NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Agustus 31, 2020

    Keintjem: Lapor ke Bawaslu Jika ada Warga yang Tidak Dicoklit

    Tidak ada komentar
    Eva Keintjem Ketua Bawaslu Minsel 

    Amurang -

    Ketua Bawaslu Minahasa Selatan (Minsel) Eva Keintjem mengingatkan kepada warga agar menginformasikan jika belum dilakukan Coklit oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP). "Pastikan semua warga kita sudah di-Coklit oleh rekan-rekan PPDP. Kalau ada warga kita yang tidak di-Coklit silahkan melapor ke Bawaslu Minsel atau jajaran Panwascam dan jajaran panwas desa/kelurahan," ujar dia belum lama ini.

    Langkah pengawasan yang dilakukan melalui jajaran pengawas di tingkatan Panwascam, kelurahan dan desa untuk memastikan tidak ada pemilih yang terlewatkan dalam proses pemutahiran data yang dilakukan oleh PPDP.

    "Dalam proses Coklit terdapat potensi kerawanan sehingga perlu dilakukan pengawasan agar tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Contoh kerawanan misalnya petugas PPDP mendata orang yang tidak sesuai syarat atau sebaliknya mengeluarkan data pemilih yang memenuhi syarat," kata dia.

    Kemudian ada pemilih yang tidak dilakukan Coklit padahal sudah memenuhi syarat sebagai pemilih. Karena itu Bawaslu Minsel juga membuka posko pengaduan dari level desa sampai kabupaten. Untuk memaksimalkan proses pengawasan tahapan coklit, Eva Keintjem mengaku pihaknya sudah menyampaikan permintaan data pemilih ke KPUD Minsel. “Kita sudah menyurat untuk mendapatkan data pemilih secara by name dan by address. Sehingga proses pengawasan bisa lebih mudah, ” ujarnya.

    Bawaslu juga menyatakan, selain beberapa hal tersebut agar data data pemilih yang sedang dilakukan Coklit tidak mudah dimanipulasi semua berbasis data e-KTP atau KK. “Tujuannya untuk menghadirkan data pemilih yang komprehensif, akurat dan mutakhir. Selain itu strategi pengawasan lain Bawaslu juga menyusun pemetaan kerawanan data pemilih seperti kepadatan penduduk, daerah perbatasan dan lain-lain,” tukasnya.

    Di sisi lain, potensi kerawanan lain yang biasa ditemui saat melakukan Coklit adalah pemilih ganda atau yang terdata di dua desa atau kelurahan yang berbeda.(vsc/advedtorial)


    BERITA UTAMA