NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 06, 2020

    MUKI dan PKBI Sulut Gelar Diskusi, Siapkah Anak Bersekolah Kembali

    Tidak ada komentar

    Manado -

    Setelah sukses menggelar diskusi online seri pertama dengan topik Welcome New Normal : Siapkah umat Kristen memasuki era new normal?, kali ini Penggurus Dewan Perwakilan Daerah (DPW) Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sulawesi Utara (Sulut) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulut kembali menggagas dan melaksanakan Diskusi public seri kedua mengangkat isu yang sedang menghangat Kenormalan Baru : Siapkah anak-anak bersekolah kembali?

    Jika mendengar pertanyaan Siapkah anak-anak bersekolah kembali? Semua orang tua langsung merespon dengan cepat. Bagi mereka (orang tua), ada ketakutan besar dan kekawatiran bagi setiap orang tua.

    Ketua MUKI Sulut Moody Rondonuwu
    Ketakutan ini bukan tanpa alasan pasalnya wabah pandemic Covid-19 yang jumlah terkonfirmasi yang masih terus bertambah, selanjutnya anak-anak belum mampu menjaga jarak, bisa juga terjadi saling meminjam masker apalagi jika masker itu menarik atau lucu.

    Kemudian saling berbagi makanan, sembarang memegang, bahkan mata hidung mulut menjadi sasaran tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, fungsi control atau pengawasan dari pihak sekolah ditakutkan tidak merata, sebab tidak semua sekolah yang telah siap dengan kelengkapan protocol kesehatan untuk sekolah.

    Sekretaris MUKI Pdt Alfrtes Daleno
    Menanggapi hal tersebut Hopny Ume, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Kristen Eben Haezar 1 mengatakan siap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

    "Tentunya kami sebagai pihak sekolah akan melakukan segala upaya dalam mengantisipasi pelaksanaan protocol kesehatan di lingkungan sekolah," kata Ume saat diskusi.


    Pernyataan tersebut mendapat apresiasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Dr. Daglan Walangitan, M.Pd. Menurutnya Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Pendidikan sebagai instansi yang terkait, akan menerapkan protocol kesehatan jika sekolah telah dibuka.

    "Ini akan dimulai dari rumah, anak akan disiapakan oleh orag tua dengan membawa makan sendiri, menggunakan masker, hand zanitiser, dan bahkan mengantar anak dengan mobil atau kendaraan roda dua milik pribadi dan bukan gojek," tutur Kadis Walangitan.

    Lanjut, sampai disekolah, pihak sekolah akan mengecek suhu tubuh, mempersilakan anak-anak mencuci tangan dan menjaga jarak. Sekolah juga menyiapkan kelengkapan menunjang program Pemerintah, dengan menyiapkan tempat-tempat cuci tangan.

    Berbeda dengan pendapat dengan dr. John P.A.Kumaat, M.PH, ia berpendapat bahwa selama vaksin belum ada proses persekolahan belum bisa dilaksanakan.

    "Sekolah belum bisa dilaksanakan selama belum ditemukan vaksin, tentunya ini sangat beralasan bukan? Dari sisi medis, angka untuk covid-19 terus naik dan khususnya Kota Manado sebagai kategori zona merah," jelas dr.Kumaat

    Sedangkan menurut Ratu Kezia Rondonuwu yang adalah Siswa Kristen Berprestasi mengatakan, kerinduan untuk sekolah lagi sangat besar. "Bagi Kezia apa pun metode pembelajaran termasuk belajar dari rumah bukan halangan bagi semua anak, asalkan mereka memperoleh pengetahuan," kata Kezia.

    Kegiatan yang digagas Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) SULUT dan PKBI ini, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, ini dibuktikan dengan kehadiran pimpinan pusat (DPP) MUKI dalam kegiatan ini.

    Sekretaris Jendral DPP MUKI Pusat Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan MUKI SULUT yang dinahkodai Ir. Moody Rondonuwu, MT selaku ketua dan Pdt. Dr. Alfrets Daleno, S.Th, M.Pd.K selaku sekretaris.

    Kegiatan dibuka dengan doa yang disampaikan Wasekjen DPP MUKI Pdt. Joice Raranta, M.Th yang adalah juga Koordinator wilayah SULUT.

    Harapan yang besar dari Ketua MUKI SULUT Ir. Moody Rondonuwu, MT lewat kegiatan ini adalah MUKI menjadi berkat bagi banyak orang, dan kehadiran MUKI di SULUT memberi warna bagi keberlangsungan kehidupan umat, ia menambahkan jika Tuhan yang menjadi sandaran hidup kita pasti kita akan diberkati untuk menjadi berkat.

    Bagian akhir dari diskusi ini ditutup dengan mengutip Ulangan 6:6-9 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, bahwa pengajaran yang baik itu sangat berguna bagi kehidupan keluarga, karena itu harus disampaikan berulang-ulang, jangan bosan," tutup Sekretaris DPW MUKI SULUT Pdt. Dr. Alfrets Daleno, S.Th, M.Pd.K.(andresiwi)

    BERITA UTAMA