NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    September 08, 2020

    5 Hari Calon Kepala Daerah se Sulut Diuji Kesehatan di RS Prof Kandou

    Tidak ada komentar
    Dirut bersama tim pemeriksa lakukan sosialisasi
    Manado -

    Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou Manado terpilih sebagai tempat dilakukannya sosialisasi sekaligus tempat pemeriksaan kesehatan para bakal calon kepala daerah se Sulut yang akan ikut Pilkada 9 Desember 2020.

    Senin (7/9) pagi terlihat RSUP terbesar di daerah ini ramai dijubeli para pendukung calon.

    Para kandidat mengikuti tes di aula RSUP
    Informasi yang diterima, para bakal calon mengawali kegiatan dengan mengikuti sosialisasi kemudian tahapan tes psikologi dan narkoba.

    Selanjutnya para calon kepala daerah tersebut harus mengerjakan sekira 565 soal psikotes dengan metode MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).

    Gubernur dan Wagub memberi keterangan pers
    Bakal calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey dikonfirmasi di sela istirahat makan siang mengatakan, psikotes dengan ratusan soal tersebut dapat dijawabnya dengan baik.

    “Tes MMPI kami diberikan lembaran pertanyaan yang harus diisi, lalu disesuaikan dengan pertanyaan yang diberikan kepada kami dengan waktu selama 1,5 jam. Tes seperti ini sudah saya ikuti waktu maju pilkada lalu, jadi syukur so nda terlalu kaget,” kata Olly.

    Pun dikatakan bakal calon Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw. Dia menyebut, sudah kesekian kalinya mengikuti tahapan tes psikologi dan narkoba.

    Dengan senyum khasnya ia mengatakan soal tes ini aman karena sudah pengalaman. "Kalau saya pribadi sudah tiga kali ikuti tahapan ini. Mungkin yang lain baru satu kali, jadi so nda kaget,” sebut Kandou.

    Sementara itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, Salman Saelangi menjelaskan, tahapan tes kesehatan ini selama lima hari, dari tanggal 7-11 September.

    Dan pada tanggal 12 September tambahnya akan ada hasil yang diberikan oleh tim dokter yang akan diberikan ke masing-masing bakal calon

    “Sehat jasmani dan rohani itu kan ada dalam persyaratan, sehingga syarat tes kesehatan itu menjadi syarat mutlak bagi bakal calon bersama syarat lain untuk ditetapkan sebagai calon kepala daerah nantinya,” ujarnya.

    Menurut dia, semua pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pasangan bakal calon kepala daerah itu nantinya akan dianalisis oleh tim dokter, sehingga KPU akan menunggu kesimpulan analisisnya.

    “Dari hasil kesimpulan itu, dapat diketahui apakah pasangan bakal calon kepala daerah yang maju dalam pilkada dinyatakan sehat atau tidak. Jika memang hasilnya tidak sehat, maka calon kepala daerah yang bersangkutan tidak bisa ditetapkan sebagai calon kepala daerah,” tandasnya.

    Dihubungi terpisah, Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD mengatakan, pemeriksaan ini kerja sama RSUP dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut.

    "Tim Pemeriksa Kesehatan yang diketuai Prof Dr dr Linda Rotty SpPD-KHOM, dan juga disupport oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulut. Para kandidat mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan. Di antaranya, tes MMPI, narkotika, wawancara psikiatrik, jasmani, dan psikologi," katanya.

    Semua tahapan itu dilakukan para ahli dan nantinya semua hasil akan dipertanggungjawabkan oleh tim dan keputusan ini bersifat final tidak bisa diperbandingkan.(andresiwi)


    BERITA UTAMA