NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    September 30, 2020

    Kasus Pemecatan Pala Winangun Berlanjut ke Pengadilan

    Tidak ada komentar

    Manado -

    Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Selasa (29/9) menggelar sidang lanjutan terkait perkara pemecatan Bertinus Kendek sebagai Kepala Lingkungan (Pala) di Kelurahan Winangun Satu.

    Berdasarkan nomor perkara 24/G/2020/PTUN.Mdo sidang yang pimpin Ketua Majelis Hakim Jusak Sindar, SH, anggota majelis Hakim Sri Listiani, anggota majelis Hakim Warisman Simajuntak dan Panitera Jolla Tumbuan SH, dengan penggugat Bertinus Kendek dan tergugat Camat Malalayang, agenda sidang tambahan bukti para pihak dan saksi tergugat digelar di Ruang sidang utama PTUN Manado.


    Bertinus Kendek diberhentikan sebagai kepala lingkungan (Pala) diduga melakukan pungli dalam pengurusan KTP serta surat pindah keluarga HT dan selanjutnya diberhentikan tanpa adanya surat keputusan pemberhentian dari Pemerintah Kecamatan Malalayang.

    Kuasa Hukum, Muhammad Suherman, SH menuturkan bahwa sidang ini kesempatan buat tergugat untuk menghadirkan saksi dan mereka mengajukan 2 orang saksi yakni Lurah Winangun satu dan stafnya Keluarga HT.

    "Dalam keterangan saksi ada hal yang disampaikan tidak sesuai dan tidak benar, namun nanti akan kita bahas dan kupas dalam kesimpulan di sidang selanjutnya," ucap Suherman.

    Suherman menambahkan, di sidang lanjutan pada 13 Oktober nanti kami akan membantah dan menolak sejumlah keterangan saksi yang tidak benar.

    Ditambahkan Kuasa Hukum penggugat, Maulud Buhari, SH menjelaskan bahwa uang imbalan yang diterima mantan Pala Bertinus Kendek bukan karena keinginan Pala.

    "Tapi uang imbalan tersebut atas kesepakatan antar keluarga HT dengan Ibu. CSR, jadi mereka yang meminta tolong penggurusan KTP serta surat pindah kepada Pala Berti," jelasnya.

    Lebih lanjut, Buhari mengatakan tadi dalam sidang Lurah mengatakan pemecatan Pala pada tanggal 7. Sementara Pala menerima uang imbalan pengurusan dari stafnya Pak HT tanggal 14.

    "Berarti Pala sudah dipecat duluan baru menerima uang itu, jadi pemberhentian pala bukan karena kejadian itu," tambahnya.

    Sementara itu, Bertinus Kendek menjelaskan tujuannya membawa kasus ini ke PTUN, hanya ingin mencari keadilan.

    "Kita hanya mencari keadilan dan mencari kejadian yang sebenarnya, karena saya tidak pernah pungli makanya saya sangat keberatan dan tidak menerima apabila dipecat karena melakukan pungli serta dengan tuduhan itu sudah mempermalukan saya bersama keluarga," tegas Mantan Pala.

    Tak hanya 3 Kuasa Hukum yang mendampingi Bertinus Kendek namun sejumlah masyarakat turut hadir mendampingi untuk memberikan support dalam mencari keadilan.

    "Kami masyarakat Kelurahan Winangun satu hadir disini demi keadilan, mencari keadilan dan untuk keadilan serta kami memiliki kewajiban untuk memberikan support moril kepada Pak Berti," ucap Henny Soetrisno.

    Lebih lanjut, ia menyayangkan banyak keterangan Lurah Winangun satu yang bohong.

    "Sebab pada kenyataannya Pala Bertinus Kendek adalah pala yang memiliki kinerja yang sangat bagus, masyarakat merasa nyaman serta lingkungan bersih," tutupnya.(andresiwi)

    BERITA UTAMA