NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 31, 2020

    Kadis Kesehatan Jelaskan Soal tak Hadir di RDP Komisi IV DPRD Sulut

    Tidak ada komentar
    dr Debie Kalalo
    Manado -

    Soal ketidakhadiran Dinas Kesehatan Provinsi Sulut saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Sulut Kamis (30/7), diklarifikasi Kepala Dinas Kesehatan dr Debie Kalalo. Menurut dia, pihaknya tak hadir bukan ada unsur kesengajaan melainkan melalui mekanisme yang ada.

    "Kami sudah minta ijin kemarin ke Pimpinan DPRD dan komisi karena kemarin kami harus menyelesaikan dokumen2 terkait regulasi covid sulut yang segera diimplementasi ke seluruh kab kota," ujar Kalalo, saat menghubungi VoxSulut.Com via layanan whatsap, Jumat (31/7) pagi.

    Jadi dijelaskan Kalalo, tidak pernah ada maksud serta niat dari pihaknya untuk meremehkan undangan dari DPRD Sulut apalagi pada beberapakali RDP pihaknya selalu hadir memenuhi undangan.

    Diapun berjanji pada agenda bersama DPRD selanjutnya ia akan hadir, tentunya jika tidak ada halangan yang mengganjal.

    Sebelumnya diberitakan, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan izin atau rekomendasi operasional Gedung Kitawaya dan Bapelkes menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19.

    Hal ini sebagai tindak lanjut upaya Gubernur Olly Dondokambey selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut menyikapi terus bertambahnya kasus Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai.

    "Surat rekomendasi dari Kemenkes telah diterima Rabu (15/7) lalu. Gedung Kitawaya dan Bapelkes sudah bisa digunakan sebagai tempat penanganan darurat pasien Covid-19,” papar Kalalo.

    Diapun menjelaskan, usai mendapatkan izin operasional dari Kemenkes, RS darurat tersebut akan mendapatkan peralatan medis yang disediakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.

    “Ini akan secepatnya mulai dioperasikan karena mengingat kasus Covid-19 masih terus bertambah,” ujarnya.

    Ditambahkan pihaknya telah menyiapkan tenaga medis yang akan bertugas di RS Darurat Covid-19 Kitawaya dan Bapelkes.

    “Tenaga medis sudah siap. Kita juga akan membantu menyiapkan peralatan medis penunjang lainnya,” sebut Kalalo.

    Kadis Dinkes mengakui, pengoperasian RS Darurat Covid-19 Kitawaya dan Bapelkes sangat membantu dalam penanganan Covid-19, terlebih meringankan beban rumah sakit rujukan saat ini. RS Darurat Covid-19 di Kitawaya dan Bapelkes, menurutnya, menjadi salah satu kebutuhan penting menyikapi kondisi terus bertambahnya pasien Covid-19.

    “Gedung Kitawaya saat ini mempunyai 200 tempat tidur. Kemudian di Bapelkes ada 250 tempat tidur. Ini tentu akan membantu dalam penanganan pasien Covid-19 di Sulut,” pungkasnya.

    Selain itu, sebanyak 544 relawan diterjunkan dalam menangani pandemik Covid-19 di Sulut. 544 relawan tersebut ditempatkan dibeberapa lokasi serta membantu tugas kelancaran kegiatan surveilans, relawan tersebut sebut Kalalo terus menjalankan tugas kemanusiaan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

    "Jadi sampai saat ini 544 tenaga relawan ini terus bertugas. Mereka membantu berbagai kegiatan penanganan Covid-19. Tenaga relawan tersebut, berasal dari beberapa keilmuan kesehatan yang memang sesuai bidangnya. Mulai dari dokter, perawat, serjana kesehatan masyarakat, psikologi klinis, analisis kesehatan, kesehatan lingkungan, serta dari mahasiswa kesehatan masyarakat dan mahasiswa Poltekkes Manado," ucapnya.

    Pemerintah juga paparnya terus memperhatikan kondisi dan kesehatan tim relawan dalam penanganan Covid-19. "Berbagai suplemen vitamin dan pemeriksaan kesehatan terus dilakukan kepada para tenaga medis. Karena pemerintah juga memang bertugas harus menjamin keselamatan kesehatan tim yang bertugas. Mereka juga dilengkapi dengan Alat Perlindungan Diri (APD). Yang pasti kita menjamin 544 tenaga relawan yang bertugas semua dalam keadaan sehat," sebutnya.

    Kalalo juga mengatakan, selain menjamin keselamatan kesehatan, Pemprov Sulut juga mengalokasikan anggaran untuk insentif bagi tenaga relawan yang bertugas.

    Untuk itu dia mengingatkan kepada masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Semua kegiatan aktivitas bisa dilakukan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Harus tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, serta hidup bersih dan sehat. Menjaga stamina dan kebugaran tubuh juga harus tetap diperhatikan. Yang pasti, Pemprov Sulut melalui Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, terus menjamin dan bekerja keras dalam penanganan Covid-19," tandasnya sembari menyebut selain memberi insentif Pemprov memberikan jaminan asuransi bagi tenaga kesehatan melalui BPJS tenaga kerja.(vsc)


    BERITA UTAMA