenaikan ke Sorga lanjutnya adalah pertanda karya kehadiran-Nya di dunia telah selesai dan Dia harus kembali ke Sorga. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah fakta historis yg diimani benar-benar terjadi. Oleh karena itu Gereja mengimani ini adalah berita suka-cita. Tetapi juga sebagai momentum reflektif sejauh bagaimana tugas panggilan gereja yang bersekutu, bersaksi dan melayani jemaat dan masyarakat telah terimplentasi dalam segala bidang kehidupan baik itu ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik kehidupan berbangsa dan bernegara sampai kedatangan-Nya kembali.

    "Dengan perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga bagi warga GMIM, hal ini harus diimani bersama agar jemaat semakin setia, dan makin menjauhkan diri dari perbuatan dosa," tulisnya.

    Wakil Ketua BPMS Bidang Ajaran Pembinaan dan Pengembalaan Pdt Dan Sompe, menyebut Hari Kenaikan Yesus ke Sorga identik dengan sukacita.
    Karena menunjukan Yesus Kristus adalah Allah yang hidup. Ia naik ke Sorga sebagai penggenapan dari rencana penyelamatan Allah. Ia menyediakan tempat bagi orang percaya.

    "Saat Ia naik ke sorga, memberkati orang percaya, sebagai tanda perkenanNya, berkat dan penyertaanNya yang tak berkesudahan. Dengan demikian orang percaya atau gereja Tuhan saat ini harus tunduk menyembahNya, beribadah dan memuliakanNya. Beribadah dalam arti utuh yakni semua yang kita lakukan di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dll, harus diarahkan untuk kemuliaan Tuhan," tegas Pdt Dan.

    Dengan begitu katanya tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bersukacita karena berkatNya, sambil terus beribadah dan berkarya membaharui dunia menyongsong datangNya kembali ke dalam dunia.

    Terpisah Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Manado Selatan Pdt Handrie Dengah, MTh, menegaskan Tuhan Yesus naik ke surga dengan pesan pengutusan untuk gereja yang hidup dan bersaksi agar dengan kesaksian membawa kemenangan bagi banyak orang.

    "Gereja yang hidup tidak perlu kuatir apalagi takut sebab ada jaminan baca Matius 28:20 b, tapi jangan menjadi sombong apalagi angkuh dengan jaminan itu melainkan lebih rendah hati dan memiliki hikmat Tuhan. Jadilah gereja yang hidup bukan untuk membinasakan alam dan ciptaan Tuhan yang lain tapi membawah damai sejahtera untuk semua," ujar Pdt Dengah.

    Sementara itu dari pantauan di sejumah gereja kemarin, jemaat terlihat khusyuk mengikuti ibadah baik subuh pagi hingga malam. Jemaat begitu antusias mempersiapkan diri beribadah, bahkan beberapa gereja terlihat merubah tata cara ibadah dari yang biasanya menjadi tata cara bentuk pujian, dimana setiap kolom wajib menyanyikan bait bait lagu secara bergantian yang telah terterah di tata cara ibadah.(vsc)




    BERITA UTAMA