NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 06, 2020

    MUKI Sulut Bahas Siapkah Umat Kristen Masuk New Normal

    Tidak ada komentar
    Ketua MUKI Sulut Moody Rondonuwu
    Manado -

    Gereja harus siap menghadapi era new normal. Hal tersebut diungkapkan Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (MUKI Sulut) Ir. Mooddy Rondonuwu.,MT usai mengikuti diskusi yang bertajuk WELCOME NEW NORMAL : SIAPKAH UMAT KRISTEN MEMASUKI ERA NORMAL BARU?

    Diskusi yang dilaksanakan kerjasama DPW MUKI Sulut, PKBI Sulut dan BAMAG Sulut, Jumat (5/6) digelar pukul 16.00 - 18.30 WITA, dengan nara sumber Pdt. Drs Johan Manampiring STh (Ketua BAMAG Sulut), Pdt.dr Leny Matoke.,Sp.S ( Gbl. Graha Bethany Wanea Manado), Pnt. Ir. Jennifer Mawikere ( Direktur Eksekutif PKBI Sulut), Dr.Tri Oldy Rotinsulu SE,MSi (Akademisi Unsrat/ISEI Sulut), dengan
    dipandu moderator Herry Pinatik SP.MSi (Akademisi/Waket Biro Litbang DPW MUKI Sulut).

    Suasana diskusi
    Diskusi virtual yang berlangsung akrab ini membahas apa dan bagaimana new nomal dari berbagai perspektif, lalu sejauhmana umat Kristen siap untuk beradaptasi dengan perilaku dan gaya hidup di era normal baru, dimulai dari kehidupan berkeluarga, bergereja, bermasyarakat dan berbangsa.

    Hasilnya, semua sepakat umat Kristen di Sulut harus siap memasuki era new normal dilandasi iman yang kokoh dan mewujudkannya dalam perilaku hidup bersih dan sehat agar memiliki IMUNITAS tubuh yg kuat serta secara disiplin menerapkan protokol kesehatan (membiasakan pakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan massa) agar terhindar dari penularan covid19.


    Dikatakan Rondonuwu, dari aspek ekonomi umat Kristen harus mampu melihat peluang yang ada seperti bercocok tanam, bisnis akuaponik dan usaha lain dengan terus bersinergis dengan gereja dan pemerintah.

    Terkait adanya surat edaran Menteri Agama RI no.15 thn 2020 harus disikapi dengan cermat, arif dan bijaksana oleh pimpinan2 gereja sebagai pengambil keputusan.


    "Harus melihat dulu apakah jemaat sdh mampu beradaptasi dan menaati protap protokol kesehatan yg tlh ditetapkan pemerintah ? Lalu dari segi kesiapan sarana dan prasarana peribadatan disetiap gereja apakah sudah ada dan telah memenuhi standar kesehatan? dan sebagainya, yang terkait dengan jaminan kesehatan serta keselamatan jemaat yang beribadah," tegasnya.

    Hal tersebut tambah dia, harus dipastikan dulu, jika perlu dilakukan dulu simulasi dan uji coba untuk melihat berbagai kemungkinan/alternatif.

    "Untuk pengaturannya pimpinan gereja perlu terbitkan juklak/juknis/SOP sesuai standar kesehatan," sebut Rondonuwu.

    Ketika ditanya apakah warga gereja sudah siap?, karena harus diakui masih lebih banyak warga gereja yang belum siap dan belum mampu beradaptasi dengan kenormalan baru ini, inilah tantangan gereja saat ini. Adalah tugas dari para pimpinan gereja dan semua umat Kristen mengedukasi dan mensosialisasikan protokol kesehatan pandemi covid19 sebagai syarat berada dlm kehidupan new normal yang harus dihadapi saat ini.(vsc)

    BERITA UTAMA