NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 16, 2019

    GMIM Bethesda Gelar KPI dan Pengobatan Gratis di Sion Suhuyon Tombatu

    Tidak ada komentar

    Suasana ibadah KPI di GMIM Suhuyon
    Tombatu –

    Rangkaian kegiatan Panitia Hari Hari Raya Gereja (H2RG) GMIM Bethesda Ranotana Manado, Jumat-Sabtu (14-15/6) digelar di GMIM Sion Suhuyon Wilayah Tombatu Selatan.

    Desa yang terletak sekitar 10 KM dari pusat kota Tombatu itu dipilih oleh panitia dengan harapan agar tantangan dalam melakukan pelayanan bisa dirasakan tim yang turun ke desa dimana akses jalannya rusak parah serta lokasi salah satu kolom ada di atas bukit.

    Pelayanan Sekolah Minggu pada ASM Suhuyon
    Ketua Panitia H2RG GMIM Bethesda Stanley Bukara mengatakan, selain telah menjadi program panitia, GMIM Sion Suhuyon merupakan salah satu jemaat yang layak dibantu oleh jemaat yang ada di kota.

    “Kami juga sementara mengadvokasi masalah lokasi gereja yang ternyata saat ini berdiri di lahan yang disengketakan oleh salah satu jemaat, kemudian ada lahan kosong di belakang gereja yang memungkinkan bisa dibeli untuk pelebaran gereja,” tegas Bukara yang juga Assisten Intel Kejaksaan Tinggi Sulut, didampingi Pnt Boy Kalanus, Pnt Hanny Oroh dan Audi Tidajoh selaku Sekretaris Panitia H2RG.

    ASM Suhuyon antusias ikut kegiatan
    Panitia H2RG Bethesda selama dua hari melakukan pelayanan pada anak-anak sekolah minggu, kemudian memberi bantuan peralatan alat menulis pada anak sekolah serta bantuan bahan natura bagi anggota jemaat.

    Selain bantuan tersebut, tim KPDP jemaat bersama sejumlah pendeta dan penatua syamas turun langsung ke rumah-rumah 34 keluarga anggota jemaat di 3 kolom melakukan pelayanan doa dan firman.

    Melewati bukit untuk melakukan pelayanan
    “Luar biasa pelayanan saat ini, kami harus melewati hutan menaiki bukit terjal dan tinggi untuk menemui anggota jemaat yang akan dilayani. Ini kwa baru pelayanan,” tegas Pdt Moe Kamagi, STh, pendeta senior yang telah pensiun dan tetap semangat melayani.

    Meski dalam kondisi usia tua namun kata Pdt Moe, dia sanggup melewati bukit-bukit yang tinggi hanya karena motivasi ingin melayani. “Pokoknya ini pengalaman luar biasa, beda melayani di kota dengan daerah terpencil seperti ini,” kata Pdt Moe yang saat itu didampingi Pdt Francis Nayoan-Tiwa, MTh setaa Syamas Yenni Tenda-Kalalo.

    Semangat melayani hingga ke atas bukit
    Pelayanan doa dan firman ditutup pada malam hari lewat ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) dipimpin Ketua Jemaat Bethesda Pdt Handrie Dengah, MTh.

    "Ini hebatnya GMIM kita semua diberikan tanggungjawab kebersamaan dalam hal melayani, untuk itu yang bilang GMIM tak punya roh kudus kita bisa buktikan saat ini karena roh kuduslah yang menuntun jemaat Bethesda ada di tempat ini meski harus melewati banyak jalur ekstrim tap berkat tuntunan Tuhan kita boleh ada di GMIM Suhuyon,” tegas Pdt Dengah.

    Ketua Panitia menemui pendiri gereja Suhuyon
    Ketua BPMJ GMIM Sion Suhuyon Pdt Velmi Muaya-Sondakh, STh, menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. “Kami tak bisa membalas semua kebaikan jemaat Bethesda hanya bisa berdoa agar Tuhan memberkati semua jemaat dan tetap menyertai dalam setiap pelayanan,” tegasnya.

    Suasana pengobatan pada anggota jemaat
    Kegiatan Panitia H2RG ditutup dengan pelayanan pengobatan gratis oleh tim dokter yang dikordinir Syamas dr Sammy Sinolungan.(ven)

    BERITA UTAMA