NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 17, 2020

    Stop Rokok, Minum Anggur, Rajin Olahraga dan Banyak Tertawa Bikin Jantung Sehat

    Tidak ada komentar
    dr Victor saat menyampaikan penyuluhan
    Manado -

    Tertawa itu sehat, kalimat lama yang sering diucapkan para orang tua pada anak anaknya ternyata mengandung kebenaran. Dari kajian ilmu kesehatan ternyata banyak tertawa baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    Saat Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou, melaksanakan penyuluhan Selasa (16/6),
    saran banyak tertawa itu disampaikan dr Victor Joseph SpJP(K) selaku pemateri penyuluhan.

    Kata dr Victor, tertawa dapat membuat pembuluh darah lebih besar dan memungkinkan peningkatan aliran darah serta mengurangi tekanan darah.

    "Penyakit Jantung merupakan satu penyebab nomor satu kematian di dunia. Gejala penyakit jantung di tandai dengan rasa sakit atau nyeri tidak nyaman pada tengah dada, pusing atau pingsan, sesak napas dan mual, muntah atau keringat dingin," ujar dr Victor sembari menyebut
    lebih dari 17,3 persen kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

    Nah, banyak tertawa kata dia harus juga diimbangi dengan rajin berolahraga supaya bugar, tidur cukup untuk mengurangi tekanan darah, hormon stres, maupun obesitas.

    "Penderita jantung juga baiknya rajin minum anggur sesuai takaran dan makan sayuran, sebab terdapat zat oksidan yang berfungsi melindungi pembuluh darah di jantung. Serta membantu mencegah pembentukan penggumpalan darah. Serra yang paling penting ialah hentikan merokok karena dapat menyebabkan serangan jantung, kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Dan hindari makanan cepat saji yang berpotensi mengganggu kesehatan jantung dan menyebabkan obesitas," ujarnya.

    Iapun menguraikan penyakit jantung kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah, termasuk diantaranya adalah penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, hipertensi dan stroke. Di Indonesia penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26,4 persen.

    Penyakit kardiovaskuler sebutnya merupakan penyebab kematian nomor satu. Di tahun 2008, diperkirakan 17,3 juta kematian disebabkan penyakit kardiovaskuler dan lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi pada usia di bawah 60 tahun.

    "Memang penyakit jantung lebih banyak pada faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), dislipidemia (gangguan metabolisme lemak/kolesterol), kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, hingga stres. Serangan jantung ini bisa dikenali melalui tanda-tanda seperti rasa sakit, nyeri atau tidak nyaman di tengah dada. Adanya mual, muntah atau keringat dingin, pusing atau pingsan, dan sesak napas. Jika sudah merasakan hal tersebut segeralah memeriksakan diri," kata konsultan Jantung dan Pembuluh Darah ini.(andresiwi)







    BERITA UTAMA