NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juni 12, 2020

    Sakit Kepala dan Pusing Dijelaskan di Penyuluhan Promkes RSUP Kandou

    Tidak ada komentar
    Suasana saat penyuluhan Instalasi Promkes
    Manado -

    Instalasi Promosi Kesehatan RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Rabu (10/6) menggelar kegiatan penyuluhan di ruang tunggu poliklinik bedah rawat jalan.

    dr Arthur Mawuntu,SpS, dihadirkan sebagai nara sumber pada kegiatan itu. Dalam penjelasannya, dia menjelaskan beberapa materi terkait kesehatan, misalnya sakit kepala dan pusing. Dia pun membeber obat yang baik dipakai jika terkena gangguan ini.

    "Nyeri kepala dialami hampir setiap orang. Sebagian besar mengeluhkan rasa seperti ditusuk-tusuk, diiris, ditekan, berdenyut, berat, tegang, perih, dan mau pecah. Ada juga rasa pusing berputar, kepala seperti ringan dan limbung," ujar dr Arthur.

    Jika pasien kerap mengalami mual, muntah disertai demam atau kaku kuduk, sensitif pada cahaya maupun bunyi, dokter Spesialis Saraf ini menerangkan, nyeri kepala diklasifikasi dua bagian. Yaitu primer dan sekunder. Nyeri kepala primer umumnya tidak mematikan serta tidak ada penyebab yang jelas. Dikategorikan dengan 3 model, yaitu tension, cluster, dan migren.

    Nyeri kepala primer paling banyak ditemukan. Ciri-cirinya, berlangsung selama 30 menit sampai seminggu, terasa ringan sampai berat, dan hanya butuh pengobatan biasa.

    Tension ditandai seperti tertekan atau kencang, biasanya terjadi di kedua sisi kepala, rahang, dan leher. Sering menjadi lebih berat di malam hari, acap kali dapat ditemukan nyeri tekan pada otot-otot di kulit, dan diperberat karena stres.

    Migren, biasanya mengenai salah satu sisi kepala saja. Nyerinya seperti berdenyut, bersifat sedang hingga berat dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri ini diperberat jika aktivitas naik-turun tangga atau aktivitas fisik lain serupa.

    Saat serangan, dapat ditemukan gejala penyerta berupa mual-muntah, dan menjadí lebih sensitif terhadap cahaya atau bunyi-bunyian. Serangan berlangsung 4-72 jam.

    Cluster, siklus serangan nyeri yang datang tiap hari, terjadi beberapa kali sehari, dan tiap serangan berdurasi singkat. Bisa bertahap hingga 1-4 bulan dan diselingi masa bebas serangan selama 6- 24 bulan.

    Didapati keluhan seperti gelisah, berjalan mondar-mandir, bahkan ada pasien yang sampai membenturkan kepalanya ke dinding saat serangan. Nyeri kepala klaster bersifat sesisi, yaitu di sekitar mata, pelipis, dan rahang atas.

    Ditandai juga rasa perih dan sangat berat, pasien seringkali terbangun dari tidur karena serangan. Mata di sisi yang terkena sering berair, memerah, dan bengkak, bahkan hidung tersumbat dan berair.

    Nyeri Kepala Sekunder disebabkan oleh kelainan atau penyakit tertentu di otak. Membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan jika terdapat tumor, infeksi, perdarahan otak, sumbatan aliran darah otak, dan lainnya.

    Pada kondisi tersebut, segera hubungi dokter untuk pengobatan. Kemudian modifikasi gaya hidup dan hindari faktor pencetus nyeri kepala.

    Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD mengatakan kegiatan penyuluhan ini sangat baik karena menambah pengetahuan tentang kesehatan.(andresiwi)

    BERITA UTAMA