NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 17, 2020

    Siapkan 12 Ruangan Isolasi, RSUP Kandou Siap Hadapi Pasien Covid 19

    Tidak ada komentar
    Dirut melayani pertanyaan wartawan dengan jarak 1 meter sesuai dengan standar pencegahan penularan virus Covid 19
    Manado -

    RSUP Prof Dr RD Kandou Manado mengambil langkah cepat dalam melakukan antisipasi jika nantinya banyak pasien rujukan yang terindikasi terpapar COVID-19, dibawa ke RS Kandou.

    Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD saat menggelar pres conference di Aula lt.2 RSUP Kandou mengungkapkan, pihaknya begitu siap menangani pasien indikasi COVID-19 atau yang terkonfirmasi COVID-19.

    "RSUP Prof Kandou Manado saat ini menyiapkan 10 ruang isolasi dan 2 ruangan isolasi di IGD dengan tegangan negatif, namun untuk IGD kami berusaha tidak terisi sebab lebih ke tempat transit pasien," ungkap Panelewen.

    Lanjut kata dia, pihaknya juga saat ini menyiapkan ruangan baru khusus penanganan pasien COVID-19.

    "Saat ini kami kosongkan 1 gedung (Irina F) yang tanpa tekanan negatif dan berdampingan dengan ruangan isolasi, untuk sementara pasien yang berada disitu telah dipindahkan ke ruang perawatan yang lain, sehingga tersedia 76 tempat tidur yang disiapkan untuk pasien yang keterkaitannya dengan COVID-19 atau status PDP (Pasien Dalam Pengawasan)," kata Direktur Utama.

    Jadi pengambilan keputusan dengan tanpa tekanan negatif yang terpenting kata dia, adalah jarak dengan gedung lain lebih dari 1 meter dan yang paling dekat dengan irina F adalah 16 meter.

    Panelewen pun menyebut, hal ini sebagai bentuk perluasan yang perlu dilakukan serta komitmen RSUP Prof Kandou Manado untuk merawat pasien secara baik dan sendiri, terlebih pasien dengan status PDP atau terindikasi COVID-19.

    Ditanya soal kondisi 1 pasien yang terduga terkena COVID -19 yang kini ada di ruang isolasi, Panelewen menjelaskan saat tiba di RS pasien tersebut memang dalam status positif. Hanya saja beberapa hari kemudian setelah mendapat perawatan statusnya kini telah negatif.

    "Pasien belum bisa dipulangkan karena masih harus mengikuti lagi beberapa tahapan pemeriksaan hingga benar benar sembuh," ujarnya.

    Soal pendanaan dalam hal pembiayaan jika ada pasien yang diisolasi di RSUP Kandou, Dirut menyebut semua pasien yang masuk terkena virus ini tetap dikenakan biaya. "Tidak ada yang gratis yah semua tetap dibayar, tapi ingat itu bukan dibayar si pasien tapi oleh negara," tegasnya.(andresiwi)

    BERITA UTAMA