NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 10, 2020

    Dirut Pimpin Apel Kendaraan Dinas Pejabat RSUP Kandou

    Tidak ada komentar
    Dirut didampingi Direksi memimpin apel
    Manado -

    Sub Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) RSUP Prof Kandou, Jumat (10/7) menggelar apel Kendaraan Dinas (Kendis) di Lapangan Parkir depan Kantor Administrasi RSUP Kandou.

    Direktur Utama RSUP Prof R.D Kandou Manado Dr.dr.Jimmy Panelewen,Sp-B-KBD, didampingi Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum Dr. dr Ivonne Elizabeth Rotty M.Kes, Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang dr. Jehezkiel Panjaitan dan Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Barang Milik Negara Dewi Anggraini, SE, MM, saat menyampaikan sambutan memberi apresiasi kegiatan apel kendaraan ini dan berharap dilakukan reguler dan terjadwal.

    Dirut mengecek langsung kondisi kendaraan
    "Kendaraan dinas merupakan sarana yang diberikan dan digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas yang harus dijaga, dirawat dengan baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan sebagai upaya penataan aset dalam salah satu syarat mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), sekaligus penertiban barang nilik negara di lingkup RSUP Kandou," kata Dirut.

    Dia juga mengatakan apel kendaraan ini adalah salah satu bentuk pengamanan barang milik negara, karena banyak aset yang memang harus ditata lagi dan dijadikan rapih, sehingga proses pemilikan Barang Milik Negara (BMN) menjadi jelas untuk mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang transparan dan akuntabilitas, dan semua harus taat terhadap regulasi yang ada.

    Kendaraan Ambulans
    Di RSUP Kandou sebutnya, ada 50 kendaraan dan ada 5 kendaraan yang belum terdata disimak Barang Milik Negara (BMN), 5 kendaraan itu merupakan kendaraan yang menjadi hibah atau CSR dari mitra kerja.

    “Memang saat ini banyak kendaraan di RSUP Kandou tinggal rangka atau tinggal mesin, saya minta dari BMN untuk bisa mendata, kendaraan yang sudah tidak bisa diperbaiki dan usianya sudah tua yang berpotensi lebih banyak ongkosnya, diharapkan diatur sesuai dengan regulasi untuk dilakukan penghapusan, sehingga kendaraan operasional yang bisa digunakan bisa terlihat. Sebagai Contoh kendaraan ambulance yang terdata sekian, sementara yang bisa jalan cuma sekian maka akan sulit untuk RSUP Kandou mengusulkan pengadaan ambulance karena secara sistem terlihat ambulance di RSUP Kandou masih banyak padahal sebagian besar rusak. Kondisi itu membuat kita sulit melakukan upaya pengadaan barang ambulans. Jika ini tertata dengan baik, pelaporannya baik dan penghapusan atau pemusnahan dari kendaraan ini jelas dan teratur maka proses kita untuk mengadakan penambahan akan mulus sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

    Sebagian kendaraan pejabat
    Terpisah, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara, Rini Novita Hamdani,SE.Ak, menyebut, salah satu
    tujuan dilakukannya apel kendaraan dinas sebagai bentuk pertanggungjawaban maupun akuntabilitas RSUP Kandou terhadap aset-aset yang ada.

    "Seluruh kendaraan dinas ini harus tercatat dengan rapih siapa yang kini memegangnya, bagaimana kondisinya dan sejauh mana efektivitas penggunaan kendaraan dinas ini untuk kepentingan operasional dan pelayanan pada masyarakat, dan juga sebagai check and balancing, bagaimana kesesuaian aset yang di lapangan dengan data fisik yang ada pada aplikasi SIMAK BMN," jelasnya.

    Kepala Bagian Umum RSUP Kandou Robert Tuwaidan, menyebut kegiatan ini sangat baik dilakukan sekaligus menunjukan para pejabat struktural yang memegang kendaraan dinas harus bertanggungjawab pada kendaraan dinas masing-masing.(andresiwi)

    BERITA UTAMA