NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 16, 2020

    Lapas Amurang Genjot Pembuatan Minyak Goreng Kelapa Dalam

    Tidak ada komentar

    Amurang -

    Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Amurang terus berinovasi dalam memanfaatkan sederet potensi yang ada, terlebih dengan memberdayakan dan memaksimalkan keterampilan para Warga Binaan Pemasyarakatatan (WBP).

    Teranyar, Lapas Amurang menjalin kerjasama dengan Pemkab Minsel lewat Dinas Perdagangan Minahasa Selatan menggelar pelatihan bertajuk Kemandirian Pembuatan Minyak Kelapa Goreng Dalam.

     
    Muaranya, selain dapat memberikan manivestasi positif bagi Lapas, juga pribadi masing-masing WBP yang dilibatkan serta saat bebas dapat memberikan faedah bagi keluarga maupun masyarakat banyak.

    Hajatan yang berlangsung di samping Ruang Kalapas Amurang, Senin (13/07) diikuti 20 Narapidana berdasarkan hasil Sidang TPP dan dibuka langsung Kepala Lapas Amurang, Arjun Djuma Okong, SPd dan dihadiri Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Minsel Ny Janti E Weken, SE.

    Dalam awal laporannya, Kasubsi Pembinaan Lapas Amurang, Marcel Johan Rumondor, SH menjelaskan lewat pelatihan ini para WBP akan mendapatkan keterampilan kemandirian atau pengetahuan yang baru yang bersertifikat.

    ‘’Akan sangat membantu apabila mereka selesai melakukan masa pidana, kembali ke masyarakatan bisa membantu perekominian keluarga dan bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian baru,’’ ungkapnya.

    Sedangkan Ny Janti E Weken menjelaskan ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang telah difasilitasi oleh Dinas Perdagangan Minsel pada awal tahun 2020 dengan melibatkan instruktur sehingga selain mendapat ilmu juga pengalaman dalam meningkatkan pengelolaan pembuatan minyak goreng kelapa dalam.

    Arjun Okong yang belum lama menggantikan Maruly Simbolong menjelaskan Bupati Minsel Tetty Paruntu sangat respon dengan semua segala kegiatan yang dilakukan di Lapas sebagai sinerjitas selama ini.

    ‘’Terlepas dari menjalani pidana dan memang butuh sentuhan, butuh campur tangan, karena sebetulnya mereka ini bukan, bahasa kasarnya penjahat, tapi ini tersesat, mungkin salah melangkah dan dengan tentu teman-teman Warga Binaan yang bisa saya harapkan dengan dilaksanakan pelatihan ini kita ikuti dengan sebaik-baiknya karena ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat, ke pemerintah daerah bisa terlaksana,’’ ujar mantan Kasubsi Bimbingan Kerja di Rutan Kelas IIA Manado.(vsc)

    BERITA UTAMA