NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Juli 27, 2020

    Tuhan dan Covid-19 Dijabarkan Prof Titaley pada Seminar IAKN Manado

    Tidak ada komentar

    Manado -

    Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menyelenggarakan seminar virtual dengan tema “Reorientasi Teologi Penciptaan Menanggapi Eksistensi Covid-19”, Selasa (27/07).

    Pembicara yang dipercayakan dalam seminar virtual ini adalah Prof. Dr. Jhon Adrian Titaley, Th.D (Guru Besar Bidang Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku) dan Moderator adalah Dr. Semuel Selanno, M.Th Ketua Program Studi Teologi pada Pascasarjana S2 IAKN Manado.


    Dr. Art Semuel Thomas, S.Th., M.Mis dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh dunia dikejutkan dengan pandemi Covid-19. Sesungguhnya Covid-19 bukanlah hewan raksasa melainkan hanya parasit atau mikroba yang tidak terlihat mata bahkan hanya bisa dilihat melalui lensa mikroskop.

    Sekalipun demikian Covid-19 ini sangat ganas karena telah merenggut nyawa ratusan ribu manusia di seluruh dunia.


    Menurutnya, muncul  pertanyaan, dimanakah Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dengan teramat baik? Bagaimana mungkin parasit Covid-19 telah berhasil merusak bahkan merenggut nyawa manusia sedemikian rupa yang telah diciptakan dengan begitu baik oleh Allah Pencipta?

    Ditambahkannya, Pascasarjana IAKN Manado terpanggil untuk menggumuli hal itu dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kepakaran dan pengalaman dalam bidang Teologi.


    Prof. Dr. Jhon Adrian Titaley, Th.D dalam pemaparan materinya tentang “Tuhan dan Covid-19: Reorientasi Teologi Penciptaan Menanggapi Eksistensi Covid-19” menyampaikan Acuan utama dalam Teologi Penciptaan adalah Kitab Kejadian pasal 1-3 selain Mazmur, Keluaran, 1 Raja-raja, Yesaya, Yeremia, Amos. Menurutnya, manusia yang bermasalah karena salah baca. Kesalahannya terletak dalam cara baca kita terhadap Alkitab itu. Cara baca kita terhadap Alkitab itu salah karena kita membacanya berdasarkan doktrin Kristen, bukan sebagaimana maksud penulisannya.


    Ditegaskannya, solusi bagi kita tidak bisa lain dari pada membaca Perjanjian Lama sebagai Alkitab. Alkitab Ibrani adalah kumpulan tulisan-tulisan sebagai pedoman hidup sehari-hari bangsa Yahudi setelah mereka kembali dari pembuangan di Babel tahun 538 SZB. “Dalam era diserupsi masa kini, interpretasi yang tidak jelas harus dihindarkan karena kesalahan dalam interpretasi besar sekali dampaknya bagi kehidupan manusia. Mengatasnamakan ilah-ilahnya sendiri. Orang bisa sewenang-wenang meniadakan hidup orang lain itu kesewenagan. Komunitas agama-agama yang seharusnya melakukan tindakan-tindakan peninjauan ulang interpretasi-interpretasi itu atas nama kemanusiaan” tutup Guru Besar Bidang Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku.

    Diketahui, ratusan orang yang terlibat dalam Seminar Virtual  ini berasal dari Civitas Akademika IAKN Manado, Para Teolog Muda, Para Pemimpin Gereja, Para Akademisi, para Mahasiswa yang datang dari berbagai Perguruan Tinggi di dalam maupun luar Sulawesi Utara bahkan kalangan umum.(andresiwi)

    BERITA UTAMA