NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Agustus 10, 2020

    Bawaslu Sebut Coklit Berpotensi Kerawanan, Harus Diawasi

    Tidak ada komentar
    Eva Keintjem 

    Amurang -

    Sejak tanggal 16 Juli lalu sebanyak 512 Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) melakukantugasnya dalam tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih dalam persiapan pilkada 9 Desember 2020. Ketua Bawaslu Minahasa Selatan (Minsel) Eva Keintjem mengingatkan kepada warga untuk memastikan bahwa mereka sudah di-colklit oleh PPDP.

    "Pastikan semua warga kita di-coklit oleh rekan-rekan PPDP. Kalau ada warga kita yang tidak di-coklit silahkan melapor ke Bawaslu Minsel atau jajaran lanwascam dan jajaran panwas desa/kelurahan," ujar dia Minggu (9/8).
    Bawaslu Minse alkan mengawasi dengan seksama tahapan coklit tersebut. Menurut dia langkah pengawasan yang dilakukan melalui jajaran pengawas di tingkatan panwascam, kelurahan dan desa untuk memastikan tidak ada pemilih yang terlewatkan dalam proses pemutahiran data yang dilakukan oleh PPDP.

    "Dalam proses coklit terdapat potensi kerawanan sehingga perlu dilakukan pengawasan agar tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Contoh kerawanan misalnya petugas PPDP mendata orang yang tidak sesuai syarat atau sebaliknya mengeluarkan data pemilih yang memenuhi syarat," kata dia.

    Kemudian ada pemilih yang tidak dilakukan coklit padahal sudah memenuhi syarat sebagai pemilih. Karena itu Bawaslu Minsel juga membuka posko pengaduan dari level desa sampai kabupaten. Untuk memaksimalkan proses pengawasan tahapan coklit, Eva Leintjem mengaku pihaknya sudah menyampaikan permintaan data pemilih ke KPUD Minsel.

    “Kita sudah menyurat untuk mendapatkan data pemilih secara by name dan by address. Sehingga proses pengawasan bisa lebih mudah, ”

    Bawaslu juga menyatakan, selain beberapa hal tersebut agar data data pemilih yang sedang dilakukan coklit tidak mudah dimanipulasi semua berbasis data e-KTP atau KK. Atau sekurang-kurangnya suket dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Minsel.

    “Tujuannya untuk menghadirkan data pemilih yang komprehensif, akurat dan mutakhir. Selain itu strategi pengawasan lain Bawaslu juga menyusun pemetaan kerawanan data pemilih seperti kepadatan penduduk, daerah perbatasan dan lain-lain,”ujarnya.

    Di sisi lain, potensi kerawanan lain yang biasa ditemui saat melakukan coklit adalah pemilih ganda atau yang terdata di dua desa atau kelurahan yang berbeda.(vsc/advedtorial)


    BERITA UTAMA