NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Oktober 30, 2019

    Promkes RSUP Kandou Gelar Penyuluhan Stroke

    Tidak ada komentar
    Foto bersama usai penyuluhan
    Manado -

    Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 Oktober setiap tahunnya, instalasi promosi kesehatan RSUP Prof Dr. dr. R. D. Kandou Manado yang bekerjasama dengan bagian Neurologi RSUP Kandou Manado mengadakan penyuluhan dengan tema World Stroke Day 2019: Don’t be the One yang bertempat di depan apotik rawat jalan.

    Pada kesempatan tersebut, dr. Mieke A.H.N Kembuan, Sp.S(K) selaku kepala bagian Neurologi RSUP Kandou beserta dr. Melke Tumboimbela, Sp.S(K) dan residen Neurologi membawakan materi penyuluhan mengenai pengenalan awal stroke, mitos-fakta stroke, pencegahan stroke, serta memperkenalkan aplikasi Stroke Risk-o-Meter yang sudah diluncurkan oleh World Stroke Organization.

    Tema Hari Stroke Sedunia tahun ini mengajak kita agar tidak menjadi salah satu penderita stroke. Meningkatnya populasi penderita stroke dalam empat tahun ini menjadikan tema pencegahan dini lebih digalakkan untuk mengurangi angka kejadian stroke. “Satu dari empat orang akan terserang stroke. Data ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2012 di mana saat itu hanya satu dari enam orang yang akan terserang stroke. Jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini, angka ini dikhawatirkan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan,” ujar dr. Melke (Rabu 30 Oktober 2019).

    “Hampir 80% kejadian stroke dapat dicegah dengan perilaku CERDAS dan PATUH,” tambah dr. Mieke. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan perilaku CERDAS, yaitu cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, kelola stress; serta perilaku PATUH yaitu periksa kesehatan berkala, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, tetap diet sehat dan gizi seimbang, upayakan aktivitas fisik yang aman, hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik.

    Selain itu diperkenalkan juga aplikasi Stroke Risk-o-Meter yang dapat diunduh secara gratis pada ponsel dan dapat digunakan untuk melihat resiko terjadinya stroke pada 5 tahun dan 10 tahun ke depan. Aplikasi tersebut berupa kuesioner di mana terdapat tujuh bagian pertanyaan seperti usia, jenis kelamin, ras, berat badan, tinggi badan, tekanan darah, hingga berbagai riwayat penyakit yang ditanyakan dan kemudian diukur poinnya untuk memperkirakan persentase kejadian stroke ke depannya.

    Acara yang dilakukan di depan apotik rawat jalan ini disambut dengan antusias dari pasien-pasien yang tampak aktif saat diskusi interaktif pada penyuluhan tersebut. Beberapa pasien menanyakan mengenai mitos-mitos stroke hingga pencegahan stroke yang dapat dijawab dengan baik oleh perwakilan dari bagian Neurologi RSUP Kandou.

    Dipenghujung penyuluhan ini dr. Mieke meningatkan agar pasien senantiasa memperhatikan gaya hidup mereka dalam rangka mencegah terjadinya stroke di kemudian hari. (vsc)

    BERITA UTAMA