NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Mei 22, 2020

    Kesejahteraan Tim Penanganan Covid -19 di RSUP Kandou Terjamin

    Tidak ada komentar
    Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr Ivonne Rotty, saat memberi penjelasan 
    Manado -

    Meski dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, menyebut tenaga kesehatan yang berhak menerima tunjangan Covid 19, adalah mereka yang bekerja di tujuh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), pihak RSUP Kandou tetap punya kebijakan tersendiri dalam hal kesejahteraan karyawannya salah satunya petugas ambulans, yang tidak termasuk dalan SK Kemenkes.

    Demikian tegas Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Kandou, Dr dr Ivonne Eizabeth Rotty MKes, mewakili Direktur Utama Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, Jumat (22/05) siang, pada wartawan di ruang aula lt 2.

    "Selama ini karyawan RSUP Prof Kandou mendapat insentif bulanan atau remunerasi. Nah, khusus tim yang masuk dalam penanganan pasien Covid-19, mendapat insentif tambahan yang besarannya berdasarkan kriteria. Yaitu risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah," tegas Dr Ivonne yang saat itu ikut didampingi Kabag Organisasi dan Umum John R Tuwaidan ST MSi serta Kasubag Hukum, Organisasi dan Humas Novita SH

    Pada kesempatan itu, dia pun membantah soal adanya informasi yang menyebut karyawan ambulans tidak menerima insentif Covid 19.

    "Tidak benar bahwa karyawan RSUP Prof Kandou tidak mendapat insentif,” tegasnya.

    Malah ditambahkan isteri tercinta dari Ketua Komite Medik RSUP Kandou Dr dr David Kaunang, Sp.A(K) Direksi RSUP Prof Kandou telah memperjuangkan supaya tim ambulans masuk sebagai penerima insentif sebesar Rp 4 juta, hanya saja saat direksi berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan jajarannya, usulan tersebut ditolak. Sehingga yang mendapat insentif dari pemerintah pusat tetap berdasarkan Kepmenkes.

    "Jadi keputusannya tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya nantinya menerima 300 juta serta asuransi dari Bank Mandiri," ujarnya.(andresiwi)











    BERITA UTAMA