NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Maret 03, 2020

    RSUP Kandou Sukses Operasi 7 Pasien Jantung Bawaan

    Tidak ada komentar
    Dirut memberi penjelasan usai operasi
    Manado -

    RSUP Kandou Manado Senin - Selasa (2-3/3) pagi berhasil melaksanakan Intervensi pada 7 pasien Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang berusia 5 hingga 12 tahun. Kegiatan ini sukses terlaksana setelah sebelumnya sempat tertunda beberapa kali.

    Informasi yang diterima menyebutkan tim dokter yang melakukan operasi ialah Prof Dr.dr Mulyadi M.Djer dari RSCM Jakarta, unit koordinasi kerja Kardiologi IDAI, Perhimpunan Kardiologi Anak Indonesia (PERKANI), Dr.dr Erling David Kaunang, s.p.A(K), ketua komite medik RSUP Kandou, Ketua Sub Divisi Kardiologi Anak, dr David Waworuntu sp.A, yang juga anggota tim kerja UKK Kardiologi IDAI.

    Foto bersama usai kegiatan operasi
    Menurut Prof Dr.dr Mulyadi M.Djer, penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan penyebab cacat lahir yang paling sering ditemui. Meski demikian, jenis dan tingkat keparahan kondisi ini sangat beragam.

    "Sebagian kondisi hanya memerlukan pemantauan rutin, sebagian lainnya memerlukan operasi hingga transplantasi (penggantian) jantung. Penyakit jantung bawaan terjadi karena adanya gangguan pada proses pembentukan dan perkembangan jantung sejak bayi di dalam kandungan," tegas dokter dari UKK RSCM ini.

    Para dokter mendengar penjelasan usai operasi
    Keuntungan dari program PJB ini tambah dia, perawatannya sangat singkat dimana pasien dirawat hanya sehari, tidak memerlukan perawatan di ruang ICU.
    Karenanya, dengan dilakukan intervensi non bedah ini diharapkan dapat dikerjakan karena memilki resiko lebih rendah.

    "PJB merupakan kelahiran yang paling banyak di Indonesia dan tercatat ada 50 ribu kelahiran bayi dan semuanya dibedah namun sekarang bisa dilakukan tanpa bedah,” kata dia.

    Direktur Utama RSUP Kandou Dr.dr.Jimmy Panelewen, SpB-KBD, diwawancara terpisah menyebut kegiatan ini merupakan sebuah momentum untuk selangkah lebih maju, dimana diharapkan dengan penambahan SDM seperti tenaga Dokter dan perawat akan dilengakapi juga dengan beberapa peralatan yang akan ditambah sejumlah peralatan tambahan.
    "Ini sebagai wujud komitmen dari RSUP Kandou bahwa suatu saat kita akan mandiri,” tegas Dirut.

    Sementara itu Ketua Komite medik RSUP Kandou Dr dr Erling David Kaunang, s.p.A(K), menyebut sebelumnya pasien PJB dikirim ke Jakarta dan sudah dibayar oleh negara melalui BPJS, namun pasien masih membutuhkan uang transpor, tiket PP, serta penginapan selama di Jakarta.

    Dengan Intervensi non bedah yang dilakukan di Manado Kaunang berharap pasien tidak perlu dirujuk ke Jakarta, namun jika ada kasus- kasus yang rumit baru dirujuk.

    "Selama itu bisa ditangani di sini maka kita akan lakukan penanganan PJB, hasilnya pasti akan sangat memuaskan," ujar Kaunang.(andresiwi)

    BERITA UTAMA