NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 29, 2019

    1.000 Bibit Pohon Ditanam di Perbatasan Gunung Klabat

    Tidak ada komentar
    Foto bersama peserta kegiatan.
    Minahasa Utara -

    Penanaman pohon yang dimotori oleh PT. Tirta Investama (TIV) Airmadidi di perbatasan hutan Gunung Klabat berlangsung sukses. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya 1.000 bibit pohon yang terdiri dari 500 pohon Matoa dan 500 bibit pohon Kenari boleh di tanam di lokasi gunung tertinggi di Sulawesi Utara tersebut.

    Dari penjelasan salah satu penggagas kegiatan, Imanuel Adoeng menjelaskan bahwa sebenarnya rencana bibit yang akan ditanam adalah hanya sejumlah 500 bibit itupun hanya bibit pohon Matoa, tapi ternyata di lapangan mereka bisa menanam lebih. Ketambahan tersebut ia akui karena kepedulian juga dari UPTD KPLH Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.

     “Awalnya kegiatan ini hanya akan menanam 500 bibit pohon matoa yang adalah bantuan dari Persemaian Permanen BPDAS HL Tondano Kima Atas tapi kemudian kami mendapat tambahan bantuan 500 bibit pohon kenari dari UPTD KPHL unit VI Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan ini diluar rencana sehingga kami sangat besyukur dan berterima kasih kepada BPDAS dan Dinas Kehutanan Sulawesi Utara atas tambahan bibit pohon yang diberikan”, Terang Stakeholder Relation Manager pabrik Aqua Airmadidi tersebut.

    Para peserta kegiatan.
    Ia pun mengakui bahwa memang kegiatan tersebut persiapannya hanya singkat namun ia mengapresiasi semua yang boleh terlibat sehingga kegiatan terlaksana melebihi rencana awal.

    "Persiapan yang sangat minim dengan durasi yang singkat membuat semua tim bergerak dengan cepat ditengah kesibukan kerja yang ada. Ketika mendapatkan info kegiatan DVM 2019 pada 11 Juni 2019, Mapalus se Kawanua Airmadidi yang terdiri dari 12 orang langsung menggelar rapat dan diskusi untuk mengirimkan proposal kegiatan pada panitia," tuturnya.

    Salah satu potret bibit yang ditanam.
    Adapun penjelasan singkat Imanuel terkait kegiatan adalah bahwa kegiatan tersebut dapat mempengaruhi fungsi hutan lindung yang mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat.

    "Tanda batas yang jelas maka hutan lindung dapat dilestarikan. Maka dari itu, diambil tema kegiatan “Matoa, pagar kehidupan Gunung Klabat”. Imbuhnya karena menurutnya bahwa Hal ini menjadi masalah yang sistemik dan sudah berlangsung cukup lama. Dengan adanya batas yang jelas maka fungsi hutan lindung dapat dilestarikan. Alasan memilih Pohon Matoa sebagai penanda batas Kawasan hutan lindung karena buah pohon tersebut memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan seperti untuk mencegah kanker (mengandung antioksidan), sebagai obat ambeien, mencegah penuaan dini, mencegah hipertensi, mengontrol kadar gula, melancarkan pencernaan serta kandungan vitamin C dan E nya berfungsi untuk kesehatan kulit," Paparnya.

    Briliant Maengko Ketua Kelompok Mapalus.
    Sementara itu Brilliant Maengko selaku ketua kelompok Mapalus se Kawanua Airmadidi menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dari pemberian bantuan serta ikut  dalam penanaman bibit pohon.

    "Bahkan kepada Kepala Pabrik TIV Airmadidi Pak Obrin Sualang yang telah mendukung penuh dan memberi ijin kepada pekerja yang adalah relawan aqua untuk mengikuti kegiatan ini. Kami percaya bahwa setiap pohon yang ditanam akan bertumbuh dan berbuah pada waktunya. 500 bibit matoa, 500 bibit kenari di perbatasan hutan Gunung Klabat ini pasti berguna bagi alam dan masyarakat Minahasa Utara," Tutupnya.

    Diketahui ada sekitar seratus peserta yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Relawan Aqua, Relawan Konservasi Sulawesi Utara, Manengkel Solidaritas, Perangkat Kelurahan Airmadidi Bawah, TNI (Koramil) Airmadidi, Pramuka Minahasa Utara, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) unit VI Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, CV. Segarindo, DPD Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia Sulawesi Utara, Pembina Remaja GMIM Tamporok, TIV Depo, ELN (Sarihusada) Manado, Karang Taruna Airmadidi Bawah, serta kelompok Mapalus se Kawanua Airmadidi yang adalah peserta Danone Volunteering Month (DVM) 2019. Dan kegiatan telah berlangsung dari tanggal 27 sampai 28 Juni 2019,Kemarin. (Falen Jaksen)

    BERITA UTAMA