NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 18, 2020

    Lili Binti: Saya tak Pernah Salah Gunakan Uang Negara

    Tidak ada komentar
    Lili Binti
    Manado -

    Anggota DPRD Kota Manado Lily Binti, SE saat ditemui di kediamannya memberikan klarifikasi terkait sebuah pemberitaan pada salah satu media yang menurutnya sangat tendensius.

    Hal ini terkait temuan dugaan kelebihan bayar untuk tunjangan Transportasi dan Perumahan yang melibatkan Anggota DPRD Manado periode 2014-2019.

    Lily Binti yang merupakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Manado menjelaskan, dirinya bersama keluarga merasa dirugikan akibat judul berita yang menuliskan bahwa Kajari Kejar Lili Binti Cs, yang belakangan ditarik ke salah satu media nasional.

    "Makanya saya bingung, apa sih pokok permasalahan sehingga ada judul seperti itu," ucap LB sapaan akrabnya.

    Lanjut menurut anggota DPRD Manado 3 periode itu, dirinya telah membuat laporan ke DewanPers.

    "Selain Dewan Pers saya akan melaporkan editor yang membuat pokok berita yang mencemarkan nama baik saya dan keluarga," tutur Binti.

    Lebih lanjut ia pun menegaskan keberatan jika dikatakan dirinya melakukan korupsi. "Sebab saya tidak pernah menyalahgunakan uang negara. Penyaluran gaji saat itu ditransfer langsung ke rekening dan saya tidak tahu perinciannya seperti apa, hal inilah yang menurut saya perlu diketahui masyarakat agar tidak ada opini yang tendensius," imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Manado Maryono SH, MH saat ditemui mengatakan kasus ini sementara ditangani oleh Kejari.

    “Terkait tuduhan penyimpangan fasilitas transportasi dan perumahan 40 anggota DPRD Manado periode 2014-2019 masih dalam tahap penyidikan oleh Kejari Manado,” tutur Maryono.

    Kajari pun menjelaskan, sampai saat ini sudah 16 orang yang dipanggil. “Kami sudah memeriksa 16 orang anggota dewan yang rata-rata bersedia mengembalikan kerugian negara,” ungkapnya.

    Dari 16 orang yang sudah diperiksa, disebutkan Kajari sudah ada yang mengembalikan kerugian negara tersebut.

    "Sudah ada 6 yang mengembalikan, ada dari unsur pimpinan dan ada dari anggota yang keseluruhan nilanya ada sekitar Rp400 juta,” jelasnya.

    Ditegaskan Kajari, sampai hari ini 16 orang yang diperiksa dan 6 orang yang telah mengembalikan belum dipublikasikan namanya.

    “Karena itu cukup menjadi konsumsi penyidikan, mohon maaf kami belum dapat publikasikan,” tandasnya.(andresiwi)

    BERITA UTAMA