NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 28, 2020

    Permintaan Meningkat, Pasokan Telur asal Sulut Tetap jadi Primadona

    Tidak ada komentar

    Manado -

    Telur Ayam adalah bahan pangan asal hewan yang sangat digemari di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Banyak olahan kuliner yang tercipta berbahan dasar telur.

    Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang terjangkau di masyarakat dengan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. 


    Sulawesi Utara merupakan sentra produksi telur ayam konsumsi yang mampu memenuhi kebutuhan protein hewani ke beberapa daerah sekitar Sulawesi Utara.

    Sentra produksi telur ayam di Sulawesi Utara diantaranya Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon, dan Kota Kotamobagu.

    Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado, Sabtu (27/6) melakukan sertifikasi terhadap 26 ton telur ayam yang akan dilalulintaskan menuju Tahuna sebanyak 5 ton dan ke Maluku Utara sebanyak 21 ton.

    Pemeriksaan fisik dilakukan oleh pejabat karantina yang merupakan salah satu tindakan karantina sebagai bentuk penjaminan bahwa telur yang akan dikirim bebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) serta aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

    Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST pada periode Januari sampai dengan Mei 2020 tercatat sertifikasi telur ayam sebanyak 1154 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 25 milyar atau naik 70% dibandingkan periode sama ditahun sebelumnya yang hanya mencapai 679 ton dengan nilai Rp.15 milyar saja.

    Kepala Karantina Pertanian Manado drh. Donny Muksydayan, M.Si menyampaikan meski ditengah penyebaran Covid-19 tidak menyurutkan permintaan telur ayam asal Sulawesi Utara (Sulut).

    "Pasar utama dari telur ayam asal Sulut tersebut yakni Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe," ucapnya.

    Lebih lanjut, ditambahkannya pelaku usaha telur ayam yang biasa mengurus sertifikat karantina ada yang perorangan maupun perusahaan.

    "Fasilitas di wilayah kerja kami ditujukan untuk semua pelaku usaha dan Karantina Pertanian Manado siap melayani," tambah Kepala Karantina Pertanian Manado Donny Muksydayan.

    Sementara, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, Ph.D secara terpisah menyampaikan Seluruh Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian ditanah air akan memberikan pelayanan perkarantinaan berupa fasilitasi layanan ekspor, impor, maupun sertifikasi media pembawa antar area.

    Hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH yang mengintruksikan agar Badan Karantina Pertanian (Barantan) harus memastikan dan menjaga kualitas keamanan dan mutu pangan serta kelancaran distribusi 11 bahan pangan pokok nasional dalam kondisi aman dan terkendali, di antaranya beras, daging sapi dan ayam, minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, aneka cabai dan gula.(andresiwi)

    BERITA UTAMA