NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 11, 2020

    Diduga Hilang, Kejari Manado Usut Dana CSR BSGo ke RS Gigi dan Mulut

    Tidak ada komentar
    Dana CSR BSGo dari RS Gigi dan Mulut sebesar Rp 650 juta, yang disita penyidik Kejari Manado dan akan disimpan sementara ke rekening Kejaksaan
    Manado -

    Kejaksaan Negeri Manado melakukan penyidikan terkait pemberian dana hibah yang diberikan Bank Daerah "Bank SulutGo" kepada Pemerintah Kota Manado yang rencananya diperuntukan membantu Rumah Sakit Gigi dan Mulut.

    Diketahui pada tahun 2019 Bank SulutGo memberikan bantuan dana hibah tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsbility (CSR) sebesar Rp 1.2 Milyar.

    Namun, melalui Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Manado menemukan adanya kejanggalan dimana pada bulan April 2020 uang tersebut telah dipindahkan ke rekening pribadi milik oknum pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado.

    "Jadi Bank SulutGo memberikan bantuan dana hibah CSR (Corporate Social Responsibility) kepada pemerintah Kota Manado yang rencananya diperuntukkan membantu Rumah Sakit Gigi dan Mulut sebesar sekitar Rp.1.2 Milyar, tapi dari sejumlah dana tersebut pada bulan April 2020 telah dipindahkan sebesar Rp.650 juta ke rekening pribadi milik oknum pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)," jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado Maryono, SH, MH kepada Voxsulut.com, Jumat (10/7).

    Lebih lanjut dalam penjelasannya, sisa uang sebesar Rp.550 juta belum diketahui dimana disimpan dan juga penggunaannya.

    "Berdasarkan informasi tersebut penyelidik Kejari Manado kemudian telah berkoordinasi dengan pihak Bank pemberi hibah/CSR dan oknum-oknum yang ditengarai mengetahui dana tersebut, sehingga atas kerja sama yang baik antara pihak Bank dan atas kesadaran sendiri pemilik rekening yang menampung sebagian dana CSR tersebut secara sukarela telah menitipkan uang sebesar Rp 650 juta kepada penyelidik Kejari Manado dengan maksud penyelamatan uang Negara," ucap Kajari.

    Selanjutnya uang tersebut dititipkan sementara ke rekening Dinas Kejari Manado yang ada di Bank BRI Cabang Manado.

    Penyelidik Kejari Manado akan segera menentukan sikap terhadap uang dana hibah/CSR tersebut setelah diperoleh fakta fakta hukum.

    "Seperti siapa yang meminta bantuan dana hibah/CSR tersebut, dimana dana tersebut ditampung, sesuai proposal permohonan akan digunakan untuk apa saja dana itu, dana yang telah diterima secara realita digunakan untuk apa saja, mengapa ada sebagian yang dipindahkan dan masuk ke rekening pribadi. Kemudian apakah ada ASN/Pejabat lain yang menerima dana CSR tersebut dan lain sebagainya," tegas Kajari Manado Maryono.

    Perlu diketahui, Bank SulutGo adalah Bank milik Daerah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah kabupaten/kota dan Propinsi.

    Berdasarkan ketentuan pasal.295 UU.no.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah jo Permendagri no.38 thn 2018 tentang pedoman penyusunan APBD bahwa hibah/CSR termasuk kualifikasi pendapatan lain-lain yang sah selain pajak dan retribusi daerah yang harus dicatatkan dan dikelolah di rekening kas umum daerah (RKUD) oleh Bendahara umum daerah  (BUD) sebelum dipergunakan sehingga penyimpangan terhadap dana tersebut dapat dikategorikan sebagai Tindak Pidana Korupsi.

    "Penyelidik Kejari Manado nantinya juga akan menelisik kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena tidak menutup kemungkinan adanya bagi-bagi uang secara tidak sah untuk kepentingan pribadi setelah uang tersebut masuk ke rekening penerima secara sah. Penyelidik akan segera mengambil sikap apakah ada unsur tindak pidana atau sekedar kesalahan prosedur/administratif dalam kasus dana hibah/CSR ini," tutur Kajari.

    Dikonfirmasi via seluler Sabtu (11/7) sore dr Sanil Marentek selaku Dirut RS Gigi dan Mulut belum memberikan respon. (andresiwi)

    BERITA UTAMA