NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 23, 2020

    Golkar Terancam Tak Punya Calon di Pilkada Manado

    Tidak ada komentar
    Jimmy Rimba Rogi
    Manado -

    Setelah tercipta kejutan besar dengan terbangunnya koalisi Demokrat - PAN yang mengusung Mor Dominus Bastian dan Hanny Joost Pajouw (MDB-HJP) di Pilwalko Manado, secara otomatis arah tujuan Partai Golkar kini menjadi buntu.

    Itu setelah sebelumnya Golkar - PAN dikabarkan bakal menjalin hubungan kembali di Pilwako Manado, apalagi Bobby Daud selaku Ketua DPC PAN Manado beberapa waktu lalu sudah memberi rekomendasi dukungan kepada Jimmy Rimba Rogi, selaku calon Walikota dari Golkar bahkan surat rekomendasinya diantar langsung ke kediaman Imba.

    Namun turunnya SK DPP PAN kepada (MDB-HJP), hampir dipastikan Partai Berlambang Beringin itu terancam menjadi penonton di Pemilihan Walikota Manado pada 9 Desember nanti.

    Hitung-hitungan saat ini peluang Golkar dengan 5 kursinya di DPRD Manado sangat kecil akan mengusung calon jika tak mampu menggaet partai lain, pasalnya koalisi besar-besaran juga terlihat telah dilakukan Partai NasDem dengan menggandeng PSI yang memiliki 1 Kursi DPRD Manado, Hanura 1 Kursi, Perindo 2 Kursi dan kemudian Gerindra 4 kursi yang hampir dipastikan akan mengusung calon dengan jargon PAHAM, Paula Runtuwene dan Harley Mangindaan (JPAR-Ai), setelah  dilakukan pertemuan antara JPAR - Ai dengan para pimpinan partai tersebut.

    Peluang Golkar memang masih ada jika bisa menggaet Partai Keadaan Sejahtera (PKS) yang mengoleksi 2 kursi di DPRD Manado, artinya koalisi ini bisa mengoleksi 7 kursi Parlemen. Hanya saja itupun belum mampu mengusung calon yang batas minimumnya berdasarkan aturan 8 kursi atau 20% kursi DPRD atau 25% dari akumulasi perolehan suara sah.

    Ketua Harian DPD Golkar Sulut James Arthur Kojongian saat dikonfirmasi via layanan Whatsap semalam masih menunjukan optimisnya. "Kita lihat saja nanti," tegas Wakil Ketua DPRD Sulut ini.

    Sama halnya dengan Hesky Naray, salah satu Tim Sukses Imba yang menyebut masih banyak jalan menuju Roma. Artinya sebelum penutupan calon pendaftaran dia yakin masih banyak yang bisa terjadi. "Politik ini dinamis kita lihat saja nanti," tegas Naray, yakin.

    Jimmy Rimba Rogi yang coba dihubungi via seluler semalam belum memberi respon, pun coba dikonfirmasi melalui layanan whatsap meski telah membaca namun tidak juga memberi balasan.

    Sementara itu PDI-Perjuangan yang terlihat lebih santai, itu karena PDI-P yang memiliki 10 kursi di DPRD Manado mempunyai kesempatan lebih mudah dengan mengusung calonnya sendiri tanpa harus berkoalisi, namun sampai saat ini calon yang disiapkan untuk mendampingi calon walikota Andrei Angouw (AA) untuk bertarung di Pilwako Manado masih belum juga disebutkan.

    Informasi terakhir yang berhembus PDI-Perjuangan masih mengodok sejumlah nama untuk disiapkan sebagai pendamping AA, dimana ada nama Ketua DPC PDIP Manado Richard Sualang dan salah satu Direksi Bank SulutGo yang juga Ketua Syarikat Islam Sulut Mahmud Turuis.

    Sebelumnya juga, hadangan sulit dialami calon Independen dr. Frangky Kambey dan dr. Daud Kiroyan yang berdasarkan hasil pleno KPU Manado yang terverifikasi faktual hanya 9.000an dukungan dan 20.000an tidak memenuhi syarat sehingga harus mengumpulkan kelipatan 2, yang berada pada pusaran 40.000an dukungan, hal itupun dilihat sangat sulit akan dilakukan oleh pasangan Jargon "KaKi" (KambeyKiroyan).

    Jika tidak ada perubahan terjadi hampir dipastikan Pilkada Manado tahun 2020 hanya akan diikuti tiga pasangan calon yakni JPAR - Ai, MBD-HJP dan pasangan usungan PDIP. (andresiwi)

    BERITA UTAMA