NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 12, 2020

    Kadiskes: Hingga Kini Belum ada Namanya Klaster Ketang Baru

    Tidak ada komentar
    Pertemuan Dinkes Manado bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat membahas langkah antisipasif Covid-19
    Manado-

    Pemerintah Kota Manado di Bawah Kemimpinan DR Ir G.S.Vicky Lumentut SH, MSi, DEA dan Wakil Walikota Manado Mor D Bastian SE melalui Dinas Kesehatan Kota Manado menggelar pertemuan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat membahas langkah antisipasif dampak stigma covid 19, Kamis (11/06).

    Dalam pertemuan penting ini membahas bagaimana cara melawan stigma negatif yang berkembang di masyarakat serta penanganannya.

    Kepala Dinas Kesehatan Manado, dr Ivan Sumenda Marthen, selaku inisiator kegiatan mengatakan, masyarakat jangan terbawa stigma negatif. Sampai saat ini belum ada yang namanya Klaster Ketang Baru.

    "Dalam pertemuan itu juga menghasilkan beberapa poin penting diantaranya tokoh agama dan tokoh masyarakat berperan aktif sebagai relawan mengkampanyekan sikap melawan stigma negatif akibat covid 19, cepat terdeteksi, cepat sembuh dan tidak menularkan," ujar dr Ivan.

    Ditambahkan dia lagi, rencananya relawan yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh agama akan membantu GTC-19 mengadvokasi, deteksi awal melalui rapid test masal yang rencananya diadakan Senin (15/6) nanti.

    "Relawan nantinya akan berperan aktif dalam proses evakuasi karantina ditempat yang disediakan pemerintah jika ditemukan ada yang reaktif. Advokasi ini sangat penting, agar kita dapat melakukan tracing atau deteksi awal menemukan dan menghentikan dengan cepat penyebarannya, ” tukas Marthen.

    Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Sulut, Amir Liputo saat diundang menghadiri pertemuan lintas sektor dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk penanganan covid 19 Kecamatan Singkil- Tuminting, mengatakan, pemerintah kota Manado lewat Dinas Kesehatan sudah mengakomodir penanganan konflik ‘klaster Ketang Baru’ dengan melibatkan masyarakat setempat sangatlah baik.

    "Kegiatan ini sangat baik, penanganan covid-19 ini tidak mungkin hanya ditangani oleh pemerintah tapi perlu melibatkan masyarakat sekitar, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dari Kelurahan Ketang Baru dan Ternate Baru. Saya berharap apa yang sudah dibahas, apa yang sudah diputuskan menjadi motivasi bagi mereka semua untuk kedepan kedua Kelurahan ini bisa jadi pilot project untuk penanganan covid-19," pungkas Liputo.(riskysondakh)

    BERITA UTAMA