NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Mei 15, 2020

    Imbas Covid, 1.868 Pekerja Pariwisata di Manado Kena PHK

    Tidak ada komentar
    Lenda Pelealu
    Manado -

    Banyak sektor usaha yang terdampak Covid-19, membuat angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) meningkat.
    Dari informasi, ada 8.090 karyawan swasta di Kota Manado, dilaporkan PHK. Di mana sebanyak 6.222 pekerja non pariwisata dan ekonomi kreatif, serta sisanya 1.868 adalah pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    “Data di kantor kami, sudah 6.222 karyawan yang di-PHK perusahaan. Angkanya meningkat di bulan April. Data yang masuk ke kami, belum termasuk jumlah PHK yang dilaporkan ke Dinas Pariwisata,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, Donald Supit, Jumat (15/05) kemarin.

    Menurut dia, data PHK yang masuk terkumpul melalui beberapa metode. Seperti pelaporan mandiri dari para karyawan, laporan yang dilaporkan langsung pihak perusahaan serta pengumpuluan data melalui jaringan online.

    Lanjutnya, data yang masuk sebenarnya tidak secara keseluruhan menyebut karyawan swasta kena PHK imbas pandemi ini.
    “Data tersebut terbagi menjadi dua yakni pekerja yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK,” ungkapnya.

    “Lonjakan PHK terjadi pada Maret dan April. Jadi hanya dalam waktu dua bulan, banyak karyawan yang di-PHK dan dirumahkan. Semoga situasi ini bisa cepat berlalu,” tukasnya.

    Terpisah, Kadis Pariwisata Kota Manado Neivi Lenda Pelealu mengatakan, ada 1.868 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di-PHK dan dirumahkan, imbas situasi Covid-19.

    Para pekerja menurutnya kebanyakan dari sektor perhotelan, diving centre dan industri hiburan malam.
    “Jadi khusus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, ada sebanyak 1.868 pekerja yang di-PHK dan ada juga yang dirumahkan. Ini data terbaru yang jumlahnya terus bertambah setiap hari,” kata Lenda.

    Sedangkan secara nasional, Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat, terdapat lebih dari dua juta tenaga kerja yang terkena aksi pemutusan hubungan kerja akibat wabah virus corona atau Covid-19.(andresiwi)



    BERITA UTAMA