NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 22, 2020

    Pilkada Serentak Berpotensi Terjadi Pelanggaran Pemilu Gaya Baru

    Tidak ada komentar
    Franny Sengkey

    Amurang -

    Kordiv Hukum Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan Franny Sengay SE menjelaskan, dalam pelaksanaan Pilkada serentak akan sangat berpotensi terjadinya pelanggaran pemilu gaya baru. Menurut Sengkey, adanya potensi pelanggaran jenis baru dalam ajang Pilkada 2020 pada masa pandemi covid-19, diantaranya terkait pembagian masker oleh tim sukses di sekitar TPS, apalagi masker yang berlogo paslon. Menurutnya hal itu bisa saja terselip uang.”Bisa saja didalam masker ada uang dari paslon tertentu,” ujar Sengkey.
                             
    Pada bagian lain kata Sengkey, dalam ranah tahapan kampanye, baik penyelenggara, peserta, maupun pemilih harus banyak beradaptasi. Menurutnya lagi protokol kesehatan jelas melarang untuk melakukan kampanye pertemuan yang menghadirkan banyak orang. 

    “Hampir pasti pertemuan yang sifatnya sangat massif butuh prasyarat, bahkan mungkin bisa jadi tidak dilakukan,” terangnya mengutip pernyataan anggota Bawaslu RI.
    “Jadi pelanggaran jenis baru dalam Pilkada serentak mendatang sangat berpotensi terjadi di Minsel. Jadi kami akan mengantisipasinya dengan sangat cermat, sehingga peluang-peluang terjadinya pelanggaran gaya baru dapat kita redam,” paparnya.

    Selanjutnya kata dia, untuk meredam pelanggaran gaya baru itu, maka perlu adanya FGD dengan seluruh jajaran Panwascam se-Kabupaten Minsel. ”Sebelum Pilkada serentak, tentu kita perlu menggelar FGD. Nah, ini penting karena lewat FGD semua Panwascam se-Kabupaten Minsel kembali mendapat pembekalan guna terciptanya Pilkada yang jujur dan adil. Dan jika kita menemukan hal pelanggaran seperti itu, langsung kita proses dan sanksinya tentu berat,” tandas putra Tompaso Baru ini.(vsc/advedtorial)



    BERITA UTAMA