NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 03, 2019

    Rencana Penyatuan UKIT Kembali Dipertanyakan

    Tidak ada komentar
    Pnt Febri Dien
    Manado -

    Rencana untuk mempersatukan UKIT versi Yayasan AZR Wenas dan YPTK, yang tercetus dihadapan ribuan Pelayan Khusus baik Pendeta dan Penatua serta Syamas, saat ibadah HUT PI di Motoling oleh Bupati Mitra James Sumendap, mulai dipertanyakan.

    Pnt Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech(Man), Ketua P/KB GMIM Rayon Tomohon, menyebut jika terlalu lama didiamkan rencana itu nampaknya akan mentah lagi. Karena kata dia penyatu an UKIT di tahun 2019 adalah sebuah keharusan yang tidak dapat ditunda lagi, karena kata Ketua P/KB GMIM Kakaskasen Maranatha ini, jika penyatuan gagal lagi berarti kedua belah pihak dianggap mementingkan pihak masing-masing saja. 

    "Tidak memiliki 'good will' bagi pelayanan pendidikan yang selama ini dilakukan oleh GMIM. Seluruh jemaat menantikan momentum bersejarah ini dalam rangka HUT PI dan Pendidikan GMIM. Jika keduanya tidak mampu bersatu, PKB dalam hal ini sebagai representasi GMIM siap menjadi inisiator sekaligus 'mengambil alih' kedua kubu yang dianggap tidak punya niat baik dan tulus atas nama pelayanan," tegas Dien, yang juga Ketua Masyarakat Pendidikan Sulawesi Utara.

    Ketua Forum Pembina Remaja Persatuan Gereja SAG Ir Moody Rondonuwu, saat diminta tanggapan menyebut kiranya upaya penyatuan UKIT ini sungguh sungguh dikonkritkan. 

    "Jangan hanya rencana saja apalagi wacana lagi. Saatnya untuk singkirkan kepentingan pribadi dan kelompok. BPMS, Yayasan, pimpinan UKIT harus punya "good will" dan kerendahan hati utk mementingkan kerinduan dan kepentingan warga GMIM. Kiranya Roh kudus membaharui dan mempersatukan UKIT kembali," tulis Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM periode 2013 - 2018 via pesan whatsup.

    Sebelumnya wacana penyatuan ini mendapat banyak dukungan diantaranya 
    Pnt Indah Wantah, Ketua Pemuda GMIM Bethesda Manado. Dia menyebut, warga gereja menghendaki agar UKIT bersatu, sehingga UKIT bisa bangkit menjadi kebanggaan gereja. Menurutnya, proses penyatuan telah berlangsung dengan baik karena kedua pihak menyadari bahwa ini tanggung jawab gereja.

    "Kesepakatan yang dibangun ini, atas ketulusan kedua belah pihak. Karena kami menyadari bahwa warga gereja melalui para utusannya dalam beberapa pelaksanaan sidang meghendaki agar UKIT segera menyatu,” terangnya.

    Lebih lanjut kata Wantah, penyatuan ini penting. Agar UKIT kembali bangkit, menjadi kebanggaan Gereja. Melakukan tanggung jawab akademik, menatalayani bidang pendidikan tinggi.  

    Sementara itu Pdt Denny Bidulang STh, mewakil pendeta GMIM menegaskan rasa syukurnya jika memang hal itu terealisasi. 
    “Kami bersyukur jika proses ini berlangsung baik, karena kedua belah pihak menyadari  bahwa ini tanggung jawab gereja. Kami berharap upaya ini mendapat dukungan dari pihak Gereja, Yayasan, Pemerintah, semua stake holder. Sehingga upaya yang dibangun dengan penuh ketulusan ini bisa berproses dengan baik ” ujarnya. 

    Ketua Komisi Pelayanan Remaja Wilayah Amurang III Pnt Haris Sedua, yang ikut diminta tanggapan berharap proses ini harus dikawal, jangan lagi oknum-oknum yang berkepentingan pribadi dan kelompok dengan perpecahan UKIT diberi kesempatan untuk menghambat penyatuan UKIT.

    “Cukup sudah belasan tahun UKIT terpuruk akibat permainan licik oknum-oknum. Saatnya UKIT menyatu dan perlu tampil lagi sebagai salah satu universitas unggulan di Sulawesi Utara. Mari torang samua kawal proses penyatuan saat ini for kejayaan UKIT ke depan demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya.(ven)

    BERITA UTAMA